TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Sabtu, 25 Agustus 2012

ARTI ROHANI MEZBAH DUPA

Fatsal IV

ARTI ROHANI MEZBAH DUPA

Mezbah Dupa terdiri dari: Mezbah dan Dupa.
Mezbah Dupa dan pendupaan yang mengeluarkan asap yang harum, itu menceritakan tentang dua orang suci.

Wahyu 5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan; itulah doa orang-orang kudus.

A. MEZBAH

dupa --> doa orang suci - kehidupan
/ (Wah 5:8) | doa dari
Mezbah / | orang-orang
Dupa \ | suci yang me-
\ } mikul salib/
mezbah --> orang2 suci. | yang hidup
sebagai "kor- | sebagai kor-
ban sembeli- | ban sembeli-
han" | han
(Rom 8:36) - (Maz 141:2)

Mezbah dalam bahasa Ibrani (Misbeach) = tempat penyembelihan. Mezbah dalam bahasa Gerika (Thusiasterion) = tempat pengorbanan.
Mezbah menceritakan tentang hidup yang dikorbankan (seperti binatang korban yang disembelih) karena Tuhan, untuk kemuliaan nama Tuhan.

Roma 8:36 Seerti yang tersurat: bahwa karena sebab Engkaulah kami dimatikan berhari-hari; maka kami dihisabkan seperti domba yang akan disembelih (TL)

Mezbah di dalam Ruangan Suci menceritakan tentang orang-orang suci (orang suci itu tingkatannya di Ruangan Suci) yang hidup sebagai korban sembelihan bagi Tuhan.
Jadi Mezbah Dupa itu berarti kehidupan doa (yang memperkenankan Tuhan) dari orang-orang suci yang memikul salib yaitu yang hidup sebagai korban sembelihan bagi Tuhan.

Mazmur 141:2 Biarlah selalu doaku seperti bakaran dupa di hadapan hadiratMu dan penadahan tanganku seperti korban pada waktu petang (TL).

Apakah kita hidup sebagai orang dosa atau sebagai orang suci,tebusan Tuhan?
Kalau orang Kristen hidup dalam dosa, apalagi kalau diikat dosa, dengan sengaja, orang seperti ini sekalipun banyak berdoa, ia tidak akan menjadi Mezbah Dupa.

Kalau kita hidup sebagai orang suci (dan itu berarti daging disembelih terus menerus) ada harapan menjadi Mezbah Dupa, yaitu kalau orang-orang suci inin mau berdoa terus menerus di dalam Roh dan kebenaran.
Daging dan Roh itu bertentangan.

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Kalau kita hidup dalam kesucian, itu melawan daging, itu seolah-olah mengorbankan daging, daging itu seperti dibuat korban sembelihan bagi Tuhan, itu sakit bagi daging. Ini resikonya kalau kita mau menerima Tuhan di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberi kuasa kemenangan atas daging sehingga daging ditekan, "disembelih" dan tidak berdaya, tetapi kita harus mau menerima penyembelihan atau kematian daging ini. Untuk orang yang suka hidup menuruti daging, ini terlalu sakit sehingga ia mungkin tidak tahan. Tetapi kalau kita mau meninggalkan hidup dosa, kita pasti dapat menanggungnya, sebab kuasa untuk menang itu sudah kita terima dengan iman dari Tuhan Yesus.
Jadi tiap-tiap orang suci yang hidup dalam kesucian sesuai dengan Firman Tuhan itu secara rohani seperti domba yang tersembelih karena Kristus sepanjang hari, setiap hari (Rom 8:36), "setengah mati" terus menerus (untuk dagingnya).
Dengan kata lain kematian Kristus terus menerus bekerja di dalam kita.

2Korintus 4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus (hidup yang suci seperti Yesus) juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.

B. DUPA:

Yaitu doa (kata-kata) orang suci. Tanpa penyaliban daging, tidak akan keluar kata-kata doa yang memperkenankan Allah, malah sebaliknya yang akan keluar ialah kata-kata yang menyakiti Tuhan, yang penuh persungutan, pemberontakan dan berbau busuk.
Jadi kalau ada Mezbah yang menyala itu berarti daging dimatikan sehingga kuasa Tuhan bebas bekerja di dalam kita, kita bebas dan kuat menaati Firman Tuhan, dapat hidup dalam kesucian.
Kalau orang-orang seperti ini berdoa kepada Tuhan, pasti doanya itu diperkenan Tuhan, sebab ia mau hidup dalam kesucian, mau disembelih dagingnya dan pasti doanya itu bukan perkara-perkara yang dosa.

Amsal 11:23 Bahwa kehendak orang yang benar itu semata-mata baik, tetapi niat orang jahat itu percabulan jua (TL).

Sebab itu segala kata-kata yang keluar dari mulutnya, lebih-lebih yang ditujukan kepada Tuhan, itu seperti bau Dupa yang harum, yang sangat berkenan kepada Tuhan.

Amsal 15:8 Persembahan orang jahat menjadi kebencian kepada Tuhan, tetapi doa orang yang tulus hatinya menjadi kesukaannya (TL).

Tetapi sebaliknya orang yang tidak mau dagingnya disalibkan, dimatikan, disembelih, maka nafsu dagingnya akan kuat (= hidup dalam kedagingan) dan dengan kuat melawan Roh, melawan Allah. Yang keluar dari mulutnya selalu pemberontakan, persungutan dan permintaan-permintaan daging. Tentu Tuhan tidak suka dan menolak doa semacam ini, sebab itu jahat dan Allah itu suci adanya.
Sekalipun orang seperti ini berdoa, doanya menjadi kebencian kepada Allah.

Amsal 28:9 Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, (tidak mau taat, tidak mau hidup dalam mau hidup dalam kesucian sesuai dengan Firman Tuhan), juga doanya adalah kekejian.

CONTOH:

Israel tidak mau menyangkal diri, sehingga mereka dikuasai keinginan dagingnya, sebab itu doanya ialah doa minta daging, doa yang kebencian kepada Tuhan, penuh persungutan dan perlawanan.

Bilangan 11:4, 20 Maka bangsa kekacauan, yang di antara mereka itu, beringin-inginlah lalu (hendak) pulang, maka pada masa itu menangislah bani Israel, katanya: Siapa gerangan akan memberi kita makan daging?
..melainkan sebulan suntuk, sehingga ia itu keluar pula dari dalam hidungmu dan kamupun jemu akan dia, maka ia itu sebab kamu telah menghinakan Tuhan, yang ada di antara kamu, dan kamu telah menangis di hadapan hadiratNya sambil katamu: Apakah gunanya kami telah keluar dari Mesir? (TL).

Allah marah dan hukuman Allah jatuh ke atas mereka.
Tetapi sebaliknya dengan Ayub sekalipun penderitaan Ayub berat, doanya tetap berkenan kepada Tuhan.
Ayub mengalami "celaka" yang amat dahsyat padahal ia sangat patuh, tertib dan sungguh-sungguh berbakti, sehingga ia tidak habis-habisnya keheranan mengapa segala perkara ini sampai terjadi, bahkan berturut-turut tetapi doanya, kata-katanya tetap benar.

Ayub 1:21 katanya: Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.

Kehendak daging Ayub mau berontak, tetapi Ayub menekannya, menyembelihnya, mematikannya, sehingga apa yang keluar dari mulutnya itu suatu doa yang sangat indah dan berkenan kepada Tuhan.

Sebaliknya, ada orang yang sudah hidup di atas Mezbah, tetapi tidak mau bertekun di dalam doa, tidak mau berseru kepada Tuhan, ini bodoh, sebab ia tidak mendapat segenap pertolongan Tuhan.

Misalnya:

Imam eli dan Hizkia. Mereka tidak mau bertekun berdoa Untuk minta kemurahan dan anugerah Tuhan. Sebab itu mereka tidak mendapat apa-apa selain yang sudah dikatakan lewat nabi-nabi Tuhan.

1Samuel 3:18 Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatupun. Kemudian Eli berkata: "Dia Tuhan, biarlah diperbuatNya apa yang dipandangNya baik."

Hizkia

2Raja-raja 20:19 Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik Firman Tuhan yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!"

Tuhan Yesus berkata: mintalah, berdoalah, Tuhan pasti mengabulkan doa yang sesuai dengan kehendakNya.

Yohanes 16:24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Yakobus 5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Jadi Mezbah Dupa itu mempunyai 2 faktor penting yakni dupa dan mezbah, yaitu orang suci yang pikul salib dan yang suka berdoa senantiasa (terus menerus).
Hidup sebagai Mezbah Dupa itu amat indah, harum sebab ia dihitung, diukur oleh Allah.

Wahyu 11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan Mezbah (ini Mezbah Dupa di dalam Ruangan Suci) dan mereka yang beribadah (TL= sembahyang) di dalamnya.

Inilah hidup yang berharga dan mulia di hadapan Allah. Pasti hidup seperti ini amat indah!
Semua orang yang indah di dalam Alkitab dan di dalam sejarah, adalah orang-orang yang seperti Mezbah Dupa. Mereka suka bersekutu dengan Tuhan di dalam doa dan Tuhan sering berbicara kepada mereka. Tetapi kalau hubungan ini putus, maka daging akan hidup kembali dan bau daging (keinginan-keinginan daging) itu akan menjadi jelas dan nyata sekali, seperti yang ditulis dalam (Gal 3:3-4). Belajarlah tetap hidup sebagai orang suci dan dengan bersukacita, penuh gairah tetap tekun hidup berdoa di dalam kehidupan yang suci ini.

Inilah Mezbah Dupa yang indah-indah dihadapan Allah, dan hidup yang sangat dekat dengan Allah, didepan Tabut Tahta Allah.
Meskipun demikian hubungan orang-orang suci dengan Allah tidak hanya dijalin dalam Mezbah Dupa, tetapi juga di dalam alat-alat Ruangan Suci lainnya.

Alat-alat dalam Ruangan Suci menunjukkan ibadat atau hubungan anak-anak Allah dengan Allah. Pelita Emas dan Meja Roti Pertunjukan menunjukkan hubungan dari Allah kepada manusia. Mezbah Dupa menunjukkan hubungan dari manusia kepada Allah, dan sebaliknya.

Semua alat-alat ini membuat suatu persekutuan yang erat, hidup dan indah antara manusia dan Allah.

Tanpa salah satu alat-alat tersebut, hubungan orang-orang suci dengan Allah akan pincang.
Sebab itu biarlah hidup ini menjadi seperti Ruangan Suci yang penuh dangan ketiga alat ini. Ini baru lengkap, indah dan akan menghasilkan hidup yag berbuah-buah, menyucikan kita (1Tim 4:5), sehingga dapat tumbuh terus sampai kepada kesempurnaan.

Jadi Mezbah Dupa itu mutlak harus ada dalam kehidupan setiap orang suci, disamping Meja Roti Pertunjukan dan Pelita!


Blessing Family Centre

0 komentar:

Posting Komentar