TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Senin, 29 Maret 2010

Wanita Penguasa Suami

Masa lalu Endah yang buruk karena perlakuan mama papanya membuatnya sakit hati telah membentuk hidupnya menjadi seorang wanita yang kasar dan ingin mendominasi keluarganya. Misal saat ujian matematika, dia mendapat nilai merah di rapotnya, papanya langsung menyuruhnya duduk dan minta catatan, latihan, bukunya tetapi bukan untuk mengajarinya malah menyuruhnya mengerjakan soal yang dia tidak bisa. Seandainya dia benar-benar tidak bisa mengerjakannya, papanya akan langsung mengeluarkan ikat pinggangnya dan mulai menghajarnya habis-habisan seperti memukuli seorang pencuri. Sehingga kepalanya pasti menjadi penuh dengan benjolan. Dia tidak boleh menangis karena kalau menangis dia akan dihajar lebih parah lagi.

Hati siapa yang tidak akan hancur jika di usianya yang masih muda, dia harus merasakan kerasnya didikan orang tuanya. Sampai suatu saat karena dia ingin terlepas dari siksaan fisik dan bathin yang sering dia terima. Ketika di SMA, dia mencoba kabur ke rumah temannya dan bilang kepada temannya supaya jangan memberitahukan kepada orang tuanya tentang keberadaannya. Namun usahanya untuk melarikan diri dari kekejaman sang ayah sepertinya sia-sia karena papanya terus mencarinya Endah kemanapun dia pergi.

Suatu saat papanya melihatnya sedang berjalan bersama temannya. Endah dan temannya segera bersembunyi di sebuah warung warteg yang ada di pinggir jalan. Papanya segera mencari ke warteg itu. Ketika mengetahui keberadaan Endah, papanya langsung memukul mukanya, menarik rambutnya dan menendangnya menuju taksi. Dalam taksi pun dia menerima pukulan dan kepalanya dibenturkan ke jendela taksi. Endah ingat pada waktu itu papanya memakai sebuah cincin dari batu di tangannya. Sejak kejadian itu dia sangat dendam kepada papanya. Kebencian itu dipendam rapat-rapat dalam hatinya, terbawa sampai dewasa dan siap untuk dilampiaskannya. Hal itu membuat dia merasa bahwa laki-laki itu tidak ada apa-apanya, harus direndahkan, bertekuk lutut. Laki-laki itu bejat, merupakan mahluk yang paling menjijikkan di dunia ini.

Kurang lebih 60 laki-laki sudah bertekuk lutut kepadanya dan semuanya berakhir dengan luka sakit hati. Karena kebenciannya kepada papanya dia jadi ingin mempermainkan laki-laki. Seperti pada saat dia kuliah, dia membuat laki-laki suka sampai ada yang mengajaknya menikah tetapi kemudian dia tinggalkan begitu saja. Dia senang jika ada laki-laki yang sakit hati. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menikah dengan suaminya, Budi. Pernikahan ini sebenarnya hanya dipakai sebagai sebuah pelarian agar terbebas dari orang tuanya. Dia sebenarnya tidak mencintai Budi ,tujuannya hanya memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

Namun setelah menikah dia justru ingin menghancurkan keluarganya sebagai bentuk pelampiaskan sakit hatinya kpd org tuanya. Dia mulai membuat-buat perkara untuk membuktikan bahwa istri yang berkuasa. Sikap yang kasar dan amarah yang meledak-ledak membuat suami tidak berkutik menghadapinya. Dia merasa puas jika suami takut dengan sikapnya. Dia merasa senang jika bisa memarahi suami di depan orang banyak, tetangga, keluarganya, anak-anaknya. Tapi ketika dia mulai marah-marah dan memaki-maki suaminya dengan kata-kata kasar, suaminya justru menunjukan sikap yg tidak masuk akal. Suaminya sangat sabar dan hanya diam saja tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Sikap suaminya ini malah membuat dia capek. Padahal dia sudah berusaha memancing emosi suaminya agar suaminya juga ikut marah dan terjadi pertengkaran. Itulah yang sebenarnya dia inginkan. Tetapi suaminya tidak membalas secara frontal meskipun dia tidak nyaman karena harga dirinya diinjak-injak. Dia tetap bersabar karena mengingat anak-anaknya. Dia rela menderita siksaan bathin karena sikap istrinya yang melampaui batas kesabarannya. Dia bahkan berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan menguatkan mentalnya sehingga dia bisa menghadapi istrinya dan bisa membantu istrinya untuk berubah.

Setiap orang yang ada dekat Endah pasti merasakan kegeramannya, bukan hanya suami tetapi anak-anaknya juga tidak luput dari keberingasannya. Misalnya ketika anaknya susah makan maka dimulai berkata dan bertindak kasar kepada anaknya. Dalam hatinya hanya ada keinginan untuk menghancurkan orang, entah itu anaknya, suaminya bahkan dirinya sendiri .Dia tidak peduli dengan dirinya dan orang lain.

Suatu saat dia dan suami berkunjung ke seorang saudara suaminya, di tempat tersebut sebuah perkataan dari kerabatnya mengusik hidupnya. Saudara suaminya sering memberitakan bahwa Tuhan Yesus itu kasih dan baik. Tapi dia malah menantang jika Tuhan Yesus ada, pulang dari situ dia ingin Tuhan mendatanginya. Tapi keinginannya itu tidak pernah terjawab. Sepulang dari rumah kerabatnya kegelisahan melanda dirinya, akhirnya dia menelpon saudara suaminya itu untuk datang ke rumah dan menjelaskan apa yang terjadi. Saudara suaminya menjelaskan tentang kasih dan penundukan diri kepada suami, juga kelembutan sebagai istri. Sementara saudara suaminya berbicara dia merasa seperti ada beban yang mulai diangkat dari dirinya. Bebanitu seperti terlepas dari dirinya. Pada saat itu juga dia memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.

Akhirnya dia mendapatkan jawaban atas kegelisahannya. Setelah itu dia pun mulai mengingat perbuatan-perbuatan masa lalunya yang begitu jahat kepada suaminya, anak, mertua dan orang lain. Dia merasa kotor dan bersalah yang berlebihan. Sama sekali tidak mengasihi dan menghargai dirinya sendiri. Saat dia menerima Tuhan Yesus dalam hatinya, kehidupannya mulai berubah, yang sebelumnya hanya ada dendam, tidak mengasihi diri sendiri dan orang lain, tidak menghargai hidup tetapi sekarang bersama Tuhan Yesus dia bisa mengasihi dirinya sendiri dan menghargai diri sendiri dan orang lain. Dia akhirnya bisa mengampuni orang tuanya, juga meminta maaf kepada suami dan anak-anaknya atas perilaku kasarnya.

Berangsur-angsur Tuhan membentuk hidupnya, karakternya mulai berubah. Sekarang Endah telah mengalami perubahan yang sempurna, dari seorang yang buas dan kasar menjadi seorang istri yang tunduk kepada suami, menurut pada suami dan mau mendengarkan suaminya. Kini dia dapat memposisikan dirinya sebagai seorang istri dan ibu yang baik bagi suami dan anak-anaknya. Dia menyadari karena kasih Tuhan yang telah membentuk dan mengubah kehidupannya menjadi lebih berharga dan lebih berarti.(Kisah ini ditayangkan 26 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Sumber Kesaksian :
Endah



Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

KAU MELIHAT DUNIA HANYA SEBATAS PANDANGANMU ~~~

Ingatkah engkau ketika dahulu engkau mulai belajar berjalan? Ketika engkau mulai melangkahkan kakimu setapak demi setapak? Ingatkah engkau, ketika engkau pertama kali memandang segala sesuatu dari kakimu yang mungil? Segala sesuatunya terasa begitu jauh dan tak terjangkau oleh tangan-tangan mungilmu. Kaki kursi maupun kaki bangku seakan-akan tongkat untuk menahanmu tetap berdiri.

Di bawah meja makan merupakan tempat favoritmu, meja makan cukup untuk menudungi kepalamu. Kau menengadah ke atas dan melihat lampu-lampu indah, kau takjub dan kagum melihatnya, lalu kau mengulurkan tanganmu untuk menjangkaunya. Tapi kau tak sanggup. Segala sesuatu nampak begitu jauh dan tak terjangkau bagi tangan dan kaki mungilmu yang berusaha untuk menggapainya.

Lalu kau mendengar sebuah suara memanggilmu. Kau mencari berkeliling dengan tertatih-tatih, tapi kau tidak menemukannya. Suara itu memanggilmu lagi. Kau semakin penasaran dan menjejakkan kakimu ke lantai cepat-cepat untuk mencari sumber suara itu. Tangan dan kaki kecilmu berusaha menjaga keseimbanganmu ketika kau berlari untuk menemukan siapa yang memanggilmu.

Suara yang begitu lembut, suara yang kau tahu berasal dari orang yang mengasihimu. Suara yang sama terdengar memanggilmu lagi, kau memandang sekelilingmu sekali lagi, tapi kau tetap tidak menemukan suara itu. Yang aku lihat disekitarmu hanyalah mainan mobil-mobilanmu yang berserakkan, 4 buah kaki kursi, sebuah balon, beberapa buah buku, krayon dan nah akhirnya, tampat favoritmu meja makan.

Kau berlari dan dan melonggok ke bawah meja makan, kalo-kalo sumber suara itu berasal dari sana. Dan kau mendengar suara itu sekali lagi, disertai dengan tawa yang lembut.

"Kemana kau mencari anakku? Lihat aku ada diatasmu."

Kau pun mendongakkan kepalamu dan melihat sumber suara itu. Ibumu berdiri di hadapanmu dan tersenyum melihatmu. Kau pun tersenyum dan berpikir "Hei, lihat aku dapat menemukanmu."

Lalu kau mengulurkan tangan mungilmu, mencoba mengapainya. Mencoba menciumnya, mencoba memegang tangannya. Namun, aduhhh!!! tanganmu tidak dapat mencapainya.

Tiba-tiba Ibumu terasa begitu jauh darimu. Ia berdiri menjulang tinggi dan tak dapat kau raih. Kau mulai kecewa dan menangis. Kau menginginkan ibumu!!! Kau ingin menciumnya, memgang pipinya, kau ingin menarik rambutnya. Kau menginginkan ibumu, tapi kau tidak dapat mencapainya ... Ibumu terasa begitu jauh.

Dan tiba-tiba kau merasa tubuhmu terangkat. Ada sepasang tangan yang memegang pinggang kecilmu. Kau melihat ibumu tersenyum dan berkata, "Nah, aku menemukanmu!" Kau mengapai dengan tanganmu, dan HEI lihat, sorakmu kau bisa memegang pipinya. Ia tertawa ketika tangan-tanganmu memegang pipinya. Bahkan ketika salah satu tanganmu menarik rambutnya ... Ia tertawa dan ia menarik kau mendekat kepadanya dan mencium pipimu. Kau tertawa kesenangan. Akhirnya kau bisa meraih ibumu. Oh tidak, akhirnya ibumu bisa meraihmu dan mendekapmu.

Berapa sering kita merasa bahwa Tuhan jauh dan tidak terjangkau bagi tangan-tangan kita? Atau mungkin kita ingin sekali menjangkaunya tapi ... upsss, tanganmu kurang panjang. Kaki-kakimu kurang tinggi untuk dapat menjangkaunya.

Pernahkah ketika kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita, kita berpikir dan membayangkan diri kita seperti anak kecil dengan pandangan yang serba terbatas sehingga kita tidak bisa melihat bahwa sesungguhnya kita ada dibawah kaki-Nya!!! Kita ada kurang dari 10 cm dari hadapan-Nya. Pandangan kita sangat terbatas. Tidak seperti pandangan-Nya!!! Pada pandangan-Nya kita begitu dekat, sehingga tangan-tangan-Nya bisa menjangkau dan menarik kita mendekat pada-Nya.

Bagi-Nya kita begitu dekat, sehingga bunyi nafas kita pun terdengar oleh-Nya. Ketika Ia menundukkan kepala-Nya, ada kita di dekat kaki-Nya. Ia tersenyum dan tertawa ketika melihatmu mencari-cari-Nya, padahal kau ada di dekat kaki-Nya. Dan akhirnya, ia mengangkat pingangmu, membawamu naik untuk dapat menciummu. Untuk membiarkanmu memegang pipi-Nya, untuk membiarkanmu menarik rambut-Nya. Ia ada dekat sekali denganmu. Yang kau perlukan hanyalah menjulurkan tanganmu keatas, menengadahkan kepalamu, dan Ia akan mengangkatmu ke atas. Ia akan membungkuk dan mengulurkan tangan-Nya.

Jika kau merasa begitu jauh dari-Nya, INGAT KAU ADA DIDEKAT KAKINYA!



( Sumber = Elia )

Kamis, 25 Maret 2010

Pembantu yang jadi motivator sukses

Wanita ini hanyalah seorang pembantu rumah tangga, namun melalui kehidupannya, dia bisa memberkati orang-orang terpelajar.

"Nama saya Marni, saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ini saya memimpin sebuah komunitas yang anggotanya orang terpelajar, antara lain D3, S1, bahkan ada yang menjabat sebagai seorang manajer."

Namun Marni yang ceria dan penuh percaya diri ini, sangat jauh berbeda dengan Marni yang dulu. Dia menyimpan sebuah kenangan pahit di masa lalunya. Kemiskinan dan cacat pada matanya, membuat masa kecil yang harusnya bahagia, hilang berganti menjadi hinaan dan cercaan.

"Saya waktu itu kelas 3 SD. Saat itu saya baru menyadari bahwa fisik saya ada yang kurang, tidak sempurna. Mata kanan saya tidak bisa melihat, hanya yang kiri saja yang bisa melihat. Waktu itu teman-teman sering mengejek saya ‘Marni, matanya bijil (buta sebelah - red)..' kata-kata itu yang membuat saya sakit hati. Membuat saya sangat sedih. Saya merasa Tuhan tidak adil."

Marni tidak dilahirkan dalam keadaan cacat, namun karena sebuah kejadian sepele, seluruh kehidupannya berubah.

"Pada saat saya main, mata saya terlempar serpihan genteng. Saya kesakitan waktu itu, dan ketika saya tutup dengan tangan, ada darah di tangan saya. Dari hari ke hari, penglihatan saya semakin berkurang. Dan dalam waktu beberapa bulan, mata kanan saya sudah tidak bisa melihat lagi. Tetapi saya tidak pernah menyadarinya, sampai teman-teman saya mulai mengejek saya di kelas 3 SD waktu itu."

Hati yang terhujam dengan kekecewaan membuat Marni kehilangan jati diri, dia bertumbuh menjadi remaja yang minder dan sangat rendah diri.

"Ketika saya bertumbuh dewasa, saya mulai merasa minder, pemalu, penakut dan menjadi pribadi yang pendiam. Susah untuk tertawa, bahkan untuk senyum. Untuk bicara di depan dua orang saja saya gemetar, karena saya merasa fisik saya tidak sempurna."

Didalam ketidak sempurnaan dan keluguannya, Marni pun ingin mengubah nasibnya di Jakarta.

"Waktu itu ada saudara saya yang menawarkan pada saya pekerjaan di Jakarta. Saya bertanya, ‘kerjaan apa?' dia jawab ‘pokoknya gampanglah nanti. Ikut aku aja.' Di dalam hati saya ada kerinduan untuk mau pergi ke Jakarta. Pada hal belum jelas pekerjaan yang di tawarkan itu apa. Waktu itu saya masih menjahit di rumah, bahkan masih ada jahitan yang harus saya selesaikan. Lalu saya memberanikan diri untuk meminta ijin kepada orangtua saya. Kalau bapak saya sih mengijinkan, karena semua itu di kembalikan ke diri saya lagi. ‘Kamu sudah besar, kamu sudah bisa memilih apa yang baik untuk diri kamu,' demikian kata bapak."

Namun apa yang terjadi ketika Marni sampai di Jakarta, bukanlah yang dia harapkan. Sampai akhirnya Marni bertemu dengan seorang ibu yang mengajaknya bekerja di sebuah rumah tangga. Inilah rumah keluarga Agus Sugianto, tempat dimana Marni mengalami titik balik kehidupannya.

"Kami melihat penampilannya memprihatinkan sekali. Prihatin disini maksudnya kusut, dan banyak hal dalam kondisi fisiknya tidak dirawat, dan tidak di urus. Selain itu juga pembawaannya sangat pemalu sekali, bahkan cenderung menutup diri. Bahkan ketika bicara dengan orang, dia tidak berani menatap mata," demikian cerita bapak Agus, majikan Marni.

"Saya melihat Marni adalah seorang pribadi yang sangat sensitif. Lalu saya memberanikan diri untuk menanyakan pada Marni, apa yang terjadi dengan matanya. Dan memang, waktu itu Marni menceritakan masa kecilnya dengan menangis," demikian tutur ibu Mala, istri bapak Agus.

"Kami menempatkan dia sebagai anak kami, dan kami sebagai orang tuanya. Jadi kami melakukan suatu pendekatan, bicara dari hati ke hati. Gimana sih sebenarnya perasaannya dia, kekecewaanya dia," demikian bapak Agus memperlakukan Marni.

"Kami membimbing dia untuk melepaskan semua kekecewaan yang ada dalam dirinya, tentang keberadaan dirinya. Atau juga penyesalan mengapa semua itu terjadi. Jadi akhirnya waktu itu kami bawa semuanya itu kepada Tuhan, sehingga dia bisa menerima semuanya ini, dan tidak menjadi sebuah penyesalan yang berkelanjutan. Tetapi mempercayai bahwa apapun keberadaan dia, ada sebuah rencana Tuhan bagi dirinya," Ibu Mala menceritakan bagaimana dirinya dan suami membimbing Marni.

"Waktu itu bapak Agus dan bu Mala mengajarkan saya untuk membaca firman, mengajak untuk berdoa, dan berdoa bersama. Dan sewaktu saya pertama kali membaca Alkitab, saya membaca ‘Oleh karena kamu berharga dimataKu, dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.' Sewaktu firman itu saya baca, hati saya merasa tersentuh. Saya mengganti kata kamu dengan nama saya pada ayat itu. ‘Oleh karena Marni berharga di mata Tuhan, dan mulia, dan Tuhan mengasi Marni.' Saya akhirnya menerima diri saya apa adanya. Walaupun diri saya dalam kekurangan, dan diri saya cacat, tetapi saya menerima diri saya."

Apa yang menjadi kekurangan dalam diri Marni, kini menjadi sebuah kelebihan. Memimpin dan membina sebuah komunitas, kini menjadi kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Marni. Inilah cerita dari sahabat-sahabat Marni yang diberkati oleh kehidupannya:

"Mbak Marni itu sudah seperti ibu bagi saya, karena dia ikhlas menolong saya. Bahkan selalu memberikan perhatian yang lebih kepada saya," ungkap Samuel.

Lain lagi dengan cerita Grace, "Dia selalu memberikan nasihat-nasihat yang positif buat saya. Selalu menguatkan saya pada saat saya mengalami masalah yang berat. Dan juga memberikan dukungan doa pada waktu saya meminta seorang anak pada Tuhan, hingga saya boleh mempunyai seorang anak saat ini."

"Saya tidak melihat latar belakang pendidikan Mbak Marni, tetapi beliau bisa menjadi teladan buat hidup saya. Karena tidak semua orang yang berpendidikan tinggi itu dapat memberikan teladan," demikian cerita Hendra Gunawan S, S.H.

"Walaupun saya seorang manajer, tapi saya tidak melihat Mbak Marni sebagai pembantu rumah tangga. Yang saya lihat dari dirinya adalah kerendahan hatinya, dia orang yang bisa memimpin. Dan dia memberikan dampak buat orang lain, serta saya melihat hasilnya." David Mandoringin, sahabat Marni.

Inilah rahasia perubahan hidup Marni.

"Jadi saya berharga bukan karena apa kata orang, tetapi saya berharga karena apa kata Tuhan. Ketika saya sekarang sudah kenal Tuhan, saya percaya sama Tuhan, dan saya diubahkan. Saya melihat bahwa Tuhan bisa memakai orang yang tidak sempurna. Orang cacatpun bisa dipakai oleh Tuhan. Yang terpenting, ada kerinduan, ada kemauan dan hatinya mau dipakai oleh Tuhan." (Kesaksian ini ditayangkan 15 Desember 2008 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber kesaksian :

Marni



Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Rabu, 24 Maret 2010

Suherni, Wanita Dengan Seratus Pengasihan

Dalam gelapnya malam, bau semerbak kemenyan yang dibakar memenuhi udara. Seorang dukun tampak merapal mantra dibawah pohon, sementara gadis muda ini nampak duduk dengan wajah penuh tanya apa yang akan terjadi selanjutnya.

Berawal rasa ingin tahu mendengar rekan kerjanya yang menggunakan susuk, membawa Suherni (Mbak Ning) berguru pada seorang dukun.

"Kamu saya pakein tiga binatang ya.." ujar sang dukun.

"Oh iya... Saya mau..untuk bela diri," Eni mengangguk.

Ketika ilmu pertama dirapal dan dimasukkan oleh sang dukun, tubuh Eni jatuh terpental ke tanah. Namun sang dukun tidak lantas berhenti.

"Saya tambah lagi ya... Macan putih..,"

"Kok banyak amat.."

"Ngga papa... biar orang takut sama kamu..," jelas sang dukun.

Menurut sang dukun, semua ilmu yang diturunkan kepadanya akan membuat hidup Eni langgeng dan tidak mengalami kesusahan lagi. Mendengar penjelasan sang dukun Eni sangat senang, mengingat masa kecilnya yang susah.

Eni kecil harus menumpang pada pak de-nya (paman Eni) karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia. Dari memberi makan ternak hingga mengangkat air harus dilakoninya agar ia bisa tetap menumpang dirumah pak de-nya.

"Ya namanya hidup di kampung ya kaya gitu... susah," kenang Eni tentang masa kecilnya.

"Hidup saya tidak bisa tenang karena tidak ada kedua orangtua saya. Kalau sedih, saya cuma bisa nangis. Saya pikir saat itu, semua ini sudah takdir."

Dengan kekuatan yang dimilikinya, Suherni mendapat keberanian yang begitu besar. Suatu malam saat dalam perjalanan pulang dengan seorang teman, dua orang pemuda berusaha mengganggu mereka. Namun dengan beraninya, Eni menghardik dua pemuda itu.

"Jangan iseng kamu!"

Para pemuda itu langsung terdiam, dan Eni bersama temannya segera berlalu dari tempat tersebut.

"Saya bisa membuat orang yang mau marah jadi ngga jadi, orang yang kesel jadi ngga jadi. Jadi semua orang bisa saya buat nurut."

Tidak berhenti kepada ilmu tiga roh binatang, Eni kembali pada sang dukun dan menerima seratus ilmu pengasihan dan lima buah susuk.

Selama Eni bekerja di diskotik, semua ilmu dan susuk yang diterimanya dirasakannya sangat membantunya, hal tersebut membuatnya lupa diri.

"Setiap malam saya bisa dapet tip seratus ribu, saya bayangkan kalau satu bulan itu sudah gede, karena saya memang ingin cari uang yang banyak."

Kebahagiaan yang Eni bayangkan dengan uang banyak yang di dapatnya ternyata berakhir suram. Sebuah kejadian bukan hanya merengut semua kebahagiaannya, namun juga menghancurkan masa depannya.

Banyak pria tertarik pada Suherni, namun tidak satupun pinangan para pria itu diterimanya. Penolakan demi penolakan dilontarkan oleh mulut Eni, memunculkan kesombongan dalam dirinya.

Malam itu, Eni menemani seorang tamu minum-minum di diskotik tempatnya bekerja, hingga dirinya mabuk dan tertidur. Pria tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Eni dibawanya kesebuah ruangan dan digauli dalam keadaan tidak sadar.

"Ketika saya sadar, saya sudah dalam keadaan tidak berpakaian.. saya ditinggalkan seorang diri dalam keadaan seperti itu."

Rasa sedih dan malu yang teramat dalam harus ditanggung Suherni karena aib itu. Dirinya bisa menangis meratapi nasibnya saja. Kini impiannya untuk mencari uang yang banyak kandas sudah, sebab akibat tindakan bejat pria tersebut, kini Eni hamil. Sudah berkali-kali, dirinya mencoba menggugurkan jabang bayi yang ada dirahimnya, namun semua itu gagal. Akhirnya, pria itu dicari dan dipaksa untuk menikahi Suherni.

"Sehabis nikah siri, saya dianterin pulang kampung."

Ketika tiba saatnya melahirkan, pria tersebut dihubungi dan akhirnya datang menemui Eni dirumah sakit. Namun dengan alasan mencari tambahan uang untuk melunasi biaya bersalin di rumah sakit, pria tersebut melarikan diri dan tidak pernah kembali lagi.

"Dia datang dengan bawa duit cuma dua setengah juta. Suami saya bilang akan cari uang untuk lunasin rumah sakit, tapi habis itu dia kabur sampai sekarang. Saya berpikir memang mungkin bukan jodoh saya, dan saudara-saudara saya juga meminta untuk merelakan saja dia pergi," ungkap Eni.

Eni tidak membenci bapak dari anaknya, karena dia sendiri memang tidak pernah menyukai pria tersebut. Akhirnya, Eni membesarkan sendiri bocah laki-laki itu dengan kemampuannya yang apa adanya. Karena tidak memiliki keahlian apapun, Eni akhirnya menerima tawaran pekerjaan dari kakaknya sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.

"Saya dibawa sama kakak saya kerja sama ibu Ita."

Menjadi pembantu rumah tangga, sekalipun tidak membutuhkan keahlian yang khusus ternyata bukan pekerjaan yang mudah. Ada aturan dan tata cara sendiri yang dibuat oleh sang majikan, dan Eni sering lupa hal tersebut. Ketika diingatkan, Eni malah marah.

"Dulu kalau saya dikasih tau sama ibu Ita, saya sering emosi, marah, ngelawan. Habis itu saya ngedumel. Orangnya ngga ada, saya marah-marah sendiri. Tapi bu Ita itu, ngga pernah marah sama saya."

Sikap keras Eni sepertinya sudah mendarah daging dalam dirinya. Terhadap anaknya, Eni juga tidak menunjukkan sikap kasih sayang ataupun kelemah lembutan.

Suatu hari, anaknya bermain di rumah tetangga. Ketika bermain dengan seorang teman, anaknya berebut mainan lalu berkelahi dengan temannya, dan lari kerumah.

"Mama temenku tadi mukul aku.."

"Terus.."

"Ya aku pukul lagi.."

"Mamakan sudah bilang, kalau main itu ngalah. Jadi ngga usah berantem.!!"

Keras kepala Eni sepertinya menurun kepada anaknya. Anaknya tersebut melawan nasihat Eni.

"Dia ngelawan sama saya," tutur Eni. "Matanya melotot-melotot.. Kebetulan saya bawa balok panjang. Punggungnya saya gebuk."

Dengan sekuat tenaga, Eni memukuli punggung anak laki-laki kecil itu dengan pukulan yang bertubi-tubi.

"Seperti ada yang dorong. Ada bisikian di telinga sebelah kiri saya ‘terus..terus..!' Kalau saya marah sama anak saya itu, sepertinya setan senang."

Ketika tengah memukuli anaknya, sang majikan, Ibu Ita datang dan berusaha menyelamatkan anak Eni.

"Ketika saya sedang mengangkat kayu tersebut, tiba-tiba Ibu Ita datang dan menarik kayu tersebut."

Eni semakin bertambah marah atas tindakan ibu Ita tersebut.

"Anakmu nanti mati kalau kamu pukulin seperti itu," demikian Ibu Ita berusaha menyadarkan Eni.

Ibu Ita melihat mata Eni seperti orang kesetanan. Ibu Ita bertambah kaget saat Eni berani melawannya, dirinya merasa bahwa itu bukan diri Eni yang sebenarnya.

"Ngga usah ikut campur!! Itu anak saya..!" Teriak Eni pada ibu Ita.

Semua ilmu yang dimiliki Eni sekarang malah membuat hidupnya tidak tenang, tidak seperti yang dijanjikan sang dukun dulu. Bahkan ketika malam tiba, keadaannya semakin menyeramkan baginya.

"Saya ngga pernah bisa tidur. Tidurnya susah. Saya juga ngga pernah bisa berdoa. Susah... karena saya terganggu bayangan-bayangan binatang. Saya diputerin terus, di sekeliling saya ada empat puluh binatang. Saya memang ngga bisa ngelepasin, karena saya sudah janji. Tapi semua yang dijanjikan oleh guru saya tidak benar, malah buat hidup saya susah."

Hingga suatu hari, secara tidak sengaja Suherni memergoki kedua majikannya, Ibu Ita dan Bapak Ivan sedang berdoa dengan khusuk, hal tersebut sangat mengusik hatinya. Ketika mencoba mengintip untuk cari tahu apa yang sedang mereka lakukan, Eni tidak bisa melihat lebih jelas karena celah dijendela begitu kecil.

"Saya mengintip dari jendela, apa itu sih ibu Ita berdoa sambil menangis-nangis. Saya terharu, saya kepengen, saya ngintip terus.. ngintip terus...tapi ngga kelihatan karena jendela ditutup. Saya penasaran, akhirnya saya ketuk-ketuk.. Pak buka dong... saya pengen lihat seperti apa itu berdoa. Siapa ini Tuhan Yesus, saya ingin mengenal lebih lagi."

Hari itu, Bapak Ivan dan Ibu Ita mengajak Eni untuk berdoa bersama. Namun seperti ada penghalang, sangat susah bagi Eni untuk berdoa.

"Saya ngga bisa berdoa, karena saya belum percaya Yesus.."

Untuk mengusir keraguan Eni, Ibu Ita memberikan sebuah Alkitab untuk dibacanya.

"Setiap siang saya baca, saya renungin. O..gini ya... Tuhan pasti mau mengampuni saya. Walaupun saya sudah banyak berbuat dosa, tapi Tuhan mau mengampuni saya. Saya ingin lepasin, tapi rasanya beban ditubuh saya ngga mau keluar."

Akhirnya, dengan rasa ingin tahu yang menggebu-gebu Eni mengikuti sebuah seminar rohani. Di hari terakhir seminar tersebut, Eni ditantang untuk melepaskan ilmu-ilmu yang dimilikinya. Ketika Eni memberikan diri untuk didoakan sesuatu yang mengerikan mulai terjadi.

"Dalam nama Yesus, kuasa roh-roh jahat ku hancurkan. Dalam nama Yesus!"

Eni mulai bermanifestasi, roh-roh yang ada dalam tubuhnya mulai memberontak. Menggeram-geram bak singa, Eni tampak sangat marah ketika di doakan. Setelah di doakan selama lima belas menit, akhirnya roh itu keluar, dan Eni mengalami kelepasan total.

"Setelah jimat-jimat saya dilepaskan, hati saya lega dan tenang."

Kini Suherni menjadi manusia baru, dengan karakter yang lebih lembut bahkan mau melayani Tuhan dengan apa yang dia bisa.

"Sekarang saya diberkati sama Tuhan. Diubahkan sama Tuhan. Saya berterima kasih pada Tuhan karena sudah diampuni dan Tuhan sayang sama saya." (Kisah ini ditayangkan 24 Maret 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Suherni

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

HIDUP BER-KELIMPAHAN !!

HIDUP YANG BERKELIMPAHAN Yohanes 10:10
Yas 03X07



Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

1. Hidup yang Berkelimpahan di dalam 2 Korintus 4:7
Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.

Inilah harta yang tidak bisa diambil orang lain, harta yang kekal, harta yang tak ternilai dari harta-harta lainnya yang ada.
Yaitu KEKUATAN YANG MELIMPAH-LIMPAH itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
Harta yang ada di dalam kehidupan kita adalah Roh Kudus yang ada di Hati kita / di dalam diri kita.
Maka Kekuatan itu akan nyata di dalam kehidupan kita .

Zakharia 4:5 Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!" (:6 ) Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Sama dengan jemaat-jemaat di Efesus bisa dibaca di dalam Wahyu 2:1-7.
Wahyu 2:1 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
(2) Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
(3) Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
(4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
(5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
(6) Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
(7) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Galatia 3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
Maka mulailah kehidupan kita dengan Roh, Roh Allah / Roh Kudus maka kita akan HIDUP BERKELIMPAHAN apapun yang ada di dalam hati kita sudah disediakan oleh Allah / Tuhan Yesus

Efesus 4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.( pengangkatan oranr-orang yang di Kuduskan Tuhan )


2. Hidup yang Berkelimpahan di dalam 1 Petrus 1:6-7
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.(:7 ) Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Hidup kita yang perlu diubah setiap harinya, sebab dahulu kita mati rohani dan sekarang kita hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus. Dan supaya engkau menjadi kaya.:
Wahyu 3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, (18 ) maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat


3. Hidup yang Berkelimpahan di dalam 2 Korintus 3:18
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Hidup yang di dalam Tuhan Yesus sebab Allah adalah Roh.
2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
Contoh yang bisa kita pelajari dari Abraham yang tidak mengejar Duniawi. maka kita akan hidup berkelimpahan d dalam Roh Allah / Roh Kudus ( Kristus Yesus )



Amein
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Selasa, 23 Maret 2010

Hamba Tuhan Terjebak Narkoba ***

Ketika sebuah keinginan atau nafsu yang timbul dari dalam hati mendesak seseorang untuk segera memenuhinya, maka tidak jarang banyak orang yang terjebak olehnya. Seperti Lukas Gunawan, seorang pendeta yang kecanduan narkoba. Dari menjadi seorang pendeta, dia diam-diam beralih profesi menjadi seorang pengedar narkoba. Istrinya pun merencanakan pembunuhan terhadapnya.

Kisah ini dimulai pada tahun 1996. Lukas Gunawan mengajukan surat pengunduran diri dari gereja. Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan semua aktifitas pelayanannya.

"Saya ingin menjadi lebih kaya. Kalau saya melayani Tuhan, saya mendapat gaji tetap setiap bulan dan saya berpikir kapan saya bisa memiliki barang-barang mewah dan bagus seperti yang saya harapkan pada waktu itu."

Keputusannya untuk mundur dari gereja membawa Lukas bertemu dengan teman-teman lamanya yang sudah terlebih dahulu menekuni bisnis. Kesuksesan sepertinya akan segera menjadi kenyataan dalam hidup Lukas.

"Rupanya teman-teman saya ini sudah menjadi pemakai narkoba. Jadi akhirnya dari pertemuan-pertemuan awal ini selama beberapa bulan, bukan bidang usaha yang kita bicarakan tapi lebih banyak kepada entertainment. Kami bertemu di tempat-tempat hiburan malam, mendengarkan musik, dan di situlah saya berkenalan dengan yang namanya narkoba. Pada saat itu saya mengenal pil ecstasy. Saya hidup di dalam dunia narkoba ini kurang lebih empat tahun."

Narkoba ternyata memupuskan semua harapan Lukas. Ia terseret semakin dalam dengan keterikatannya. Untuk memuaskan hasratnya pada narkoba, ia nekad melakukan hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Lukas beralih profesi menjadi pengedar narkoba.

"Peran saya sebagai kepala keluarga sangat rusak. Saya tidak memberikan nafkah untuk keluarga, dan saya pun jarang di rumah. Jadi lama-kelamaan keluarga saya di ambang kehancuran."

Istrinya, Haryani, menceritakan pengalamannya pada saat itu.

"Ketika saya membuktikan sendiri bahwa dia terlibat dengan narkoba, hati saya hancur sekali. Hancur.... sedih.... berkecamuk di dalam dada sampai akhirnya timbul pemberontakan-pemberontakan saya terhadap dia."

Keterikatan Lukas kepada narkoba selama bertahun-tahun memicu pertengkaran demi pertengkaran di dalam rumah tangganya. Sehingga sebuah keputusan diambil oleh Haryani, istrinya. Haryani berniat membunuh Lukas, suaminya.

"Suami saya tahan pisau itu. Dia tahan.... tahan.... sampai tangannya berdarah-darah. Pada saat itu kebetulan ada teman saya yang suka memberikan konseling kepada saya. Dia yang melerai pertengkaran saya sehingga tidak terjadi pembunuhan tersebut."

"Setelah saya masuk ke dalam dunia kegelapan narkoba ini, akhirnya ujung-ujungnya rumah pun dijual. Kemudian tadinya kita punya beberapa mobil yang baik, itu pun dijual. Terjadi kemerosotan juga di dalam perekonomian keluarga. Pekerjaan saya ini bisa dikatakan pekerjaan haram. Uangnya pun bisa dikatakan uang setan, dimakan sama iblis. Tidak pernah uangnya bisa terkumpul."

Empat tahun bukan waktu yang singkat bagi Haryani untuk bersabar menghadapi suami yang menjadi pecandu narkoba. Kepergian Lukas selama berbulan-bulan memperburuk kemelut rumah tangganya. Hal ini menimbulkan depresi yang amat berat dalam kehidupan Haryani. Terbersit sebuah jalan pintas untuk mengakhiri penderitaan di dalam hatinya hingga suatu ketika Haryani pun menjadi gelap mata.

"Saya sempat membawa dua orang anak saya ke jalan tol. Saya setir mobil saya sekencang-kencangnya. Saya terpikir mau membawa mobil itu ke pinggir kemudian saya ketengahkan lagi dengan tiba-tiba supaya ada orang yang nabrak dari belakang. Saya hanya menyesali hidup saya yang seperti ini. Suami pergi meninggalkan saya dan anak-anak, tidak punya tanggung jawab sama sekali. Sementara usaha saya juga sudah menjadi morat-marit, tetapi seperti ada suara yang bilang, ‘Kamu gila melakukan hal itu. Anak-anak kamu tidak bersalah. Kamu tidak boleh lakukan itu. Kamu berdosa. Apakah dengan jalan kamu mati, kamu akan beres? Akan selesai masalahnya?' Oh Tuhan, ampuni saya.... Semenjak kejadian itu saya sudah mulai lagi membawa nama Tuhan dalam pergumulan saya."

Di lain pihak, Tuhan mulai bekerja di dalam hati Lukas.

"Memasuki tahun 1999 - 2000an, saya mengalami suatu depresi yang cukup berat karena efek dari pemakaian narkoba ini. Timbul perasaan sedih, kemudian timbul perasaan takut yang tidak jelas. Karena saya tidak bisa tidur selama berhari-hari, mulai timbul yang namanya halusinasi. Pengamatan saya menjadi kacau. Dan itulah yang membuat saya lebih takut lagi. Saya pikir saya akan meninggal. Hal itu menjadi salah satu pendorong yang membuat saya ingin segera berbalik kepada Tuhan."

Dukungan dari teman-temannya semakin menguatkan Haryani untuk mengandalkan pertolongan Tuhan bagi pemulihan keluarganya. Melalui pertolongan seorang hamba Tuhan, Haryani bertemu kembali dengan Lukas setelah berpisah selama enam bulan. Namun pergumulan Lukas dan Haryani belum selesai karena Lukas harus berjuang untuk melawan ketergantungannya terhadap narkoba.

"ketika kami sudah kembali hidup bersama dan saya melihat suami saya yang tertidur, sepertinya kelelahan, ada rasa kasihan di hati saya. Saya berpikir bahwa saya juga bukan seorang istri yang baik. Saya terlalu keras sehingga membuat dia seperti itu."

Pemulihan demi pemulihan terus dialami Lukas dari keterikatannya terhadap narkoba. Yesus hadir dan menyatakan kuasanya untuk memulihkan kehidupan rumah tangga dan membebaskannya dari belenggu narkoba hingga hari ini.

"Tuhan itu sangat luar biasa mengasihi saya dan keluarga saya. Karena saya diberikan kesempatan untuk bertobat dan saya diberikan kesempatan lagi untuk melayani Tuhan. Jadi aktifitas saya pada hari-hari ini juga selain saya bekerja adalah untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati."

"Tuhan, terima kasih karena Engkau telah teguhkan hati saya untuk tetap bersatu dengan suami saya sehingga tidak terjadi perceraian. Tuhan, terima kasih Engkau telah bentuk keluarga kami sedemikian rupa sehingga kami bisa ada sampai dengan hari ini untuk kemuliaan nama Tuhan."

Tidak ada seorangpun yang kebal terhadap dosa. Sekalipun dia seorang pendeta atau dia mempunyai gelar yang lain atau dia seorang yang aktif di rumah-rumah ibadah, tetapi kalau dia tidak menjaga hati dan tidak memiliki takut akan Tuhan, dia bisa jatuh ke dalam dosa. Dan dosa ini yang membuat hubungan manusia terpisah dengan Tuhan. Dosa yang membuat doa kita tidak dijawab oleh Tuhan. Dan upah dosa adalah maut, mati dan binasa. Yesus Kristus datang untuk mengampuni dosa kita. Dan DIA berjanji jika kita mengaku dosa, maka IA setia dan adil. Dosa kita akan diampuni dan DIA akan menyucikan kita dari segala kejahatan kita dan memberikan jaminan hidup yang kekal. (Kisah ini ditayangkan 4 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).


Sumber Kesaksian :
Lukas Gunawan


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Senin, 22 Maret 2010

Cinta seorang ibu ***

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun

There is a story living in us that speaks of our place in the world

It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves

Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan

Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali

Sumber : INBOX dari bro Rexson Napitupulu

Mencari Tuhan

Mengapa kita mencari ? karena kita sangat mengasihi sangat cinta, sangat membutuhkan, sangat rindu.
Jika demikian, apakah kita akan mencari dengan asal saja atau dengan sungguh-sungguh berusaha? Mencari Tuhan meliputi :
1. Berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati dan di dalam doa yang sungguh (Yesaya 55:6 Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui berserulah kepad-NYA selama ia dekat!)

2. Lapar dan dahaga akan kebenaran dan kehadiran ALLAH (Mazmur 24:3-6 )

3. Mengikat diri dengan sepenuh hati untuk mengikuti kehendak Allah dan meninggalkan semua tindakan yang tidak menyenangkan Allah. (2Tawarikh 7:14 dan umat-Ku, yang atasnya mama-Ku di sebut,merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

4. Mempercayai dan bersandar kepada Allah sebagai satu-satunya penolong (Ibrani 13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata : “Tuhan adalah Penolongku, Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Orang yang bersungguh-sungguh mencari DIA akan mendapat upah (Ibrani 11:6 Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari DIA).(ml)

TUHAN SELALU MENYERTAI KITA SEMUA

Bangkit Setelah 4 Hari Dianggap Mati ***

Rismanto sedari remaja sudah menjadi orang yang sangat nakal. Perbuatannya yang suka mencuri uang dan telur peliharaan ayahnya kerap membuatnya dia harus dihukum. Bukan dengan tamparan sang ayah akan menghukum, tetapi dengan ikat pinggang. Sabetan demi sabetan membuat badannya begitu kesakitan. Ayahnya pun tak segan-segan menghukumnya di depan anggota keluarga lainnya yang membuat di dalam dirinya timbullah dendam dirinya untuk membalas semua perbuatan sang ayah.

Menunggu waktu itu datang, amarah dan dendam yang dipendam oleh Anto kepada ayahnya dilampiaskannya di luar rumah. Ia bergaul dengan lingkungan anak-anak yang tidak baik, jorok, dan nakal. Hari-harinya diisi dengan mabuk-mabukkan. Menurutnya, inilah komunitas yang bisa menerima dia. Keluarga yang seharusnya menjadi orang terdekat baginya malahan adalah orang-orang tidak pernah percaya akan dirinya. Hal inilah yang membawanya senang hidup di dalam dosa.

Perbuatan Anto dan teman-temannya semakin hari semakin brutal dan begitu meresahkan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

"Ada mobil lewat, saya cegat, saya hajar itu mobil, saya pecahkan itu mobil sehingga banyak masyarakat yang resah disana. Gak ada punya pikiran pengen jadi orang seperti ini atau seperti ini," ujarnya.

Anto pun tidak percaya dengan perkataan yang keluar dari mulut ibunya sendiri ketika ia sedang menuju ke ruang ibunya yang sedang berdoa. "Ia bilang, ‘Tuhan cepat ambil nyawa anak saya karena dia telah meresahkan cukup banyak orang' Bukannya mengubah, tetapi dia justru sama saja. Ia tidak menyukai saya, jadi untuk apa lagi saya hidup benar kalau semua orang tidak menyukai saya."

Hatinya hancur, Anto semakin liar. Karena begitu terkenal dengan kenakalannya, Anto diundang dalam sebuah pesta narkoba.

"Hari itu saya ingat malam minggu. Pesta dimulai jam 8 malam. Di atas meja itulah ada obat-obatan, minum-minuman dan jumlahnya cukup banyak. Saya langsung ambil 8 nih karena saya pingin disebut super kan hari itu. Kan khusus datang dari Bandung. Minum kan diteguk aja gitu tanpa dihitung lagi. Ambil lagi, nih...nih.. Mungkin karena terlalu banyak mengonsumsi dalam waktu yang singkat ya langsung minum atau telan, saya pingsan, gak sadarkan diri."

Rekan-rekan satu mabuk dengan Anto, pergi meninggalkannya karena kebingungan. Mereka begitu ketakukan karena dipikir dirinya sudah meninggal jadi mereka menyembunyikan dirinya di ujung kursi tamu dimana mereka waktu itu sedang berpesta minuman keras dan obat-obatan terlarang agar terlepas dari tanggung jawab.

Selama empat hari Anto tidak sadarkan diri, bahkan sudah dianggap mati. Namun dia seakan tidak peduli akan kematian dan semakin menjadi-jadi.

"Bukannya bertobat, justru saya semakin menjadi. Saya semakin terus mabuk dengan minuman yang lebih dari hari-hari sebelumnya. Saya terkapar hari itu di depan pintu kamar saya karena di paviliun. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk buka pintu. Saya bangun siang, buka pintu, lalu pindah ke dalam, saya lanjutkan tidur saya disitu dan saya baru bangun sore." Ungkapya.

Anto begitu terkejut saat dia terbangun ada seseorang yang duduk di samping tempat tidurnya. Pria yang usianya lebih muda darinya itu pun mengajak dirinya bertobat dan berbalik kepada Tuhan.

"Saya kaget, kok ada orang ini disini. Terus dia bilang, ‘inilah saatnya untuk saya bicara kepada abang, "Bang, kayaknya hari ini adalah hari yang tepat abang untuk bertobat. Saya hanya ingin abang mau berdoa , jadi abang jangan tolak' Dan dia doakan saya waktu itu. Orang ini benar-benar mengasihi saya, orang ini betul-betul memperhatikan saya, orang ini betul-betul peduli kepada saya. Tidak seperti keluarga saya kemarin. Tidak ada satu pun yang tidak peduli kepada saya. Tidak ada satupun yang mengasihi saya"

Selama dua tahun pria tersebut setia membimbing Anto. Melalui kasih dari pria tersebut, Anto pun dapat mengenal dan merasakan kasih Tuhan. Kasih dan pengampunan yang telah diterimanya dari Tuhan pun akhirnya memampukannya melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya.

"Ketika saya lihat ayah saya yang ada di Kalimantan, saya rindu. Dulu saya benci ketemu sama dia, sekarang saya rindu ketemu sama dia. Kerinduan itu saya tulis dalam surat. Saya katakan, ‘Saya rindu Bapak. Kapan Bapak pulang? Saya ingin bertemu dengan Bapak karena saya sudah mengampuni dia. Tidak lagi dia sebagai ayah yang kejam bagi saya, tetapi betul-betul ayah yang saya butuhkan dari dia. Dari surat-surat yang dia kirim kepada saya, saya merasakan kasih sayang dia. Aduh, luar biasa dia ternyata dia Ayah mengasihi saya"

Untuk membenahi hidup yang sebelumnya telah dia hancurkan sendiri, Anto memutuskan untuk kuliah. Dengan berbekal penghasilan sebagai pedagang asongan di lampu merah, ia pun dapat membayar uang kuliahnya ketika itu.

Usahanya tidak sia-sia, Anto lulus kuliah dengan prestasi yang cemerlang dan menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Saat ini, Anto telah menjadi direktur pada perusahaannya sendiri, memiliki sebuah restoran bebek, rental mobil, dan memiliki sebuah lembaga bahasa asing, namun tetap menjadi pribadi yang rendah hati.

"Kehidupan saya dulu tuh ibaratnya seperti seekor kodok buruk, yang tidak mempunyai nilai, yang tidak disukai orang, bahkan kehadirannya dihindari orang ya karena jijik. Karena kasih sayang Tuhan Yesus, saya tidak lagi menjadi kodok buruk, tetapi seorang pangeran," ujar Rismanto mengakhiri kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 22 Februari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Rismanto


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Minggu, 21 Maret 2010

Kasih Tuhan Membuatku Mengampuni ***

Setelah menikah tak setetespun kebahagiaan yang ia rasakan. Ia melalui hari-harinya bersama seorang suami yang kejam dan otoriter. Hanya penderitaan dan caci maki yang ia terima. Hanya karena salah masak, ia menerima tamparan dari suaminya. Ia tidak bisa melampiaskan amarahnya pada suaminya karena suaminya akan lebih marah. Ia hanya bisa memendamnya dalam hati.

Ditengah dirinya yang merasa teraniaya, ia harus tetap melayani suaminya walaupun bukan berdasarkan rasa cinta. Suaminya selalu memukul. Tetapi sesakit apapun ia tidak menjerit, ia hanya menangis. Karena ia malu bila didengar tetangga. Pernah suatu hari ia dicambuk memakai ikat pinggang karena tidak mau melayani suaminya. Badannya memar dan tidak dapat bergerak karena terlalu sakit.

Semakin lama kebiadaban suaminya semakin nampak. Hanya karena ia tidak sempat membersihkan kertas-kertas yang menjadi mainan anak-anaknya, ia dimarahi suaminya. Suaminya menyuruhnya memakan semua kertas-kertasnya, dan menodongkan golok ke leher Yun In. Yun In pasrah. Akhirnya suaminya tidak jadi membacoknya.

Bukan hanya Yun In, tetapi anak-anaknya pun menjadi korban kekejaman ayahnya. Pada suatu hari mereka sekeluarga ingin pergi makan malam bersama keluar, Ay chen, salah satu dari anaknya tidak ikut. Lalu akhirnya Ay Chen tinggal dirumah. Pada saat mereka pulang Ay Chen terlalu lama membukakan pintu. Akhirnya Ay Chen ditampar dan di bilang pelacur.

Walaupun ia mengalami banyak tekanan, cacian, makian dan perlakuan kasar ia tetap sabar dan tidak pernah menyesal akan pernikahannya sejak tahun 1970 Itu. Hal yang paling menyakitkan adalah karena ternyata suaminya telah menikahi perempuan lain di Batam dan berniat membawa istri barunya itu tinggal bersama-sama dengan mereka. Yun In tidak setuju dan meminta cerai. Karena suaminya tidak ingin menceraikan, akhirnya suaminya tidak jadi membawa istri barunya itu.

Karena kesulitan keuangan suaminya menyuruh Yun In untuk bekerja di Kali Jodo sebagai pelacur. Yun In tidak setuju, akhirnya ia pun mendapat pukulan dari suaminya. Setelah itu ia mulai menyadari bahwa ia terlalu tersiksa dengan perlakuan suaminya. Ia juga akhirnya harus mengurus anak dari istri baru suaminya.

Akhirnya pada suatu hari kondisi kesehatan suaminya mengalami penurunan. Karena kebenciannya Yun In mengusir suaminya dan mengungkapkan kemarahannya bahwa ia tidak akan pernah memaafkan suaminya bahkan sampai liang kubur.

Suami Yun In tinggal dipinggir jalan sampai pada suatu saat kondisinya semakin lemah. Akhirnya Yun In membawa suaminya pulang. Pada saat dirumah, mereka mendapatkan kunjungan dari teman-temannya. Itulah sat pertama kalinya suami Yun In mengucapkan kata maaf karena telah menyiksa dan memukul Yun In. merekapun didoakan. Walaupun kaget, Yun In merasa iba dan bisa mengucapkan kata pengampunan, tetapi masih menyimpan benci dalam hati.

Ditengah kebencian yang belum padam, anak-anak Yun In tetap berusaha untuk berada disamping ayah mereka yang semakin kritis. Mereka berdoa supaya Tuhan mengampuni kesalahan papa mereka.

Sepeninggal sang suami, Yun In dan anak-anaknya belum sepenuhnya memaafkan sang ayah. Pada kesempatan yang berbeda terjadi sesuatu yang luar biasa dalam hidup keluarga Yun In. Yun In berdoa untuk dipulihkan dan mengampuni suaminya. Setelah itu Yun In merasakan damai sejahtera yang luar biasa. Ay Chen, sang anak berdoa untuk bisa mengampuni ayahnya. Dan dalam doanya ia melihat ayahnya menangis, lalu setelah ia melepaskan pegampunan, ia melihat ayahnya tersenyum.

"Seandainya papa saya masih bisa denger, saya ingin bilang, saya juga sayang sama dia." Kata Ay Chen sambil menangis

Akhirnya Yun In dan keluarganya dapat merasakan kebahagiaan yang sempurna. Karena mereka telah mengampuni.

"Arti Yesus buat saya adalah segala-galanya, karena Dia saya ada damai sukacita, karena Dia, saya bisa hidup seperti ini didunia ini." Ungkap Yun In dengan penuh sukacita.

Sang anak yang ditinggal ibu kandungnya pun mengungkapkan isi hatinya bahwa kerinduannya adalah ingin bertemu dengan keluarga kandungnya. (Kisah ini ditayangkan pada 10 Februari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
sumber kesaksian:
Li Yun In

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

KATA-KATA PROVETIK

Pembacaan dari Markus 21:18-22

Kata-kata provetik, wajib diucapkan oleh setiap anak Tuhan. Sebab dengan mengucapkan kata-kata provetik, kita menyatakan iman kita. Seorang dokter gigi langganan saya menjelaskan pada saya, bahwa dia selalu mengucapkan kata-kata provetik untuk dirinya sendiri setiap pagi. Dia berceritera pada saya, bahwa dia sebenarnya mengidap suatu penyakit yang cukup berbahaya. Dan pengobatannya sangat mahal. tetapi dia beriman pada Tuhan, bahwa Tuhan akan menjamah dia. Setiap hari dia mengucapkan kata-kata provetik, AKU SEHAT, AKU KUAT.

Kebiasaan itu berlangsung terus, dia melakukannya dengan iman dan percaya pada Allah. Dia melakukannya seperti sebuah rutinitas makan. Sekarang usianya sudah mencapai lebih dari 60 tahun. Dia masih terlihat sehat dan segar.

Saudara-saudari ku yang terkasih dalam Kristus. Saya melakukan juga apa yang dilakukan dokter gigi saya. Setiap hari perkataan provetik itu saya perkatakan sebagai sebuah kebutuhan yang tidak bisa saya tinggalkan. Dan memang terbukti, iman kita kepada Tuhan melalui kata-kata provetik. Membuat saya masih bisa beraktivitas normal sampai saat ini. Walau sesungguhnya secara medis, saya tidak bisa melakukannya.

Ayat 21 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini :"beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Hal itu akan terjadi.


Ayat 22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."


Jangan menyerah dengan keadaan kita. Tubuh yang lemah bukan halangan untuk kita beraktivitas. (ml)

TUHAN MEBERKATI

BELAS KASIHAN

Belas kasihan adalah suatu perasaan iba yang menggerakkan hati sanubari orang. Perasaan yang membuat seseorang merasa sedih melihat penderitaan dan kemalangan sesamanya, disertai dorongan yang kuat untuk menolong. Sesungguhnya belas kasihan adalah ciri khas ALLAH.

2Raja-Raja 13:23a Tetapi Tuhan mengasihani serta menyayangi mereka oleh karena perjanjianNYA dengan Abraham, Ishak, dan Yakub.....

Belas kasihan juga merupakan ciri Tuhan Yesus.
Markus 1: 41 Maka tergeraklah hatiNYA oleh belas kasihan, lalu IA mengulurkan tanganNYA, menjamah orang itu dan berkata kepadanya:”Aku mau, jadilah engkau tahir,”

Jika ingin dikupas, masih banyak lagi ayat-ayat yang menyatakan belas kasihan ALLAH dan Yesus. Saudaraku yang terkasih dalam Kristus, apakah kita memiliki perasaan yang sama dengan ALLAH dan Tuhan Yesus? Sebagai anakNYA, seharusnya kita memiliki perasaan itu, SEBAB, BUAH JATUH TIDAK JAUH DARI POHONNYA. Jika kita jatuhnya jauh dari pohon Allah, lalu buah siapakah kita ? (ml)

Biarlah Tuhan Yesus senantiasa memberkati kita semua dengan belas kasihanNYA.

Jumat, 19 Maret 2010

Kisah penyemir sepatu ***

Adalah seorang Bapak yang berprofesi sebagai pengusaha. Setiap hari Bapak ini harus menyeberang sungai dengan sebuah kapal kecil untuk menuju ke kantornya. Sebelum pergi, biasanya ia mampir di sebuah kedai yang letaknya tidak jauh dari pelabuhan itu untuk minum kopi. Di sekitar kedai itu ada beberapa anak kecil yang menawarkan jasa semir sepatu kepada pria-pria yang sedang duduk menikmati hangatnya kopi pagi.

Bapak inipun memanggil seorang anak kecil untuk menyemir sepatunya. "Nak, mari datang kemari. Tolong semirkan sepatu Bapak ya?" Anak kecil itupun datang menghampiri Bapak ini dan dengan penuh semangat mulai menyemir sepatunya. Dari mata anak itu terpancar betapa senangnya ia melakukan pekerjaan itu untuk Bapak ini. Setelah selesai, sejumlah uangpun diberikan kepadanya, dan anak itu mengucapkan terima kasih.

Keesokan harinya, ketika Bapak ini baru saja turun dari kapal kecil yang ditumpanginya, dari kejauhan anak itu segera berlari mendapatkan Bapak ini. Dengan senang hati ia membantu membawa tas Bapak ini sampai ke kedai kopi. Sementara Bapak ini menikmati hangatnya kopi pagi, anak kecil itu menyemir sepatunya sampai mengkilap. Seperti biasanya, setelah anak itu selesai menyemir sepatu, Bapak ini kemudian memberikan sejumlah uang kepadanya.

Kejadian ini terus saja berulang sampai suatu pagi terjadi suatu hal yang tidak seperti biasanya. Pagi itu, ketika anak kecil ini melihat sang Bapak turun dari kapal, dengan sekuat tenaganya ia berlari mendapatkannya dan membawa tasnya sampai ke kedai kopi. Ia membuka sepatu Bapak ini dengan tangannya sendiri dan kemudian menyemir sepatunya sampai mengkilap. Dari sorot matanya yang polos, ia melakukannya dengan penuh antusias. Setelah selesai, Bapak ini kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari kantongnya untuk memberikannya kepada anak itu. Tapi reaksinya sungguh berbeda. Anak itu menolak pemberian Bapak ini.

Bapak ini kaget. ‘Apa yang terjadi? Apa ia tidak membutuhkan uang?', tanya Bapak itu dalam hatinya. Kemudian dengan lembut Bapak ini bertanya sambil menatap wajah anak itu, "Nak, kenapa kamu tidak mau mengambil uang ini? Apakah kamu tidak membutuhkannya?" Dengan mata berkaca-kaca anak kecil tersebut menjawab, "Pak, saya ini anak yatim piatu. Saya hidup di jalanan. Kedua orang tua saya sudah lama meninggal. Saya belum pernah merasakan bagaimana kasih sayang orang tua. Tetapi ketika kita pertama berjumpa dan Bapak memanggil saya dengan sebutan, ‘Nak, mari datang kemari', sewaktu Bapak memanggil saya ‘Nak', saya merasa seperti anak Bapak. Saya merasa memiliki ayah lagi. Oleh sebab itu saya tidak mau lagi mengambil uang yang Bapak berikan kepada saya. Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."

Kemudian sambil menangis, sambil memegang bahu anak itu dan memandang wajahnya, Bapak itu bertanya, "Nak, maukah mulai saat ini juga kamu tinggal bersama saya dan menjadi anak saya?" Sambil memeluk erat Bapak itu anak ini menjawab, "Ya, Pak. Saya mau!"

Bukankah demikian dengan kita? Ketika kita sebagai anak yang terhilang, Tuhan datang sebagai Bapa yang baik menghampiri dan memanggil kita, "Nak, mari datang kemari!" Saat suara itu memanggil, kita merasakan kembali kasih Bapa. Ketika kita merasakan kasihNya yang besar, kasih tanpa batas dan tanpa syarat itu, kasih Bapa itu pula yang dapat membuat kita berkata seperti anak kecil itu, "Mulai sekarang, tidak ada satupun yang tidak ingin saya buat bagi Bapak. Semuanya saya mau lakukan untuk menyenangkan hati Bapak."


Sumber: Kendrick Sumolang - CBNI


Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :

Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Kamis, 18 Maret 2010

Seperti Kristus

BERSATU DAN MERENDAHKAN DIRI SEPERTI KRISTUS
Filipi 2:1-11 Yas 01VI09



Filipi 2:1-11 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia.
Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

1. SEHATI SEPIKIR SATU JIWA DAN SATU TUJUAN
Di-dalam ayat 2 : Bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus : yaitu Kita harus Sehati sepikir di-dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.

2. BERSERAH DAN MENARUH PIKIRAN / PERASAAN DI DALAM KRISTUS
Di-dalam ayat 5 : Bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus : yaitu Kita harus Berserah diri / Menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga di-dalam Kristus Yesus / di-dalam rupa Allah.

3. MENJADI SEORANG HAMBA
Di-dalam ayat 7 : Bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus : yaitu Kita harus Mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba.

4. BERTEKUK LUTUT DAN LIDAH MENGAKU KEPADA TUHAN
Di-dalam ayat 11 Bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus : yaitu Kita harus bertekuk lutut dalam segala hal yang ada dilangit dan segala lidah mengaku “ Yesus Kristus adalah Tuhan” bagi kemulian Allah, Bapa!!!

Mari kita bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus / bertekuk lutut di dalam segala hal yang ada dilangit dan lidah kita mengaku atas kesalahan / ketidak mengerti kita bahwa " YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN " bagi kemulian ALLAH , BAPA !!! JADIKANLAH BUMI SEPERTI DI SORGA ****


Amein
TUHAN YESUS MEMBERKATI

Rabu, 17 Maret 2010

Kesaksian Dominggus

Video bisa di lihat di link sbb :

http://www.facebook .com/p.php? i=1542413351& k=ZZA546TXP6TFYD 1IUF22Y5PQU4ED3U 2M&oid=141215390 2649

Telah Bangkitkan Saya Dari Kematian (Dominggus K)
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki- Nya." Yohanes 5:21

Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, dalam kesempatan ini saya akan bersaksi tentang peristiwa kematian dan kehidupan yang saya alami pada tanggal 15 Desember 1999. Peristiwa ini juga merupakan suatu tragedi bagi yayasan Doulos, Jakarta dimana STT Doulos ada di dalamnya dan saya adalah mahasiswa yang tinggal di asrama. Sebelum penyerangan dan pembakaran Yayasan Doulos tanggal 15 Desember itu, beberapa kali saya mendapat mimpi-mimpi sebagai berikut:

Minggu, 12 Desember 1999, saya bertemu dengan Tuhan Yesus dan malaikat, saya terkejut dan bangun lalu berdoa selesai saya tidur kembali.

1.. Senin, 13 Desember 1999, saya bermimpi lagi, dengan mimpi yang sama.

2.. Selasa, 14 Desember 1999, dalam mimpi saya bertemu dengan seorang pendeta pada suatu ibadah KKR, isi khotbah yang disampaikan mengenai akhir zaman, adanya penganiayaan dan pembantaian.

3.. Rabu, 15 Desember 1999, kurang lebih pukul 08.00 pagi, saya mendapatkan huruf "M" dengan darah di bawah kulit pada telapak tangan kanan saya. Dalam kebingungan dan sambil bertanya-tanya dalam hati, apakah saya akan mati? Saya bertanya kepada teman-teman dan pendapat mereka adalah bahwa kita akan memasuki millennium yang baru. Walaupun pendapat mereka demikian saya tetap merasa tidak tenang serta gelisah karena dalam pikiran saya huruf "M" adalah mati, bahwa saya akan mengalami kematian. Saya hanya bisa berdoa dan membuka Alkitab. Sekitar pukul 15.00 saya membaca firman Tuhan dari Kitab Yeremia 33:3 "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab Engkau." Dan pada pukul 18.00, tanda huruf "M" di telapak tangan saya sudah hilang.

#Kampus dan Asrama Mahasiswa Doulos Diserang#

Pada malam hari tanggal 15 Desember 1999. kegiatan berlangsung biasa di dalam asrama kampus STT Doulos. Sebagian mahasiswa ada sedang belajar, yang lain memasak di dapur dan ada pula yang sedang berdiam. Saya sendiri sedang berbaring di kamar. Kurang lebih jam 21.00 malam itu, saya dibangunkan oleh seorang teman sambil berteriak: "Domi, bangun, kita diserang!" Saya langsung bangun dalam keadaan panic, saya langsung berlari ke halaman kampus dan melihat sebagian kampus kami yang telah terbakar. Saat itu saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, saya mau lari kemana? Tuhan, kalau saya lari lewat pintu gerbang depan pasti saya dibacok."

Sementara pikiran saya bertambah kalut ketika teringat akan tanda huruf "M" yang diberikan pada tangan saya. "Tuhan, apakah saya akan mati?" Saya menoleh ke belakang, ada beberapa teman sekamar yang lari menyelamatkan diri masing-masing.

Di belakang kampus kami dikelilingi pagar kawat duri setinggi 2 meter, saya tidak bisa melompat keluar dengan cara mengangkat kawat itu. Dengan tangan sedikit terluka akhirnya saya pun dapat keluar.

Kami sudah berada di luar pagar dengan keadaan takut dan gemetar karena di sana terdapat massa atau orang banyak yang tidak dikenal, mereka membawa golok, pentungan, batu dan botol berisi bensin atau Molotov. Kemudian kami berpisah dengan teman-teman, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.

Saya lari menuju kos kakak tingkat semester 10, yang letaknya tidak jauh dari kampus. Sementara saya berlari, saya tetap berdoa kepada Tuhan: "Tuhan berkati saya, ampuni dosa dan kesalahan saya." Setiba di rumah kos itu, saya mengetuk pintu sebanyak 2 kali tetapi tidak ada yang membukakan pintu.

Ternyata di belakang saya ada 4 teman mahasiswi yang juga lari mengikuti dari belakang. Mereka memanggil saya: "Domi, ikut ke rumah kami" tetapi saya berkata kepada mereka, "biar saya bersembunyi di sini." Masih berada di depan rumah kos tersebut, saya berdoa lagi "Oh.. Tuhan, apakah malam ini saya akan mati? Ampuni dosa dan kesalahan saya."

#Ditangkap oleh Massa#

Saya mengetuk pintu lagi, tetapi tidak ada orang yang menjawab, saya berdoa kembali: "Tuhan.. ini hari terakhir untuk saya hidup." Terdengar suara massa yang semakin mendekat kepada saya. Mereka berkata: "Itu mahasiswa Doulos, tangkap dia!" Ada juga yang berteriak: "Bantai dia, tembak!"
Seketika itu saya ditangkap dan saya hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil berkata: "Tuhan saya sudah di tangan mereka, saya tidak bisa lari lagi."

Kemudian tangan saya diikat ke belakang dan mata saya ditutup dengan kain putih. Saya tetap berdoa dalam keadaan takut dan gemetar: "Tuhan ampuni dosa saya, pada saat ini Engkau pasti di samping saya." Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya entah dari mana, yang berkata: "Jangan takut, Aku menyertai engkau, Akulah Tuhan Allahmu." Setelah mendengar suara itu, rasa ketakutan dan kegentaran hilang, karena saya sudah pasrahkan kepada Tuhan.

#Penganiayaan dan Kematian#

Mereka membawa saya ke tempat yang gelap, saya dipukuli dan ditendang. Saya dihadapkan dengan massa uang jumlah orangnya lebih banyak, saat itu mereka ragu, apakah saya mahasiswa Doulos atau warga sekitarnya. Sebagian massa ada yang terus mendesak untuk memotong dan membunuh saya.

Saya berdoa lagi: "Tuhan, fisik saya kecil, kalau saya mati, saya yakin masuk sorga. Saat ini saya serahkan nyawa saya ke dalam tangan kasih-Mu, ampunilah mereka." Saat itu kepala saya dipukul dari belakang dan terjatuh di atas batu, saya tidak sadar akan apa yang terjadi lagi.

#Roh Saya Keluar Dari Tubuh#

Kemudian ... roh saya terangkat keluar dari tubuh saya, roh saya berbentuk seperti orang yang sedang start lari atau sedang jongkok, lalu lurus seperti orang yang berenang kemudian berdiri. Roh saya melihat badan saya dan berkata: "Kok badan saya tinggal" (sebanyak dua kali). Roh saya berdiri tidak menyentuh tanah dan tidak tahu mau berjalan kemana, karena di sekeliling saya gelap gulita, kurang lebih lima detik, roh saya berkata:
"Mau ke mana?"

#Lima Malaikat Datang Menjemput Saya#

Saat itu ada lima malaikat datang kepada saya, dua berada di sebelah kiri, dua di sebelah kanan dan satu malaikat berada di depan saya. Tempat yang tadinya gelap gulita telah berubah menjadi terang dan saya sudah tidak dapat melihat badan saya lagi. Roh saya dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut menuju jalan yang lurus, dan pada ujung jalan itu sempit seperti lubang jarum. Roh saya berkata: "Badan saya tidak dapat masuk." Tetapi malaikat yang di depan saya bisa masuk, lalu roh saya berkata lagi: "Badan rohani saya kecil pasti bisa masuk." Kemudian roh saya masuk melalui lubang jarum tersebut.

"Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham." Lukas 16:22

#Berada di Dalam Firdaus#

Saat itu saya sudah berada di dalam sebuah halaman yang luas. Halaman itu sangat luas, indah dan tidak ada apa-apa. Roh saya berkata: "Kalau ada halaman pasti ada rumahnya." Tiba-tiba saat itu ada rumah, saya dibawa masuk ke dalam rumah tersebut dan bertemu dengan banyak orang di kamar pertama. Roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, mereka ditempatkan di sini." Mereka sedang bernyanyi, bertepuk tangan, ada yang berdiri, ada yang duduk dan ada yang meniup sangkakala.

"Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Yohanes 14:2
#Dibawa ke Ruangan Selanjutnya#

Saya dibawa oleh malaikat-malaikat ke kamar selanjutnya atau kedua, sama dengan kamar yang pertama, hanya disini roh saya melihat orang-orang dengan wajah yang sama dan postur tubuh yang sama. Kemudian saya dibawa lagi ke kamar yang ketiga, yang sama dengan kamar yang pertama. Dan roh saya berkata: "Ini orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, ditempatkan di sini." Lalu roh saya dibawa ke kamar yang keempat yaitu kamar yang terakhir, pada saat ini saya hanya sendiri, tidak disertai oleh malaikat-malaikat tadi. Kamar itu kosong, lalu roh saya berkata: "Ini penghakiman terakhir, saya masuk sorga atau neraka."

"Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Elohim sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Elohim? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa?" 1 Petrus 4:17-18

#Bertemu dengan Tuhan Yesus#

Kemudian roh saya berjalan tiga sampai empat langkah, di depan saya ada sinar atau cahaya yang sangat terang seperti matahari, maka roh saya tidak dapat menatap. Saya menutup mata dan terdengar suara: "Berlutut!" Seketika itu roh saya berlutut, terlihat sebuah kitab terbuka dan dari dalamnya keluar tulisan yang masuk ke mata saya yang masih tertutup, tulisan timbul dan hilang terus menerus, roh saya berkata: "Tuhan...! ini perbuatan saya minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu. Saya melakukan yang jahat dan saya tidak pernah mengaku dosa pribadi, sehingga Engkau mencatatnya di sini."

"Tuhan...! Saya ingin seperti saudara-saudara di kamar pertama, yang selalu memuji dan memuliakan Engkau. Tuhan...! Saya tahu Engkau mati di atas kayu salib untuk menebus dosa saya, saya rindu seperti saudara-saudara yang berada di kamar pertama, kedua dan ketiga yang selalu memuji-muji Engkau."

Sesudah itu tulisan yang keluar dari kitab itu hilang, buku manjadi bersih tanpa tulisan, kemudian buku itu hilang dan sinar yang terang itupun hilang dan ada suara berkata: "Pulang! Belum saatnya untuk melayani Aku."

Saya melihat-lihat dari mana arah suara itu datang, saya melihat ada seorang di samping kanan. Orang tersebut badan-Nya seperti manusia, rambut hingga ke lehernya bersinar terang. Jubah-Nya putih hingga menutupi kedua tangan-Nya dan bawah jubah-Nya menutupi kaki-Nya. Ia menunggangi seekor kuda putih dengan tali les yang putih. Lalu roh saya berkata: "Ini Tuhan Yesus, Dia seperti saya, Dia Elohim yang hidup."

"Lalu aku melihat sorga terbuka; sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar" Ia menghakimi dan berperang dengan adil." Wahyu 19:11

Kemudian Tuhan Yesus tidak nampak lagi dan seketika itu roh saya dibawa pulang ke dalam tubuh saya. Saat itu juga ada nafas, ada pikiran dan saya berpikir, tadi saya bersama dengan Tuhan Yesus. Setelah itu saya mencoba beberapa kali untuk bangun dan mengangkat kepala, tetapi tidak bisa, terasa sakit sekali, saya baru sadar bahwa leher saya telah dipotong dan hampir putus, kemudian saya dibuang ke semak-semak dengan ditutupi daun pisang. Saya merasa haus, lalu menggerakkan tangan mengambil darah tiga tetes dan menjilatnya, lalu badan saya mulai bergerak.

Saya berdoa: "Tuhan, lewat peristiwa ini saya telah bertemu dengan Engkau, dan Engkau memberikan nafas dan kekuatan yang baru sehingga aku hidup kembali, tapi Tuhan, Engkau gerakkan orang supaya ada yang membawa saya ke rumah sakit."

Tuhan menjawab doa saya, malam itu ada orang yang mendekati saya dengan memakai lampu senter, lalu bertanya: "Kamu dari mana?" Saya tidak bisa menjawab, karena saya tidak dapat berbicara lewat mulut, tidak ada suara yang keluar, hanya hembusan nafas yang melalui luka-luka menganga pada leher. Kemudian orang tersebut memanggil polisi.

Puji Tuhan! Dikira sudah meninggal tetapi masih hidup. Mereka mengira saya sudah meninggal, mereka mengangkat dan membawa saya ke jalan raya. Kemudian polisi mencari identitas atau KTP saya, ternyata tidak ditemukan. Tanpa identitas, mereka bermaksud membawa saya ke sebuah rumah sakit lain, tetapi saya ingat kembali akan suara Tuhan dan takhta-Nya di sorga, ternyata ada kekuatan baru dari Tuhan Yesus yang memampukan saya dapat berbicara.
Tiba-tiba saya berkata: "Nama saya Dominggus, umur saya 20 tahun, semester III, tinggal di asrama Doulos, saya berasal dari Timor."

Orang-orang yang sedang melihat dan mendengar saya, berkata: "Wah, dia dipotong dari jam berapa? Sekarang sudah jam 02.30 pagi, tapi dia masih hidup."

#Perjalanan ke Rumah Sakit UKI#

Kemudian mereka memasukkan saya ke dalam mobil dan meletakkan saya di bawah. Saya tetap mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus dianiaya. Sementara mobil meluncur dengan kecepatan tinggi, saat melewati jalan berlubang atau tidak rata mobilpun berguncang dan saya merasa sangat sakit sekali pada luka di leher. Saya katakan kepada Tuhan: "Tuhan, apakah saya dapat bertahan di dalam mobil ini? Tuhan ketika Engkau di atas kayu salib, Engkau meminum cuka dan empedu, tetapi saya menjilat darah saya sendiri karena tidak ada orang yang menjagai saya."

Saya membuka mata, ternyata memang tidak ada seorangpun yang menjagai saya, hanya seorang supir. Tetapi saya melihat beberapa malaikat berjubah puith menjaga dan mengelilingi saya. Saya katakan: "Tuhan ini malaikat-malaikat pelindung saya, mereka setia menjagai." Saya harus berdoa agar tetap kuat.

#Perawatan di Rumah Sakit#

Setiba di rumah sakit, suara saya dapat normal kembali. Saya dapat berbicara dan bertanya kepada perawat: "Bapak saya mana?" perawat RS bertanya kepada saya: "Bapakmu siapa?" Saya jawab: "Bapak Ruyandi Hutasoit." Ketika Bpk. Ruyandi menemui saya, ia berkata: "Dominggus.. leher kamu putus!" Jawab saya: "Bapak doakan saya, sebab saya tidak akan mati, saya telah bertemu dengan Tuhan Yesus." Lalu Bpk. Ruyandi mendoakan dan menumpangkan tangan atas saya.

Setelah itu saya mendapat perawatan, seorang dokter ahli saraf hanya menjahit kulit leher saya, karena luka bacokan sudah menembus sampai ke tulang belakang leher, sehingga cairan otak mengalir keluar, saluran nafas dan banyak saraf yang putus. Kemudian saya dirawat tiga hari di ruangan ICU dan selama perawatan saya tidak diberikan transfusi darah pendapat dokter pada saat itu adalah bahwa saya akan mati dan saya tidak diharapkan hidup, mengingat cairan otak yang telah keluar dan infeksi yang terjadi pada otak, yang semua itu akan menimbulkan cacat seumur hidup.

#Mukjizat Kesembuhan Terjadi#

Tanggal 19 Desember 1999 dengan panas badan 40°C dan seluruh wajah yang bengkak karena infeksi, saya dipindahkan keluar dari ruang ICU, dikarenakan ada pasien lain yang sangat memerlukan dan masih mempunyai harapan hidup yang lebih besar daripada saya.

Pada malam hari, roh saya kembali keluar untuk kedua kali dari tubuh saya, roh saya melihat suasana kamar dimana saya dirawat dan kemudian roh saya berjalan sejauh kurang lebih dua atau tiga kilometer dalam suasana terang di sekeliling saya. Tiba-tiba ada suara terdengar oleh saya: "Pulang..pulang. ..!"

Seketika itu juga, roh saya kembali ke dalam tubuh saya, suhu tubuh menjadi normal dan tidak ada lagi infeksi. Kemudian terdengar bunyi seperti orang menekukkan jari-jari pada leher saya, lalu otot, tulang, saluran nafas dan saraf-saraf tersambung dalam sekejab mata, saya merasa tidak sakit dan dapat menggerakkan leher. Sesudah itu saya diberi minum dan makan bubur.

Saya sudah hidup kembali, dengan kesehatan yang sangat baik. Puji Tuhan!
Keluar dari Rumah Sakit dalam Keadaan Sembuh Total

Saya berada di rumah sakit sejak tanggal 16 Desember 1999 dini hari dan keluar dari rumah sakit pada tanggal 29 Desember 1999, dengan berat badan normal dibanding dua minggu yang lalu karena banyak darah dan cairan yang telah keluar. Saya telah sembuh sempurna, tanpa cacat, tanpa perawatan jalan, saya hidup kembali dengan normal.

"Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu kekal sampai selamanya, amin!" ( Oleh Dominggus, mahasiswa STT Doulos - 15 Desember 1999 )

============ ========= ========= ==

Datang & Hadirilah
Malam Kesaksian & Mujizat Tgl 19 Maret 2010( jumat )
Dimulai JAM 19.00 tepat

Kesaksian Dominggus - mahasiswa Doulos yg dinyatakan mati dalam peristiwa pembakaran Doulos di Cilangkap beberapa tahun yg lalu.

Tema - " KuasaNya Menghidupkanku kembali"

di GBI Sungai Yordan taman ratu indah blok D3 - jakarta barat
sekretariat telp - 021 - 56960080 - 56958620

Terbuka untuk umum

Catat Tglnya & Ajaklah rekan,sahabat, keluarga untuk bersama-sama menerima berkat Tuhan

Sumber : Notes : BFCM SBY

Kebaikan adalah sebuah anugerah

Adakah di dunia ini manusia yang bisa berbuat baik? Sesungguhnya TIDAK ADA. Mengapa? Sebab manusia sudah jatuh dalam dosa, sehingga kasih itu hilang, kemuliaan ALLAH hilang dari jati diri manusia. Manusia cenderung untuk melakukan hal yang tidak baik.
Roma 3: 12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak

Tetapi oleh karena kasih karunia BAPA kepada kita, maka kita diperdamaikan melalui karya terbesar TUHAN YESUS di atas kayu salib. Dan oleh karena kasih karunia itu, maka kasih yang hilang dari jati diri kita, akan timbul, sebab kita hidup dan diperdamaikan dengan ALLAH. Kemuliaan ALLAH akan nyata dalam hidup kita.

Efesus 2 : 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karuniaNYA yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikkanNYA terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Jika bukan oleh karena kasih ALLAH maka kita tidak dapat berbuat baik kepada sesama manusia. Allah telah lebih dahulu melimpahkan kasih dan kebaikkanNYA kepada kita. Jadi, jika kita sudah mendapat anugerah yang begitu berharga, apakah kita tidak mau membagikan lagi kepada sesama manusia?

Yakobus 4:17 jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa.

Kebaikan yang kita peroleh harus kita bagikan kembali. Tuhan tidak ingin kita binasa oleh karena kita menhana kebaikan. Seseorang yang menahana kebaikan akan merasa sakit dan akhirnya akan mati rohani. Ibaratnya (maaf)seperti orang yang makan terus menerus, tetapi tidak bisa buang air Tidak ada siklus yang benar dalam tubuhnya, ia akan menjadi sakit dan jika tidak segera diobati, maka bisa meninggal dunia.

Kebaikan yang kita terima dari Tuhan tetapi tidak kita alirkan keluar kepada orang lain, maka akan menumpuk seperti kotoran dan akan menjadi racun. Tetapi bagaimana jika orang yang kita limpahi kebaikan itu, menolak kita? Bahkan ia bisa saja salah paham, lalu menuduh kita yang tidak benar, memusuhi, dan lain sebagainya. Jangan pernah jemu melakukan kebaikan. Walau memang susah untuk tetap berbaik hati pada orang yang menyakiti kita, kita bisa minta pertolongan TUHAN agar memampukan kita melakukan kebaikan itu. Sebab hanya DIA yang mampu memberikan kita kekuatan untuk berbuat baik..

Galatia 6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik,karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Kekuatan hanya bisa kita dapatkan daripada TUHAN, Tuhan tidak ingin kita lemah. Ayo bangkit, lawan segala rasa sulit yang membuat kita menahan berbuat baik. BERSAMA YESUS KITA DAPAT MELAKUKANNYA. KEBAIKAN YANG KITA TERIMA ADALAH ANUGERAH YANG SANGAT LUAR BIASA DARI TUHAN, BAGIKAN KEMBALI PADA SESAMA, AGAR MEREKA BISA MELIHAT JUGA KEMULIAAN TUHAN, DAN MEREKA AKAN MENERIMANYA. MAKIN BANYAK ORANG YANG AKAN BERBALIK KEPADA ALLAH, DARI JALAN YANG SESAT. OLEH KARENA SEBUAH KEBAIKAN. (ml)

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Joice, temukan sukacita ketika bertobat ***

Akibat kesibukan ayahnya, Joice nekat mencari kasih sayang dari teman sebayanya sampai ke pria dewasa. Kesuciannya dipertaruhkan.

"Waktu kami melakukannya itu ya itu kami ketakutan setengah mati karena ada darah yang keluar. Dia berjanji sampai mencium tangan saya, ‘Kalau terjadi apa-apa dengan kamu, saya akan bertanggung jawab'...Disitu saya menangis, ‘Aduh ini bahaya sekali. Aduh gimana ya kalau mereka tahu saya gak perawan lagi, gak suci lagi?' Karena selalu papa sering nasehatin saya, ‘Joice, kamu ini seperti porselen. Itu yang harus kamu jaga. Jika porselen itu gompal sedikit aja, nilainya itu sudah jatuh'"

Dalam usia yang sangat belia, Joice harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya sudah berbadan dua. Lamaran sang pria untuk menikahinya ditolak oleh orangtuanya. Joice pun harus berhadapan dengan sang ibu yang sangat ditakutinya.

"Saya ditempeleng, saya dijambak. ‘gak bisa..pokoknya kamu harus keluarkan'"

Untuk menutupi aib keluarga, Joice pun dibawa ke suatu tempat. Disanalah orangtuanya melakukan perbuatan gila terhadap Joice.

"Waktu saya mau dibawa ke tempat itu, saya gak tahu sama sekali. Saya pikir hanya periksa ya ternyata langsung saya diikat. Kemudian tanpa dibius, saya kalau dulu dibilang kuret. Disitulah mulai rusak jiwa saya"

"Saya ini istilah kata udah gompal ya, 'Aduh, gimana nanti kalau saya jatuh cinta lagi kemudian akhirnya kami bisa sampai melanjutkan ke jenjang pernikahan. Bagaimana saya sudah tidak suci lagi' itu Sering..sering itu terus di pemikiran saya"

Luka di hati Joice semakin dalam ketika dia harus menerima perlakuan keras dari ibunya.

"Hubungan saya dengan ibu itu seperti anjing dan kucing ya, tidak pernah ada rasa keakraban sama sekali. Suatu hari, ibu saya kalah berjudi. Akhirnya dia kesal, dia marah, dia ke belakang mau pukul saya. Saya lari...kemudian dia suruh kakak saya tangkap saya..akhirnya dia pukul saya disini (Joice menunjuk wajahnya sebelah kiri, pen) sampai saya bengkak. Tidak pernah saya merasakan kasih seorang ibu,"

Kebencian terhadap ibunya terus bertumbuh sampai Joice beranjak remaja, rencana jahat siap ia lakukan.

"Terbesit di pikiran saya itu kalau ngeliat dia sedang tidur atau marah-marah apa..Apa gw bekep atau gw tusuk nih"

Niat jahatnya tidak sampai ia lakukan. Joice pun kembali menjalin cinta dengan seorang pria dan mengulangi kesalahan yang sama.

"Kembali lagi saya jatuh lagi ke dalam dosa. Akhirnya saya hamil lagi kemudian akhirnya kami menikah. Ayah saya mengizinkan, mama saya yang tidak mengizinkan"

Indahnya pernikahan tidaklah seperti ia harapkan. Pupus sudah harapannya untuk bisa bahagia ketika Joice mengetahui kebusukan suaminya.

"Kalau suami saya bilang itu rapat, pergi rapat. Akhirnya setelah di ujung-ujungnyanya, belakangannya saya tahu badai tidak pergi rapat. Dia banyak sekali perempuan-perempuan di luar sana selain saya istrinya. Langsung saya emosi, saya ngamuk, saya pukulin dia, saya cakar dia...‘Pergi sama siapa kamu?' akhirnya dia ngaku pergi sama perempuan-perempuan itu"

Sakitnya dikhianati membuat Joice siap melakukan perbuatan nekat.

"Setelah saya tahu diselingkuhi, saya jadi kecewa lagi, saya jadi sakit hati kemudian saya marah. Jalan satu-satunya udahlah saya bunuh diri saja. Saya pikir tadinya dengan adanya suami ini saya bisa mendapatkan apa yang pernah hilang dari kehidupan saya"

Joice lolos dari maut, suaminya pun tetap tidak berubah. Keadaan rumah tangganya yang kacau balau membuat Joice berkencan dengan banyak pria.

"Saya sudah tidak lihat lagi, pandang bulu lagi, apa dia tua, jelek, cakep, apa muda, yang penting saya bisa melampiaskan sakit hati saya"

Selingkuh dibalas dengan selingkuh. Joice pun menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria beristri.

"Orang ini sangat mengasihi, menyayangi saya. Apapun yang saya minta, itu dia berikan. Akhirnya saya mau berhubungan dengan pria ini karena buat saya merasakan keuntungan. Saya gak dipake oleh dia, tetapi saya mendapatkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan hidup saya"

Tidak puas dengan pria tua, ia pun mengencani seorang pria muda. Joice pun hamil dan kembali melakukan aborsi sebanyak dua kali. Hubungannya dengan pria tua itu pun berakhir. Joice memutuskan menikah dengan pria muda itu, namun tantangan menghadangnya.

"Namun, dia tidak menyangka akan mendapatkan tantangan begitu keras dari ibunya. Akhirnya saya mengambil keputusan ini harus diakhir saya katakana seperti itu. Jadi, saya selalu merasakan hidup ini tidak adil. Kalo saya sayang orang, kok sepertinya gak bisa enak gitu ya"

Joice kembali hidup sendiri setelah kedua orangtuanya meninggal. Ia mewarisi kekayaan orangtuanya, namun hidupnya tetap tidak bahagia.

"Kadang-kadang kalau malam saya suka nangis sendiri. harta banyak, tetapi kosong tidak ada kebahagiaan. Itu yang saya rasakan jadi untuk apa hidup ini,"

Lima pria telah hadir dengan kehidupan Joice, namun selalu berakhir dengan air mata. Empat belas tahun ia menjalani kehidupan sebagai janda, sampai suatu hari ia didatangi seorang pria yang tinggal dekat dengan rumahnya.

"Ia mau sewa satu kamar di rumah saya dan dia mau pake garasi saya untuk jual beli mobil. saya katakan, ‘Silahkan pake aja om, aduh gak usah pake bayar-bayar deh,' Saat itulah dia memberikan kepada saya surat, ‘coba kamu lihat di dalam kitab keimanan kamu'"

Kegelisahan mulai menyelimuti hati dan pikiran Joice. Ia pun mencoba meramal nasibnya sendiri.

"Waduh, hidup saya kok jadi kacau begini. Pertanda gak baik nih, kartu-kartunya tidak ada yang jadi. Rasanya gak ada damai dan sukacita. Tiba-tiba entah kenapa saya jadi teringat dengan catatan Pak Rain ini. saya cari, saya cari. Ternyata benar apa yang Firman Tuhan mengatakan kepada saya bahwa hanya Dialah satu-satunya Yesus Kristus, Juru selamat, jalan keselamatan. Saya kaget karena saya gak pernah dengar itu"

Di saat itulah ia mengalami hal yang belum pernah ia alami seumur hidupnya.

"Dan dia bilang, ‘Saya mau sungguh-sungguh ikut Yesus. Saya mau didoain,' begitu saya doain dia menangis"

"Disitu saya merasakan saya seperti dipeluk dengan penuh kasih sayang. Ada damai, ada sukacita yang begitu sejuk, begitu melindungi. Rupanya saya salah jalan ya, tetapi Tuhan tetap mengasihi dengan mengambil saya, menyelamatkan hidup saya"

Beberapa bulan kemudian, Joice menikah dengan pria itu. Suaminya yang pertama telah meninggal dunia, namun sebelum meninggal Joice dan mantan suaminya sudah saling mengampuni. Disaat Joice mengikuti sebuah ibadah, sesuatu terjadi pada dirinya.

"Itu saya mengutarakan semua penyesalan saya. ‘Tuhan, Engkau tahu saya pernah berbuat ini, berbuat ini dan saya percaya saat ini juga Engkau telah mengampuni saya. Saya berterima kasih' Hanya Dia yang bisa memampukan, mengubah kehidupan seorang yang begitu hina, begitu jahatnya bisa seperti saya ada hari ini. Hanya Yesus Kristus yang sanggup"

Tiba-tiba, Joice teringat dengan sang ibu yang pernah menyakiti hatinya. Ketika ia didoakan, Joice harus mengambil sebuah keputusan yang penting dalam hidupnya.

"Sekarang saya berkata, ‘gak usah diingat-ingat lagi, Tuhan saja tidak pernah mengingat-ingat dosa kamu', tetapi sekarang bagaimana saya harus meminta maaf kepada ibu saya yang sudah tidak ada, itu sudah bukan urusan kamu lagi. Karena sekarang urusan kamu dengan Tuhan, kamu minta ampun, minta maaf karena kamu pernah punya pikiran untuk membunuh ibu kamu,' kemudian saya bisa terbebaskan"

Joice telah mendapatkan kebahagiaan yang selama ini dicarinya. Hidupnya kini sangat berarti.

"Setelah saya bertobat, terima Yesus ya, apa itu selesai, ‘Tidak!' Lewat proses saya diubahkan dan saya sungguh merasakan hidup yang sekarang ini hidup yang benar-benar baru, benar-benar diubahkan, benar-benar dipulihkan,"

(Kisah ini ditayangkan 15 Maret 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian:
Joice Maria