TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Jumat, 11 Mei 2012

Fatsal XIX KENDI DAN MANGKUK

Fatsal XIX

KENDI DAN MANGKUK

Bilangan 4:7 "Dan lagi di atas meja roti tunjukanpun hendaklah dihamparkannya sehelai kain biru laut dan diletakkannya di atasnya segala pinggan (dalam buku ini piring) dan Bokor dan ceper dupa (kendi) dan ceper pencurah (mangkuk) dan lagi roti yang selalu itu akan di atasnya." (TL)

A. PENGGUNAAN

Kendi & Mangkuk ini dipergunakan untuk persembahan minuman. Kendi di isi dengan anggur & kemudian dituangkan ke dalam mangkuk tersebut yang dipergunakan untuk korban curahan.

B. ADA 2 MACAM PERSEMBAHAN MINUMAN:

I. BERSAMAAN DENGAN KORBAN-KORBAN BAKARAN

Misalnya :

Imamat 23:37 "Maka inilah segala masa raya Tuhan, yang hendak kamu seru-serukan akan perhimpunan yang suci dan akan dipersembahkan kepada Tuhan beberapa korban api dan korban bakaran dan persembahan makanan dan korban sembelihan dan persembahan minuman (KjV: drink offering), masing-masing pada harinya. (Keluaran 29:40-41; Imamat 23:13; 18:37 & lain-lain).

Ini dibakar untuk menjadi suatu persembahan bau-bauan yang manis / harum bagi Tuhan.

Bilangan 15:10 "Dan air anggur akan persembahan minuman hendaklah kamu persembahkan setengah hin akan persembahan yang dimakan api dan suatu bau yang harum bagi Tuhan." (TL)

Persembahan minuman ini tidak boleh dipersembahkan di dalam Ruangan Suci di atas Mezbah Dupa.

Keluaran 30:9 "Maka di atas meja itulah jangan engkau membakar dupa yang lain atau korban bakaran atau persembahan makanan, dan lagi jangan engkau curahkan kepadanya persembahan minuman." (TL)

II. PERSEMBAHAN MINUMAN DI DALAM RUANGAN SUCI.

Bilangan 28:7 "Maka persembahannya minuman itu seperempat hin bagi tiap-tiap seekor anak domba; maka dalam tempat yang suci hendaklah kamu mencurahkan persembahan minuman air anggur bagi Tuhan." (TL)

Dalam ayat ini dikatakan supaya Persembahan Minuman tersebut dicurahkan di dalam Ruangan Suci, tetapi tidak di atas Mezbah Dupa, melainkan langsung ke tanah dalam Ruangan Suci.

Keluaran 25:29 "Dan lagi perbuatkanlah pinggannya (piring) dan bokornya (kendi) dan cepernya akan pendupaan (Bokor pendupaan) dan (mangkuk) akan pencurah (untuk mencurahkan Persembahan Minuman), maka hendaklah kau perbuatkan dia dari pada emas yang suci." (TL)

III. ARTI PERSEMBAHAN MINUMAN.

Pertama kali disebut dalam Kejadian 35:14.
Kejadian 35:14 "Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan (TL: Persembahan Minuman) dan menuangkan minyak di atasnya."

Ini dikerjakan oleh Yakub sebagai tanda ucapan syukur, bahwa benar-benar Allah menyertai & memberkati Yakub seperti janji-Nya (Kejadian 28:14-15).

Apa artinya Persembahan Minuman ini bagi kita? Ini bukan berarti secara jasmani (bukan untuk dilakukan secara harfiah), tetapi secara rohani.

Ada 3 perkara yang terdapat dalam korban atau Persembahan Minuman ini, yaitu :
1. Anggur = Sukacita
2. Korban
3. Karena Kebenaran Allah.

1. ANGGUR = SUKACITA

Mazmur 104:15 "dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. (Baca juga Amsal 31:6b)

Jadi anggur adalah lambang sukacita. Di sini, anggur yang dicurahkan dari Meja Roti Pertunjukan adalah kesukaan dari Firman Allah, yang menjadi seolah-olah persembahan minuman anggur bagi Allah, yaitu : Sukacita dalam mencari & menyelidiki Firman Tuhan.

Ini bukan Karena terpaksa atau karena suatu keharusan, tetapi merupakan suatu kesukaan, seolah-olah seperti hoby.

Yeremia 15:16 "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya Tuhan, Allah semesta alam."

Mazmur 119:47 "Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai sepanjang hari".

Mazmur 119:97 "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."

Mazmur 119:72 "Taurat yang Kau sampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas perak."

Kisah Rasul 17:11 "Orang-orang Yahudi di kota itu (Berea) lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima Firman itu dengan segala kerelaan (TL: sukacita) hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Juga setiap Pengkhotbah harus "menyajikan" Firman Tuhan, yang "dimasak" baik-baik & dibumbui dengan urapan Roh Kudus sehingga sedaaaap.......& mendatangkan sukacita bagi orang yang "makan" daripadanya (tetapi jangan memakai siasat / akal-akalan duniawi yang cabul, hal-hal yang najis, fitnah, perkara-perkara yang hina & sebagainya).

Dan juga perlu ditekankan pentingnya pengurapan Roh Kudus & hidup berkenan di hadapan Allah supaya khotbah-khotbah itu diurapi, sebab hanya pengurapan Roh Kudus yang dapat menyebabkan pemberitaan-pemberitaan Firman Tuhan menjadi sedap & menggirangkan (bukan lelucon, bukan fasih lidah. Bukan kepintaran, bukan cara-cara manusiawi, maupun hebatnya peralatan-peralatan modern. Ini dapat menarik hati orang, tetapi tidak dapat melepaskannya dari tangan setan!).

Segala sesuatu yang fana boleh dikorbankan asal Roh Kudus mengurapi kita, sebab hanya Roh Kudus yang membuat ayat-ayat Firman Tuhan menjadi hidup & menggirangkan; tanpa pengurapan Roh Kudus, Firman Tuhan hanyalah huruf-huruf yang kering & mati.

II Korintus 3:6 "Ialah juga menjadikan kami pandai menjadi pesuruh Perjanjian Baru, bukan pula menurut seperti huruf, melainkan menurut Roh; karena huruf itu mematikan, tetapi Roh itu menghidupkan." (TL)

2. KORBAN.

Mentaati Firman Tuhan bukan hanya menghasilkan sukacita tetapi juga mengandung pengorbanan. Ada korban. Menjadi korban itu berarti sakit, menderita, rugi tidak enak & seterusnya!

= sukacita
^
Taat. /
Firman Tuhan /
\
V
= korban

Di dalam mentaati Firman Tuhan selalu ada resiko, ada korban, meskipun demikian kita mau menerimanya dengan rela & sukacita. Kita taat sekalipun ada harga yang harus dibayar, ada pengorbanan, tetapi dengan sukacita & tidak ada persungutan. Jangan taat dengan bersungut-sungut, itu seperti Meja Roti Pertunjukan tanpa anggur, tanpa sukacita, tidak lengkap & tidak memperkenan Tuhan.

Orang-orang Israel mau taat kepada Tuhan, mereka keluar dari Mesir, mereka berjalan maju, tetapi penuh dengan persungutan.
Ini seperti Meja Roti Pertunjukan tanpa kendi & mangkuk yanga berisi anggur!

Filipi 2:14 "Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,"

Hati kita harus tetap penuh dengan Firman Tuhan & juga tetap penuh dengan sukacita, meskipun kita kena sengsara atau resiko lainnya karena mentaati Firman Tuhan. Gereja Tesalonika adalah contoh yang baik dalam hal ini.

I Tesalonika 1:6-7 "Maka kamu ini sudah menjadi penurut teladan kami dan teladan Tuhan; meskipun di dalam beberapa sengsara, kamu sudah menerima Firman itu dengan kesukaan yang datang daripada Rohulkudus (ada korban minuman), sehingga kamu menjadi teladan kepada segala orang yang beriman di Makedonia dan Akhaya itu." (TL)

Jangan bersungut-sungut, itu mendatangkan kematian. Ini bukan dari Roh Kudus, tetapi dari setan!

I Korintus 10:10 "Dan lagi jangan kamu bersungut-sungut, sebagaimana beberapa mereka itu sudah bersungut-sungut, lalu dibinasakan oleh malaikat maut." (TL)

Jadi di atas Meja Roti Pertunjukan harus ada roti & ada anggur yaitu kesukaan dalam mentaati Firman Tuhan (anggur juga melambang Perjamuan Suci seperti yang diterangkan dalam fatsal XXI).

3. KARENA KEBENARAN FIRMAN TUHAN.

Kita menderita bukan karena tingkah polah kita sendiri, tetapi karena kita mentaati Firman Tuhan, hidup menurut kebenaran Allah.

I Petrus 2:20-21 "Karena apakah kemegahannya, jikalau dengan sabar kamu tahan, apabihla kamu disiksakan dari sebab berbuat dosa? Tetapi jikalau dengan sabar kamu tahan sengsara dari sebab berbuat baik, maka itulah yang berkenan kepada Allah.
21). Karena bagi maksud inilah kamu sudah dipanggil; sebab Kristus sudah menanggung sengsara juga karena kamu, ditinggalkan-Nya suatu teladan bagimu, supaya kamu mengikut kesan-Nya." (TL) (seperti Kristus yang menderita bukan dari dosa atau salahnya, tetapi karena kebenaran).

Inilah korban yang betul, yang berkenan kepada Allah. Orang yang menjadi korban karena salahnya sendiri itu tidak memperkenan Allah, misalnya :

I Petrus 4:15 "Biarlah jangan barang seorang di antara kamu merasai sengsara sebagai seorang pembunuh atau pencuri atau seorang yang berbuat jahat, atau seorang yang masuk campur di dalam perkara orang lain;" (TL)

Korban yang berkenan pada Tuhan yaitu berani menderita sengsara karena kebenaran Allah. Ini akan membuat penderitaan yang baik & pertumbuhan rohani yang subur.

Jadi kesukaan dari Firman Tuhan itu datang dari kesukaan mendengar/menyelidiki Firman Tuhan & kesukaan di dalam mentaati-Nya meskipun dengan banyak pengorbanan.

Contoh lain :

Petrus
Sesudah ia penuh dengan Roh Kudus ia mendapatkan kuasa & kekuatan yang limpah dari Roh Kudus (Kisah 1:8) sehingga ia dapat tahan menderita karena kebenaran.

Kisah Rasul 4:19-20 "Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
20). Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Sekalipun ia dianiaya, Petrus tetap taat & bersukacita.

Kisah Rasul 5:41 "Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan (dipukuli di hadapan umum) oleh karena Nama Yesus."

Para nabi :
Matius 5:10,12 "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
12). Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Paulus di Filipi,
Kisah Rasul 16:25 "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka."

Filipi 2:17 "Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian."

Kalau kita menderita karena mentaati Firman Tuhan (baik di rumah, di sekolah, di Gereja, di kantor & di mana saja), janganlah bersungut-sungut, tetapi bersukacitalah! Ini kesempatan untuk mencurahkan air anggur "persembahan minuman" kepada Tuhan.

Bersukacita dalam menderita karena Firman Tuhan itu seperti mencurahkan anggur korban minuman di hadapan Tuhan.

Kalau kita menderita karena Tuhan, jangan buang kesempatan untuk dapat mempersembahkan persembahan minuman ini! Gunakan kesempatan ini baik-baik, itu amat berkenan kepada Tuhan. Sebab itu kalau kita mengalami sengsara atau menjadi korban karena kebenaran, mulailah berlompat-lompat & bersukacita, sebab ini berarti mempersembahkan persembahan minuman kepada Tuhan & tentu bukannya tanpa pahala.

Matius 5:12 "Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Pakailah setiap kesempatan yang kita peroleh.

4. MENGHASILKAN PERTUMBUHAN!

Orang yang mau & berani menderita karena mentaati Firman Tuhan, maka Firman Tuhan akan menjadi daging (pengalaman) dalam kehidupannya, sehingga dengan demikian ia tumbuh (Yohanes 1:14a).
Biarlah seluruh Firman Tuhan itu menjadi pengalaman kita sehingga kita tumbuh.

Kalau seorang makan pepaya, lalu buang air besar & kotorannya juga pepaya, makan telur lalu keluar telur, makan nasi keluar nasi, maka itu berarti makanan yang dimakannya tidak menjadi daging.

Orang semacam ini tidak dapat tumbuh, lebih-lebih kanak-kanak, bahkan menjadi lemah & sakit, lama-lama mati.

Begitu kalau Firman Tuhan tidak menjadi daging dalam hidup kita, maka kita tidak akan tumbuh, melainkan menjadi lemah & lama-lama dapat mati rohani!

Belajar mentaati Firman Tuhan, itu sakit, ada pengorbanannya, tetapi bersukacitalah, maka kita akan tumbuh, indah! Inilah Meja Roti Pertunjukan yang lengkap, ada roti, juga ada anggur.

4.A. MENGHASILKAN PAHALA.

Apa yang kita derita karena kebenaran Kristus, kalau kita rela, bersedia & bersukacita (tidak bersungut-sungut), maka semua itu akan menjadi pahala kita.

Roma 8:17-18 "Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
18). Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita."

Segala yang kita derita karena Kristus, karena kebenaran Allah, itu tidak sia-sia, tetapi menjadi pahala yang terus mengikut menyertai kita selama-lamanya (Wahyu 14:13 TL)

Jadi ketaatan kepada Firman Tuhan itu akan membuat rohani kita menjadi ketaatan & pahala tersedia bagi kita di dalam Sorga.

Kalau datang sengsara & kita menolak itu bodoh, sebab kita kehilangan kesukaan yang amat indah itu (kesukaan Sorga itu indah & bermutu tinggi) & kehilangan pertumbuhan & pahala. Orang ini akan lemah rohaninya, lemas & berhenti tumbuh, akhirnya akan mati!

Matius 13:21 "Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad."

"Panas" matahari itu membuat pohon-pohon yang tidak berakar menjadi layu, tetapi yang berakar justru akan tumbuh & berbuah-buah. Justru panas matahari itu memungkinkan daun-daunnya membuat tepung untuk membuat buah-buahnya (proses asimilasi dalam daun).

Justru panas penderitaan karena taat akan Firman Tuhan itu menumbuhkan rohani kita. Ini hasil persembahan minuman bagi Tuhan.

Kita perlu mengerti hal ini baik-baik & mentaatinya. Miliki Kendi-kendi emas & Mangkuk-mangkuk emas di atas meja hati kita.

Miliki kendi & mangkuk, serta anggur. Miliki pengertian Firman Tuhan yang indah-indah ini, maka dalam setiap kesempatan kita dapat memberi persembahan minuman!

Segera ada kesukaran & penderitaan datang karena Firman Tuhan, bersukacita, tuangkanlah anggur sebanyak-banyaknya, Roh kemuliaan akan ada di atas kita sebab Tuhan berkenan kepada kita.

I Petrus 4:14 "Jikalau kamu terkena cela karena nama Kristus berbahagialah kamu, karena Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah diam di atas kamu." (TL)

Nehemia 8:11 "..........karena kesukaan yang dari pada Tuhan itulah juga kuatmu." (TL)

Dan ini menjadi kekuatan kita. Bersukacita senantiasa (Fiipi 4:4; I Tesalonika 5:16), bukan hanya dalam masa-masa kesukaan, tetapi juga di dalam masa-masa penderitaan & kesukaran (I Tesalonika 1:6-7). Ini juga bersama-sama dengan mengucapkan syukur senantiasa, bukan hanya pada waktu senang, tetapi di dalam segala macam keadaan (Efesus 5:20).

Biarlah dalam sidang Tuhan, di tengah-tengah umat-Nya ada banyak korban minuman.

Catatan:
Persembahan Minuman yang diatas Mezbah Korban Bakaran itulah kesukaan dari orang-orang yang mempersembahkan Korban untuk Tuhan atau orang-orang yang menjadi korban karena Kristus tetapi tetap bersukacita.

Misalnya orang yang karena bertobat kehilangan nafkah yang haram atau uang yang haram, persahabatan yang keji & sebagainya, tetapi ia bersukacita, bukan berdukacita; inilah Persembahan Minuman pada Mezbah Korban Bakaran.
Contoh untuk ini adalah Zakheus yang mengembalikan uang yang ditipunya 4 (empat) kali ganda & memberikan separuh / setengah dari hartanya untuk orang miskin, ia bersukacita. Orang-orang yang menerima Tuhan Yesus, lalu mereka dianiaya, tetapi mereka bersukacita; Ini juga Persembahan Minuman yang indah dari Mezbah Korban Bakaran, memberikan suatu bau yang harum bagi Tuhan.


Sent from my iPad

0 komentar:

Posting Komentar