TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Sabtu, 16 Juni 2012

PEKERJAAN ROH KUDUS



Fatsal VII C

PEKERJAAN ROH KUDUS

KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS

A. APA?

Karunia-karunia Roh Kudus ialah bermacam-macam pekerjaan ajaib di luar kemampuan manusia, yang dibuat oleh orang-otang suci karena digerakkan oleh Roh Kudus yang ada di dalamnya.

1Korintus 12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

1Korintus 12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

1Korintus 12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

1Korintus 12:10Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

Ini juga ajaib, sebab bukan kita sendiri, tetapi Roh Kudus yang di dalam kita, Dialah yang membuat karunia-karunia itu. Kita ini hanya menyampaikan, menyalurkan, hanya tukang pos untuk karunia-karunia itu.

1Korintus 12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Sebab itu sekalipun sederhana, bodoh, orang biasa, tetapi kalau kita mau hidup dipimpin oleh Roh, maka Roh Kudus dapat menyalurkan banyak karunia-karunia lewat kita untuk faedah sidang Tuhan, sehingga nama Tuhan dipermuliakan.
Sebab itu kalau orang-orang beriman yang penuh Roh itu mau dipimpin Roh, mengerti dan mau menyampaikan karunia-karunia Roh itu maka langsung orang itu menjadi heran, ajaib, pelayanannya tergolong luar biasa, sebab bukan dia, tetapi Roh Kudus yang bekerja di dalam dia!
Jadi selain kemampuan, juga kekuatan dan keberaniannya menjadi luar biasa!
Suatu contoh yang nyata ialah rasul-rasul sebelum dan sesudah penuh Roh Kudus.

Sebelum penuh Roh Kudus mereka sudah dapat melayani dengan heran dan ajaib sehingga Tuhan Yesus sendiri bersukacita (Luk 11:17-18), tetapi sesudah ditinggalkan Tuhan Yesus mereka menjadi ketkutan, mengunci diri dan tidak berani berbuat apa-apa.
Sesudah penuh Roh Kudus diatas kamar loteng Yerusalem, mereka menjadi bergairah, berani, berapi-api, penuh hikmat dan kuasa naik saksi bagi Tuhan. Sampai dianiaya berkali-kali mereka tetap tidak undur. Mereka penuh dengan kata-kata yang tepat dan heran sebab mempunyai kata-kata ilahi (misalnya Kisah 4:19), pikirannya juga cemerlang sebab diisi Roh Kudus yang hikmat, marifat dan dapat membedakan roh, misalnya Kis 5:1-12. Mereka juga penuh dengan kuasa menyembuhkan orang, mujijat dan macam-macam tindakan iman lainnya. Semua ini karena mereka penuh Roh Kudus dan mau dipimpin Roh melakukan apa saja. Mereka mengerti bekerja sama dengan Roh Kudus dan Roh Kudus yang ada di dalam mereka dapat bergerak sebebas-bebasnya melalui rasul-rasul.
Juga zaman sekarang ini Tuhan akan berbuat hal-hal yang sama, bahkan lebih besar dari itu (Yoh 14:12) di dalam kita, asal kita mau selalu tinggal dalam kepenuhan Roh Kudus (ini berarti tinggal dalam hidup yang suci sampai dalam pikiran angan-angan dan cita-cita kita Gal 5:24) dan mau dipimpin Roh sekalipun itu melawan daging (Yoh 21:18; 2Kor 4:10-12).
Allah sudah mencurahkan Roh Kudus kepada kita, dan siapa yang mau dipenuhi dan mau menyampaikan karunia-karunia Roh Kudus, pasti pelayanannya menjadi luar biasa, seolah-olah ia menjadi superman (jauh lebih tinggi dari orang biasa) sebab Roh Kudus yang bekerja di dalamnya. Roh Kudus itu Allah sendiri!

B. KENYATAAN-KENYATAAN ROH KUDUS (= KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS).

1. Waktu Petrus ditegur seorang hamba perempuan, ia begitu ketakutan dan mulai berdusta serta menyangkal Tuhan habis-habisan bahkan kemudian ia menyangkali gurunya dengan sumpah.

Lukas 22:56-57 Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya, lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia." Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"

Tetapi... belum genap dua bulan sesudah itu, Petrus yang cukup stabil kepribadiannya (sudah cukup tua), tiba-tiba berubah sama sekali! Sekarang ia dituduh lagi, tidak oleh seorang budak perempuan, tetapi oleh majelis orang Yahudi (Sanhedrin) yang sangat berkusa dan kejam, yang sudah berhasil membunuh gurunya. Ia dituduh lagi sebagai orang-orangnya Yesus dan diancam supaya berhenti berkata-kata dan mengajar dengan nama Yesus. Heran, Petrus tidak ketakutan dan gemetar seperti dahulu.

Ia begitu berani dan pintar bicara, lagi pula kata-katanya penuh hikmat sehingga orang-orang tidak dapat membantahnya.

Kisah 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Mengapa terjadi perbedaan ini?

Jawabannya ialah: Sebab Petrus dibaptis, dipenuhi dengan Roh Kudus. Sebab itu ia limpah dengan karunia-karunia Roh pasa setiap ia memerlukannya dari Tuhan, karena sang pemberi karunia-karunia Roh yaitu Roh Kudus berada di dalamnya senantiasa!

Kisah 4:8 Kemudian Petrus yang penuh dengan Rohulkudus menjawab mereka itu, "Hai penghulu kaum dan orang tua-tua..
Inilah artinya karunia-karunia Roh Kudus!

2. Dalam bahasa Inggris karunia-karunia Roh disebut manifestation of the spirit atau kenyataan-kenyataan Roh (1Kor 12:7).
Inilah tanda-tanda atau kenyataan adanya Roh Kudus.

Ada 2 perhimpunan orang-orang beriman, A dan B. Perhimpunan A ada Roh Kudus di tengah-tengahnya, yang B tidak ada Roh Kudus (atau Roh Kudus tidak diberi kesempatan bekerja, atau mereka tidak tahu bekerja sama dengan Roh Kudus).

Apa beda kedua macam perhimpunan ini?

Apa tandanya perhimpunan/ persekutuan yang ada Roh Kudus?
Perhimpunan yang bersekutu dalam Roh itu ada kenyataan-kenyataan Roh.
Jadi karunia-karunia Roh itulah tanda bahwa di tengah-tengah mereka ada Roh Kudus ada bekerja menyatakan diriNya.

Ada sepasang suami-istri berbincang-bincang tentang tetangganya. Si suami berkata bahwa rumah itu kosong. Tetapi si istri berkata bahwa pasti ada penghuninya sebab ada tanda-tanda, ada kenyataan bahwa ada orang di dalamnya. Si suami bertanya, kenyataan apa saja yang diketahui istrinya sehingga ia menyimpulkan bahwa ada orang di dalam rumah sebelah. Lalu si istri mulai mendaftarkan kenyataan-kenyataan yang membuktikan hal itu, katanya:

1. Saya melihat cucian pakaian pada pagi hari, tahu-tahu sore hari sudah tiada.
2. Saya melihat lampunya menyala di malam hari tetapi siang sudah padam.
3. Saya pernah mendengar siaran radio dari rumah sebelah meskipun tidak ramai.
4. Anjingnya sudah sebulan tetap hidup, kalau tidak diberi makan, sebab tidak ada orangnya, kan mati?
5. Bak sampahnya selalu ada isinya.
6. Koran yang dilempar setiap kali kedepan rumahnya pada keesokan harinya sudah tiada.

Si suami berkata: "cukup-cukup!" dan ia percaya bahwa dirumah sebelah ada penghuninya sekalipun mereka belum pernah melihat orang-orang itu dengan mata kepalanya sendiri.

Begitu kalau ada Roh Kudus di dalam hidup dan penrhimpunan kita dan Roh Kudus diijinkan bekerja, maka sekalipun Roh Kudus itu tidak nampak dengan mata jasmani kita, kita tetap dapat yakin bahwa Roh Kudus bekerja di tengah-tengah kita karena mendengar dan melihat karunia-karunia atau kenyataan-kenyataanNya.
Bahkan orang-orang kafirpun dapat mengetahui hal ini karena melihat kenyataan-kenyataan yang heran dan hanya dapat dibuat oleh Allah, ada di dalam orang-orang ini. Misalnya Firaun melihat Yusuf jauh berbeda dengan orang-orang Mesir yang pintar-pintar, sebab itu Firaun yakin bahwa di dalam Yusuf ada Roh Allah.

Kejadian 41:38 Lalu titah Firaun kepada pegawai-pegawainya: Mana-kan boleh kita mendapat seorang yang seperti ini, yang ada Roh Allah di dalamnya (TL).

Tentu orang-orang beriman yang penuh Rohkudus (dan yang sudah belajar) akan lebih mudah dan lebih cepat mengenali tanda-tanda pekerjaan Rohkudus ini ada atau tidak ada dalam seseorang. Ada juga orang-orang Kristen yang tidak dapat membedakan tanda-tanda ini.

3. Kalau seseorang penuh Roh Kudus dan Roh Kudus dapat bekerja dalam dirinya atau di dalam perhimpunannya maka kalau ada problem, ia tidak bereaksi dengan kekuatannya sendiri, melainkan Roh Kudus yang menampilkan salah satu atau beberapa karunia-karuniaNya untuk melindungi/ menolong orang ini.

Setiap orang yang penuh Roh Kudus dan hidupnya mau dipimpin Roh, sewaktu-waktu dapat mengeluarkan satu atau beberapa hari ke 9 karunia-karunia Roh Kudus itu, menurut pimpinan dan kehendak Roh Kudus, biasanya pada saat-saat di mana orang itu membutuhkan pertolongan.

Jadi karunia-karunia Roh Kudus itu adalah milik Roh Kudus, kata-kata, tindakan-tindakan dan pengetahuan dari Roh Kudus sendiri yang dikerjakan oleh orang yang dikuasai Roh Kudus.
Orang yang penuh dengan Roh Kudus itu berarti mempunyai kesembilan karunia-karunia Roh itu sebab Roh Kudus yang di dalamnya dapat saja mengeluarkan kesembilan karunia-karunia itu menurut kehendak Roh itu sendiri.
Tetapi kalau orang yang penuh Roh Kudus itu tidak mau dikuasai atau dipimpin oleh Roh Kudus atau tidak mengerti bagaimana hidup dikuasai ole Roh Kudus, karunia-karunia itu tidak nyata dalam hidupnya. Baru kalau ia mau dikuasai (dipimpin) oleh Roh kudus maka barulah tindakan-tindakan, kata-kata dan pengetahuan Roh Kudus itu nyata nampak di dalam orang itu.
Orang yang mau dikuasai Roh Kudus itu luar biasa, seolah-olah Roh Kudus sendiri yang bekerja dengan memakai tubuh orang itu.

Kita harus belajar hidup seperti ini, mau dipimpin atau dikuasai Roh Kudus, maka dalam ibadat, pelayanan dan hidup kita sehari-hari, Roh Kudus itu akan nyata sekali berkata-kata, berpikir dan bertindak melalui kita.

C. KARUNIA-KARUNIA ROH = TANDA-TANDA ORANG YANG DIPIMPIN ROH

Jadi karunia-karunia Roh itu adalah tanda-tanda dari orang yang penuh Roh (Ep 5:18) dan yang mau menurut akan pimpinan Roh Kudus (Rom 8:14), tidak menghalang-halangi Roh (Kisah 7:51). Sebab itu supaya karunia-karunia Roh bertambah-tambah dalam hidup dan pelayanan kita, jangan belajar cara-caranya atau tekniknya atau metode-metodenya untuk dapat berkarunia, tetapi belajarlah lebih teliti dan lebih tepat melakukan pimpinan Roh (di dalam berjalan dalam Roh).
Kita juga akan belajar mengerti cara bekerja Roh dan bagaimana menyalurkannya, tetapi ini bukan pelajaran tersendiri di luar berjalan dalam Roh! Melainkan ada di dalam berjalan dalam Roh.
Orang yang berjalan menuruti daging (hawa nafsunya) tidak menurut pimpinan Roh, jangan harap dapat berkarunia sekalipun sudah belajar teknik dan cara-caranya.

_ Jalan dalam Roh
|
Menyatakan___|
karunia2 Roh |
|_ belajar cara-cara teknik dan
metode

Orang yang hanya mau belajar metode atau teknik-tekniknya untuk dapat berkarunia itu seperti robot yang mau meniru tanda-tanda orang hidup. Robot ini dapat meniru, tetapi tidak mudah keliru.

Ada sebuah robot yang diprogram sedemikian rupa sehingga kalau ada orang (tuannya) lewat, akan membungkuk dan berkata; "selamat datang tuan!" Pada suatu waktu ada anjing lewat dan robot ini juga berkata: "selamat datang tuan!" Malamnya seorang pencuri masuk dan robot ini juga berkata: "selamat datang tuan!", sehingga pencuri ini bertambah senang menghabisi seluruh isi rumahnya itu dengan robotnya sekali.

Begitulah orang yang meniru-niru karunia Roh, ia tidak dapat membedakan roh dan akan bekerja sama dengan roh setan sehingga sesat, mengacaukan dan merusakan pekerjaan Tuhan. Jangan belajar berkarunia, tetapi belajar untuk bersungguh-sungguh dan selalu berjalan dalam Roh, dipimpin Roh.

Menurut Firman Tuhan bukan taknik, metode atau cara-cara.

Jangan belajar cara-cara secara akal, tetapi belajar dari Firman Tuhan sebanyak-banyaknya tentang karunia-karunia Roh Kudus. Ini perlu supaya kita mengerti kehendak Allah sehingga tidak ragu-ragu dalam menyampaikan, tetapi lancar. Orang yang tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan tentang karunia-karunia Roh itu akan sering ragu-ragu dalam menyampaikan karunia-karunia Roh, sehingga ia sendiri menjadi penghambat dari karunia-karunia Roh. Ini sebab kebodohan dan keragu-raguannya. Jangan bodoh, belajar mengerti dan pelajarilah akan Firman Tuhan lalu melakukannya. Mungkin mula-mula ada beberapa kekeliruan tetapi ini bukan berarti karunia-karunia Roh itu keliru, tetapi penyalurnya, tukang posnya yang membuat kekeliruan! Ini masih mungkin, bukan sesat, sebab kita belum sempurna.

1Korintus 13:9 karena pengetahuan (karunia marifat) kita belum sempurna, dan hal kita bernubuat (berkarunia) belum sempurna. (TL).

Namun kalau keliru hendaklah kita mengakuinya supaya jangan akibat-akibatnya yang terjadi itu terus merusak tetapi diperbaiki.
Jangan takut, dengan rendah hati, tetap dalam kesucian dan dengan banyak memeriksa diri belajar lagi menyampaikannya. Dalam Alkitab ada sebuah contoh tentang orang yang keliru menyampaikan karunia-karunia Roh, misalnya:

Kisah 21:4 maka kamipun bejumpa.ah dengan beberapa murid dan tinggallah di sana 7 hari lamanya; maka mereka itupun mengingatkan kepada Paulus dengan ilham Roh, supaya jangan ia naik ke Yerusalem (TL).

Nubuat ini salah: Jangan naik ke Yerusalem. Mengapa? Sebetulnya ilham Roh Kudus yang betul mengatakan bahwa Petrus harus naik ke Yerusalem. Nabi Agabus (yang lebih mahir dalam bernubuat) menyampaikan nubuat kepada Paulus tentang hal yang sama ini dengan betul (kisah 21:10-11).
Mengapa nubuat di Tsur sampai keliru? Sebab murid-murid di Tsur ini mencintai Paulus, lalu suara Roh yang diterimanya itu dicampur dengan cinta dan kasihan pribadi, ini tidak boleh, ini salah.

suara Roh------------------|
_______________ } Nubuat keliru
| tambahan pribadi |-----|
|_______________|<------

suara Roh-----------> Nubuat betul

Sehingga timbul nubuatan yang justru melarang Paulus ke Yerusalem supaya tidak sampai mati (seperti yang dikira oleh mereka). Dalam menyampaikan karunia-karunia Roh, kita tidak boleh menambah atau mengurangi atau merubah. Memang pengaruh emosi, cinta, perasaan dan daging ini dapat mempengaruhi. Kita harus belajar menyangkal daging! (Pertus juga pernah melarang Tuhan Yesus naik ke Golgotha sebab cinta (daging) akan gurunya, tetapi kehendak Allah bagi Anak manusia ialah naik ke Golgotha).

D. PEMBAGIAN KARUNIA-KARUNIA ROH

Karunia-karunia Roh Kudus itu dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu pikiran, kata-kata dan tindakan Roh Kudus:

Pikiran Roh:
1. Hikmat
2. Marifat.
3. Membedakan roh.

Kata-kata Roh:
4. Nubuat
5. Bahasa Lidah.
6. Mengartikannya.

Tindakan Roh:
7. Iman
8. Kesembuhan.
9. Mujijat.

Contoh yang lengkap
Untuk mengerti dengan mudah tentang karunia-karunia Roh, kita dapat melihatNya beroperasi di dalam hidup anak manusia Yesus selama di atas bumi, yang begitu limpah dengan karunia-karunia ini.

Tuhan Yesus hidup di dunia itu betul-betul sebagai anak manusia (Ibr 5:7) bukan sebagai Allah (Pil 2:6-7) sebagai manusia yang sama seperti kita (Ibr 2:14,17), dengan segala keterbatasan seperti manusia (dapat berdosa tetapi tidak sampai berdosa, Ibr 4:15, dapat mati dan sudah mati sebagai korban dosa untuk manusia mark 15:44). Berulang-ulang Injil Lukas menyebutkan Tuhan Yesus debgan sebutan "anak manusia" sebab Lukas benar-benar sadar bahwa Tuhan Yesus yang sebetulnya Allah, itu sudah menjelma dan hidup sebagai manusia seperti setiap anak manusia lainnya.

Anak manusia dapat melakukansegala perkara yang ajaib di atas bumi itu bukan sebagai Allah (keilahianNya sudah ditinggalkan dalam kerajaan Surga Pil 2:6-7) melainkan sebagai anak biasa yang penuh dengan Roh Kudus, dipimpin oleh Roh (Mat 4:1, Luk 4:14.18-19) dan dapat sepenuhnya dikuasai oleh Rohkudus. Sebab itulah Rohkudus dapat berkata-kata, berpikir dan bertindak dengan leluasa lewat Anak manusia, menggunakan tubuh Anak manusia ini untuk melakukan kehendak Bapa. Segala macam karunia Roh yang heran dapat nyata dalam hidup Anak manusia, setiap kali selalu sesuai seperti yang dikehendaki oleh Roh itu sendiri, sebab Anak manusia selalu mau taat akan pimpinan Roh.

Begitu pula kalau kita penuh dengan Roh dan mau dikuasai oleh Roh setiap saat dalam setiap segi hidup kita (yang nampak atau yang tersembunyi) maka pekerjaan Roh Kudus akan nampak dengan nyata, memancar keluar dari segala gerak-gerik hidup kita ini seperti Yesus. Bahkan Tuhan Yesus menjanjikan bahwa kita akan melakukan perkara-perkara yang lebih heran daripada apa yang sudah dilakukan olehnya sendiri pada waktu Dia hidup sebagai manusia di atas bumi.

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.

Ini juga untuk kita, asalkan kita mau dipimpin dan dikuasai sepenuhnya oleh Roh Kudus dalam segala segi hidup, pikiran, angan-angan dan cita-cita kita (Gal 5:24). Lebih-lebih pada akhir zaman, hal ini sangat penting dan sangat dibutuhkan. Kita perlu mengerti hal ini dan mintalah kepada Tuhan segala karunia-karunia ini supaya dapat bekerja di dalam kita. Jangan lupa, harus ada penyerahan, mau dikuasai sepenuhnya (diatur, diolah, dibentuk, diperintahkan dan disuruh apa saja) oleh Roh Kudus.

E. HASIL PEKERJAAN ROHKUDUS.

Hasilnya indah dan luar biasa. Misalnya Kis 2:47; 9:31; 11:21Yus 10:11; 23:10 dan sebagainya.
Semua ini adalah hasil pekerjaan Roh Kudus. Bahkan hampir-hampir tidak mungkin berbuat apapun tanpa pekerjaan Rohkudus, mendapatkan kemenangan yang paling kecilpun kita tidak mampu.

Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Zakharia 4:6b Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Mengapa?

Sebab kita ini sesungguhnya bergumul dengan roh-roh jahat di udara (Ep 6:12). Tanpa Roh Kudus kita tidak mungkin menang dari si iblis, sekalipun hanya kemenangan yang tipis/ kecil. Hanya dengan kuasa Roh Kudus kita dapat menang atas si setan. Kita ini betul-betul bergantung sepenuhnya kepada pertolongan Roh, dan pertolongan ini bukan hanya untuk satu atau dua kali saja, tetapi untuk setiap kali sampai selama-lamanya. Sebab itu perlulah Roh Kudus ini tinggal di dalam kita setiap saat sampai selama-lamanya.

Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Roh Kudus akan bekerja dengan karunia-karuniaNya ini. Ini senjata kita. Kita harus mempunyai "senjata" ini dan tahu menggunakannya, kalau tidak kita akan gagal dan kalah. Tidak mungkin menjadi saksi Tuhan (pelita emas) tanpa kuasa Roh Kudus. Sebab itu Tuhan menyuruh kita menunggu di kaki Tuhan sampai kita diperlengkapi dengan kuasa dan karunia-karuniaNya.

Lukas 24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku (Roh kudus). Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan ke-kuasa-an dari tempat tinggi (TL: tempat yang Maha Tinggi).

Jangan berbuat apa-apa lebih dahulu, sampai kita diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi ini. Hasilnya luar biasa, supra natural, adi kodrati (= di luar kemampuan manusia), bukan hasil-hasil yang wajar atau biasa. Memang ini adalah hasil dari kata-kata, pikiran dan tindakan Roh Kudus melalui kita.
Kalau kita hanya bekerja dengan kemampuan diri kita sendiri saja, itu sungguh tidak berarti di dalam pekerjaan Tuhan dan dalam hidup rohani kita. (Dengan kemampuan sendiri sekalipun maximum, tidak akan dimenangkan satu jiwapun, sebab itu harus direbut dari tangan si setan! Mat 23:15).
Hasil pekerjaan Roh Kudus itu "melebihi akal" (Pil 4:7), melebihi segala kemampuan manusiawi.
Misalnya lahir baru, hidup yang berubah dapat berjalan dalam kesucian, tabiat yang berubah, taat, pikul salib, sejahtera, buah Roh, karunia Roh, dan seterusnya, semua hal-hal ini ada di atas kemampuan (akal) manusiawi!

Tanpa pertolongan Roh Kudus seorang akan gagal hidup seperti yang diminta Tuhan, hasilnya hanya suatu bentuk hidup Kristen yang duniawi. Lbih-lebih didalam pelayanan rohani. Hanya Roh Kudus (dan Firman Tuhan) yang memungkinkan kita dapat hidup sebagai orang-orang rohani yang berkemenangan dan mampu menjalankan pekerjaan Allah dengan berbuah-buah.

F. RINCIAN KARUNIA-KARUNIA ROH

KARUNIA-KARUNIA PIKIRAN ROH

1. Hikmat
2. Marifat
3. Membeda-bedakan Roh.

Pada saat yang dianggap perlu oleh Roh Kudus, maka Roh Allah yang ada di dalam kita memberikan sepotong dari pikiranNya (pikiran Roh, sesuatu dari yang diketahui oleh Allah) kedalam pikiran kita. Sebab itu dengan tiba-tiba kita mengetahui sesuatu yang sebelumnya kita tidak mengetahuinya sama sekali. Secara manusiawi yang wajar, biasanya kita tidak mungkin dapat mengetahuinya. Ini terjadi baik dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih di dalam pelayanan/ perkara-perkara rohani. Pikiran Roh itu dapat berupa:

1. HIKMAT

Yaitu pikiran Roh yang diberikan kepada kita sehingga dengan yakin kita tahu harus menjawab atau bertindak bagaimana, sesuai dengan kehendak Allah.
Ini biasanya diberikan Roh Kudus yang didalam kita, pada waktu kita menghadapi persoalan, kesukaran, pertanyaan, jalan buntu, pada saat harus mengambil keputusan, perbantahan dan sebagainya.

Contoh:
Dalam riwayat hidup Anak ma-nusia diatas bumi terdapat karunia hikmat ini amat limpah (Luk 4:22; Mat 13:54; Yoh 7:46). Ia limpah dengan jawaban dan tindakan-tindakan yang tepat. ("Tepat," sebab ini berasal dari Allah, dan pasti berhasil sebab Allah tidak pernah gagal. Begitu indah hidup anak-anak Allah/ Gereja yang limpah dengan karunia-karunia Roh). Beberapa contoh kata-kata hikmat Anak manusia (Luk 12:15, 20:3, 25, 35) dan sebagainya. Tindakan-tindakan yang tepat misalnya (Yoh 6:15; 8:11).

Kita perlu banyak mempelajari 4 injil supaya makin mengerti kelimpahan pekerjaan Roh di dalam Anak manusia dan ini menjadi contoh supaya kita juga belajar hidup dipimpin dan dikuasai oleh Roh, sehingga hidup kita dapat menjadi serupa dengan Tuhan Yesus.
Menyelidiki riwayat hidup Tuhan Yesus berulang-ulang itu amat indah.

Juga Petrus, pada waktu ia dihadapkan pada majelis orang Yahudi, diancam, Petrus dapat menjawab dengan tepat (Kisah 4:19). Pada waktu timbul keributan dalam mengatur bantuan pada janda-janda orang Yahudi dan peranakan Gerika, Roh memimpin Petrus bertindak dengan hikmatyaitu mengangkat pembela-pembela sidang yang penuh dengan Roh, untuk menangani bantuan tersebut, suatu tindakan hikmat yang tepat.

Contoh lain:
Sepasang suami-istri datang pada seorang pendeta minta kata-kata penghiburan. Mereka adalah tua-tua sidang dari sebuah Gereja di propinsi lain.
Mereka sangat taat dalam ibadat dan pelayanan bahkan mereka mengembalikan pepuluhan dari pabriknya sampai 20%, juga dua anaknya setia di dalam pelayanan. Anak perempuanya tina-tiba sakit dan mati. Mereka sangat sedih dan kecewa mengapa Tuhan membalas demikian sebab mereka sangat taat dan aktip dengan baik.
Berbagai-bagai pendeta besar dibanyak kota sudah didatangi. Sudah lewat setengah tahun tetapi mereka tetap kecewa dan tidak puas. Pendeta ini juga berusaha menghiburnya dengan semua ayat-ayat dan contoh-contoh yang dimilikinya. Mereka tetap sedih dan kecewa. Mereka tetap tidak mengerti mengapa seolah-olah Tuhan begitu kejam kepada mereka. Pendeta ini berdoa pada Tuhan didalam hatinya, minta karunia hikmat. Tiba-tiba Ia berkata:
"Saudara percaya mulutnya setan lebih daripada perkataan Tuhan!"

Kedua suami-istri itu terkejut sebab mereka bukan termasuk orang semacam itu. Pendeta ini menjelaskan bahwa Firman Tuhan berkata:
"Allah itu baik (Maz 34:9) dan tiada lalim/ kekejaman di dalam Allah (Maz 92:16). Tetapi kalian lebih percaya mulutnya setan yang berkata bahwa Allah itu jahat, kejam dan tidak baik. Berhentilah mendengarkan suara setan! Kalian terus mendengarkan suara setan sebab itu kalian kecewa akan Tuhan dan sedih terus!"

Mereka begitu terkejut, seperti disentakkan dari tidur, dan wajah mereka langsung berubah!
Sekarang mereka tiba-tiba sadar bahwa mereka sudah ditipu setan begitu lama. Waktu mereka pulang, sikapnya sudah berubah. Mereka percaya dan bersyukur bahwa Allah itu baik. Mereka tidak lagi sedih atau kecewa sebab percaya bahwa Aallah itu baik, dan tidak lagi percaya mulut setan!

2. MARIFAT

Allah itu maha tahu. Sebagian dari pikiran Allah ini dipindahkan ke dalam pikiran kita oleh Roh Kudus yang didalam kita, sehingga dengan tiba-tiba kita mengetahui sebagaimana Allah tahu tentang sesuatu yang tersembunyi.
Hal ini tidak mungkin diketahui dengan cara manusiawi yang wajar.

Contoh:
Banyak kali Anak manusia mengetahui pikiran orang-orang Yahudi/ ahli Torat yang hendak menjebaknya, bukan sebab Ia berada sebagai Allah yang maha tahu, karena waktu itu Ia hidup sebagai manusia biasa, tetapi sebab Roh yang di dalamNya itu yang menyatakan semuanya ini di dalam pikiran Anak manusia.
Juga Petrus mengetahui isi pikiran Ananias dan istrinya Safira, bukan sebab Petrus pandai tetapi sebab Roh Kudus yang didalamnya itu yang menyatakan pikiran roh ini kedalam pikiran Petrus (Kisah 5:3).

Seringkali Roh Kudus sudah memberi marifat ini di dalam pikiran kita, tetapi sebab tidak mengerti, takut, kuatir kalau keliru dan malu menyatakan maka kita tidak berani menyampaikan karunia Roh ini. Tentu ini salah. Kita tidak dengar-dengaran, tidak mau dipimpin/ dikuasai Roh. Kalau kita sudah yakin, jangan takut, dengan iman sampaikanlah karunia-karunia itu. Memang caranya karunia-karunia Roh ini beroperasi di dalam kita, itu harus dengan iman! Kita harus belajar bekerja sama dengan Roh Kudus. Dalam fase-fase permulaan, fase belajar, kadang-kadang terdapat beberapa kekeliruan tetapi jangan takut keliru, nanti tidak terlatih, tidak dapat menjadi mahir hidup dikuasai oleh Roh. Belajarlah dengan tulus dan suci (kelopak, kuntum, bunga emas!) sambil menaruh Firman Tuhan dalam hati sebagai pagar-pagar/ batas-batas keamanan.

3. MEMBEDAKAN ROH

Ada beberapa macam roh yaitu roh manusia itu sendiri, macam-macam roh setan/ najis dan Roh Allah. Kadang-kadang kita tidak tahu apakah seseorang datang di dalam Roh Allah atau dipimpin roh setan atau rohnya sendiri. Dalam hal ini perlu pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus akan memberikan sebagian pikiranNya ke dalam pikiran kita, sehingga kita mengerti dan dapat membedakan roh apa yang ada di dalam seseorang, yang menggerakkan/ mendorong seseorang dalam sesuatu tindakan, atau yang menyebabkan problem/ penyakitnya.

Dapat membedakan roh itu sangat penting untuk:

a. Supaya jangan kita bersekutu dengan orang-orang dari Roh yang lain yaitu roh setan, tidak tertipu oleh segala kepura-puraannya. Orang-orang Korintus sebab tidak dapat membedakan roh, akhirnya mereka mengalami banyak kekacauan dan kerugian (2Kor 11:4). Tetapi juga Paulus sendiri pada masa permulaan di Pilipi belum dapat membedakan dengan jelas roh apa yang bekerja di dalam seorang perempuan yang memberi rekomendasi yang baik bagi Paulus. Segera setelah Paulus dapat membedakannya, ia langsung mengusir roh itu keluar (Kisah 16:18).

b. Membedakan penyakit yang disebabkan karena sebab-sebab yang wajar atau oleh roh setan. Misalnya di dalam (Mark 9:25 TL), Tuhan Yesus tidak mengusir roh gila babi (penyakit epilepsi, ayan) dari si anak tersebut, juga bukan hanya roh bisu, tetapi roh bisu dan tuli. Sehingga dengan seketika anak itu disembuhkan, sebab roh-roh inilah yang menyebabkannya.

c. Seringkali kita menghadapi orang-orang yang pura-pura baik padahal didalam hatinya ada maksud-maksud yang jelek atau ada perkara dari macam-macam roh jahat seperti roh zinah, roh mammon, roh sombong, roh kikir, roh fitnah, roh dusta dan sebagainya. Di dalam melayani orang-orang semacam ini seringkali Roh Kudus memberikan pikiranNya di dalam pikiran kita sehingga kita dapat mengenal roh-roh apa yang bekerja di dalam orang yang kita layani. Usirlah langsung roh-roh itu demi nama Yesus, maka biasanya orang itu lalu mau bertobat dan berubah menjadi baru. Anak manusia sering menghadapi orang yang pura-pura atau orang yang sikap, kata-kata dan tindakannya tidak sama dengan roh yang didalamnya. Roh Kudus menunjukkan padaNya roh apa yang sebetulnya bejerja di dalam orang-orang itu.
Misalnya dalam Mat 22:16 dan lain-lain. Juga pada waktu Petrus sendiri didorong oleh roh lain, Anak manusia langsung mengenalinya dan mengusirnya! (Mat 16:33).
Juga roh-roh yang mendorong Yohanes dan Yakub itu bukan roh Allah, tetapi roh-roh setan yang mendapat tempat dalam hati mereka yang jengkel akan orang-orang samaria (Luk 9:55 KJV).

KARUNIA-KARUNIA TINDAKAN ROH

Roh Allah itu Maha Kuasa. Kuasa Allah ini dapat dinyatakan melalui kita oleh Roh Kudus tepat pada waktu hal itu dibutuhkan. Janganlah ragu-ragu, kita sudah menerima kuasa itu pada waktu Roh Kudus turun ke atas kita. Kuasa itu ada didalam Roh Kudus yang ada di dalam kita.

Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun keatas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Keluaran 4:21 Firman TUHAN kepada Mu: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kau perbuat di depan Firaun.

4. IMAN

Roh Kudus yang didalam kita itu memberi iman akan sesuatu hal, sehingga kita menjadi begitu yakin bahwa hal itu akan terjadi dalam waktu yang akan datang.
Misalnya: Pohon ara yang layu (Mark 11:13); uang di dalam ikan (Mat 17:27). Iman disini (yaitu karunia Roh) biasanya lebih besar dari iman yang biasa, pasti jadi, tidak pernah gagal.

5. MUJIJAT

Juga di sini Roh Kudus melakukan kuasaNya, selalu mujijat melalui kita. Kita menjadi yakin untuk melakukan mujijat itu sehingga berani bertindak, melakukannya hal itu dan terjadi. Bedanya dengan iman, disini mujijat itu langsung terjadi seketika. Banyak contoh dalam riwayat Anak manusia, misalnya laut menjadi teduh, roti untuk 5000 laki-laki dan lain-lain. Begitu juga yang dilakukan rasul-rasul (Kisah 16:25-26).
juga dalam hidup orang-orang beriman yang penuh Roh dan dikuasai Roh akan nampak karunia-karunia ini. Hal-hal ini perlu dalam ibadat dan pelayanan kita untuk menyaksikan Allah kita yang besar dan baik itu. Bahkan Roh Kudus sendiri merindukan untuk dapat menyatakan kuasaNya melalui kita, asalkan Ia dapat menguasai kita, kita mau taat sepenuhnya kepadaNya. Rindulah, mintalah dan terimalah dengan iman.

6. KESEMBUHAN

Roh Kudus memimpin kita bertindak untuk menyembuhkan seseorang. Ini dari Roh Kudus, kita menjadi yakin serta berani bertindak dan akan ternyata sembuh. Kesembuhan dengan doa, dengan penumpangan tangan, dalam pengalaman tidak semua dari orang-orang itu sembuh. (Tentu ada sebab-sebabnya, misalnya tiada iman, dan lain-lain) tetapi dengan karunia Roh (langsung dipimpin Roh) dapat kesembuhan yang 100% (sebab Allah tidak pernah gagal). Juga orang-orang dengan jabatan menyembuhkan orang sakit (1Kor 12:28) mempunyai prosentasi berhasil yang besar. Dengan karunia-karunia ini banyak orang-orang disembuhkan oleh Anak manusia, juga oleh rasul-rasul dan orang-orang beriman lainnya (Kis 3:7; 16:25-26; 8:6-7).

KARUNIA KATA-KATA ILAHI

Roh Kudus memberikan kata-kata-Nya di dalam pikiran kita, sehingga kita dapat langsung berkata-kata dengan kata-kata dari Allah sendiri, sebab itu hasilnya pasti hebat, sebab kata-kata Allah itu pasti betul, dan tidak akan dapat dibantah oleh manusia. Kata-kata dari Allah itu dapat berupa nubuat, bahasa lidah dan mengartikannya.

7. NUBUAT

Nubuat ialah berkata-kata dengan kata-kata dari Allah.
Roh Kudus memasukkan kata-kata Allah di dalam pikiran kita pada saat yang diperlukan, sehingga kita dapat berkata-kata (dalam pelayanan Firman Tuhan, pelayanan pribadi, pembimbingan, dalam menjawab pertanyaan, dalam persoalan, tuduhan dan sebagainya) dengan kata-kata yang langsung dari Tuhan. Kalau kata-kata itu betul dari Tuhan, hasilnya akan luar biasa, sebab tidak akan dapat dibantah dan mengandung kuasa. Baik dalam percakapan sehari-hari, lebih-lebih dalam percakapan yang penting, lebih baik kita mengurangi kata-kata kita sendiri sesedikit mungkin, dan menunggu kata-kata dari Roh Kudus. Anak manusia berkata-kata 100% dengan kata-kata dari Allah saja, tanpa kata-kataNya sendiri.

Yohanes 7:18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.

Yohanes 8:26b ... dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.

Biarlah kita belajar seperti Anak manusia, hasilnya pasti heran, dan indah, sebab seolah-olah Allah sendiri yang berkata-kata lewat mulut kita, luarbiasa!

8. BAHASA LIDAH

Roh Kudus memberi ilham sehingga kita mulai berkata-kata dalam bahasa Roh yaitu bahasa yang tidak kita mengerti namun ini mempunyai arti dan rahasia yang besar.

Kisah 2:4 Maka mereka itu sekalianpun penuh dengan Rohkudus, sehingga mereka itu mulai berkata-kata dengan berbagai bahasa, sebagaimana yang diilhamkan oleh Roh kepadanya akan bertutur (TL).

1 Korintus 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Bahasa lidah itu merupakan tanda dari tiga perkara yaitu:
1. Tanda baptisan Roh Kudus (Kisah 2:4; 10:45, 46).
2. Karunia Kenyataan Roh (1Kor 12:10).
3. Jabatan (1Kor 12:27, 31).

9. MENGARTIKAN BAHASA LIDAH

Kalau Roh Kudus memberikan karunia ini, maka kita tiba-tiba dapat mengerti apa maksud kata-kata dalam bahasa Roh itu, sehingga kita dapat mengatakannya dengan suara keras dalam bahasa yang kita pakai.

Bahasa lidah dan mengartikan makna bahasa lidah ini adalah karunia-karunia khusus untuk orang Perjanjian Baru, yang belum ada dalam Perjanjian Lama. Ini istimewa, sebab hanya diberikan Allah Bapa kepada manusia sesudah Tuhan Yesus dinaikkan (Yoh 7:38-39), tidak mungkin diberikan dalam Perjanjian Lama. Oleh karena itu tentu di dalamnya ada hal-hal yang indah dan besar. Inilah yang membuat orang-orang suci menjadi "heran", sebab diisi dengan perkara-perkara Allah yang indah dan besar.

PERBEDAAN KARUNIA DAN JABATAN

Ada beberapa karunia yang sama dengan jabatan.
Misalnya: Karunia lidah, nubuat, kesembuhan dan sebagainya. Tetapi sesungguhnya ada perbedaan pokok.
Jabatan itu, ditentukan Allah untuk orang-orang suciNya, biasanya tidak berubah, tetap (dapat bertambah, rangkap seperti Paulus). Tetapi karunia-karunia Rohulkudus itu tidak tetap; artinya Roh Kudus tidak menentukan satu karunia tertentu untuk satu orang tertentu. Siapa saja yang penuh dan dipimpin Roh (dalam suatu pelayanan) pada saat itu ia dapat dipakai Rohulkudus untuk menyalurkan salah satu karunia untuk pelayanan tersebut (1Kor 12:11).
Lain kali untuk karunia yang sama Rohulkudus mungkin memakai orang lain. Biarpun jiwa baru, asalkan ia sudah penuh Roh Kudus dan hidup dalam kesucian dan dapat menuruti pimpinan Roh Kudus, Rohulkudus dapat memakainya untuk menyatakan karunia-karuniaNya. Sebab itu dalam setiap pelayanan, semuanya itu harus berada di dalam pimpinan Roh, supaya dalam ibadat, doa, puji-pujian, Firman Tuhan dan segala yang kita buat, karunia-karunia Rohulkudus dapat nyata bekerja.


Blessing Family Centre

0 komentar:

Poskan Komentar