TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Sabtu, 25 Agustus 2012

MEZBAH DUPA

BAB XIII B

MEZBAH DUPA

Fatsal V
BAHAN-BAHAN PEMBUATAN

Mezbah ini dibuat dari kayu dan disalut dengan emas, sehingga dari luar nampaknya seperti dari emas saja.

kayu - - 2 unsur ini yang membuat Mezbah
kemanu | Dupa, tetapi kayunya tersembunyi,
siaan. | tidak nampak, "mati"; emasnya yang
} jelas
emas - |
sifat |
ilahi -

A. KAYU

Kayu = kemanusiaan, tabiat manusiawi.

Firman Tuhan mengumpamakan manusia itu seperti pohon Mat 7:16-20, seperti pokok-pokok.

Markus 8:24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."

Jadi kayu itu melambangkan sifat manusiawi yang cenderung kepada dosa.

Yohanes 3:19 Dan inilah hukuman itu: Tetapi terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

Dipotong. Kayu ini berasal dari pohon yang ditebang, lalu dipotong-potong, diolah dan disesuaikan dengan ukuran dari Allah.

Inilah sifat-sifat manusiawi yang dipotong, dicocokkan dengan Firman Tuhan, dalam segala segi hidupnya. Baik dalam hal uang, nikah, pekerjaan, pergaulan, rekreasi dan lain-lain, dalam semua segi hidup. Tidak dicocokkan dengan selera sendiri atau menurut kehendak daging, tetapi dicocokkan dengan Firman Tuhan. Jadi "kayu" itu harus dipotong dan diolah untuk dapat menjadi mezbah dupa, untuk dapat berdoa dengan betul!
Kayu ini dimatikan, disalut dengan emas sehingga sama sekali tidak nampak kayunya, hanya emas semata-mata.

Suara daging tidak boleh bicara, harus dibuang, baru Roh Kudus mendapat kesempatan untuk menutup, menyalut semuanya, baru nampak kehidupan ilahi dalam hidup kita.
Selama daging bersuara dan dituruti, maka tidak akan nampak sifat-sifat ilahi di dalam kita, tetapi sifat daging, kedagingan. Jangan menuruti kehendak daging, hasilnya kematian.
Ini seperti orang-orang Israel yang menuruti kehendaknya sendiri, tidak mau patuh akan Firman Allah (Ul 1:32,41,45), akibatnya mereka binasa. Daging harus dimatikan, jangan berdoa menuruti daging, itu bukan doa yang betul, bukan mezbah dupa.

Yakobus 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Kalau daging diberi kesempatan bicara, didengar, dituruti, maka orang itu tidak akan dapat berdoa dalam Roh, sebab yang nampak hanya kayu, daging, bukan emas, bukan sifat-sifat ilahi!
Seringkali ada pertanyaan yaitu mengapa mereka yang sudah dibaptis dalam Roh tetapi sukar berdoa dengan bahasa lidah, apalagi berjalan dalam Roh. Mengapa? Salah satu sebab terpenting ialah sebab daging tidak dimatikan, tidak disalut emas.

Suara daging dibiarkan terus bicara di dalam hatinya, tidak dibuang, dan mereka menuruti daging, sehingga hidupnya itu hanya kedagingan saja.
Meskipun sudah dibaptis dalam Roh, tetapi mereka kembali hidup menuruti hawa nafsunya, menuruti daging, (menuruti kemarahannya, percabulannya, ketamakannya, tontonan-tontonan, kebencian, kesombongannya dan sebaginya), itu sebabnya mereka tidak dapat berdoa dalam bahasa lidah lagi. Roh Kudus tidak dapat bekerja sebab orang itu menuruti daging, maka dengan sendirinya tidak ada ilham Roh, tidak ada bahasa lidah dan mereka tidak dapat berjalan dalam Roh sebab jalan dalam daging.

B. EMAS

Emas adalah logam mulia, logam tertinggi dalam Alkitab. Ini adalah bayangan sifat-sifat ilahi, yang tertinggi (2Tim 2:20-21).
Emas = sifat ilahi, suatu hidup yang dipimpin Roh, berjalan dalam Roh.

Salutan emas ini dikerjakan oleh Roh Kudus, yaitu sifat-sifat ilahi yang nampak nyata dalam hidup orang-orang suci yang penuh Roh Kudus dan dipimpin oleh Roh senantiasa. Ini tidak bisa nyata, kalau daging tidak mau "disembunyikan", dimatikan. Kayu atau daging harus mau ditutup seluruhnya, disalut dengan emas, baru nampak pekerjaan Roh Kudus.
Daging dan Roh Kudus itu selalu bertentangan.

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging - karena keduanya bertentangan - sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Jadi kalau kita mau mematikan kedagingan ini dan menurut pimpinan Roh, baru Roh Kudus dapat bekerja dalam hidup kita dan bau sifat-sifat ilahi itu nyata dalam hidup kita.
Selama daging dituruti, maka Roh Kudus tidak dapat berbuat apa-apa dalam hidup kita dan tanda-tanda atau sifat-sifat ilahi tidak nampak, yang nampak hanya hidup penuh kedagingan.

Jadi peperangan antara daging dan Roh itu ditentukan oleh kita!
Kalau kita memihak daging, mau mendengar suara daging, maka daging yang nyata dalam hidup kita. Roh Kudus sulit bekerja, sebab ada dosa! Roh Kudus adalah Roh yang kudus, yang hanya dapat bekerja dalam sikon yang kudus! Dosa melawan dan mendesak Dia (Kis 7:51).

Tetapi kalau kita mau menuruti atau menaati pimpinan Roh, daging terjepit dan mati. Kalau kita mau mengalami kematian daging (ini namanya salib, menderita karena menaati kebenaran) maka Roh Kudus dapat bekerja dengan leluasa dan sifat-sifat ilahi itu akan nampak. Begitu seterusnya, kalau kita terus mau dipimpin Roh, dan daging atau kayu itu terus dimatikan, terus diisolir, dibungkus, disalut sehingga hanya emas yang nampak, maka akan nampak pekerjaan Roh Kudus, terasa pengurapanNya, terasa pekerjaanNya, sifat-sifatNya, dan berdoa dalam Roh itu menjadi mudah dan indah.

Jadi yang memegang tombol daging atau Roh adalah kita sendiri. Mengerti atau tidak, sengaja atau tidak, tertipu atau dengan pengertian yang jelas, kitalah yang menekan tombol mana yang akan menguasai (mendominir) hidup kita.

Kita bukan robot tetapi makhluk bebas yang harus mempertanggungjawabkan keputusan, tindakan dan perbuatan kita di meja pengadilan Allah (Pkh 9:11; Rum 14:12).
Sebab itu jangan menuruti daging, tetapi menuruti Roh, termasuk di dalamnya pikul salib, (Bagi orang yang sungguh-sungguh mau hidup suci, mau mematikan daging, pikul salib karena menuruti hukum-hukum Tuhan itu tidaklah berat 1Yoh 5:3).

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh (KJ: Berjalanlah di dalam) Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

MEZBAH DUPA

Kehidupan doa orang-orang suci yang memikul salib,

Kayu ~ tabiat daging -\ Kayu ditutup emas
--> sehingga tidak
Emas ~ tabiat ilahi -/ nampak lagi kayunya.

Orang yang mau dipimpin Roh itu, dagingnya terjepit, ditutup, disalut sehingga tidak lagi nampak sifat-sifat kedagingan, hanya sifat-sifat ilahi, antara lain berdoa dalam Roh.

Jadi mezbah dupa itu dibentuk oleh 2 perkara ini, kayu dan emas, yaitu kayu disalut emas. Begitulah doa orang-orang suci di dalam Roh itu didasari oleh 2 perkara ini.

Daging dimatikan ---> hidup benar, punya kebenaran.

Roh bekerja ---> dipimpin Roh pengurapan Roh.

Inilah doa di dalam Roh dan kebenaran yang memperkenankan Allah.

Yohanes 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Di sini roh (dengan "r" kecil) menunjukkan pada roh manusia. Memang kita berhubungan dengan Allah dengan roh kita. Tetapi tanpa bantuan Roh Allah kita tidak dapat berbuat apa-apa dan selalu kalah.
Roh Allahlah yang melahirbarukan kita (= menghidupkan roh kita yang mati Ef 2:1) dan Roh Allahlah yang menguatkan kita sehingga kita dapat menyembah Dia (Gal 5:16) di dalam Roh (Ef 6:18 Yud 20).

Menyembah Allah di dalam Roh dan kebenaran.
Kalau kita mau dipimpin Roh sehingga dagingnya dimatikan (mau mengalami kematian daging) inilah yang menjadi meja dari Mezbah Dupa, dasar dari penyembahan yang berkenan pada Tuhan.

Tidaklah heran kalau orang-orang seperti ini akan lancar berdoa dalam Roh (dalam bahasa lidah) dengan manis, sebab ada persekutuan dengan Allah. Allah berkenan dan memberkatinya, Rohkudus makin mengurapinya. Betapa indah kalau kita mau dan dapat terus menerus berdoa dalam Roh, itu hidup yang amat indah, yang membawa kepada kemenangan-kemenangan yang heran seperti yang dinyatakan dalam mahkota dari Mezbah Dupa ini, sangat indah.

Berdoalah tanpa berhenti dalam Roh dan kebenaran, itu seperti Mezbah Dupa di hadapan hadirat Tuhan ini, indah, kuat, heran, dan berkemenangan.


Blessing Family Centre

0 komentar:

Posting Komentar