TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Minggu, 30 Mei 2010

Hilang Satu Diganti Dobel oleh Tuhan (I)

Kehidupan Yandri dan
istrinya selalu bertengkar
setiap hari, Yandri pernah
memegang pisau dan
menancapkan pisau itu ke
kursi tempat istrinya sedang
duduk. Anaknya juga sering
dipukuli, malah waktu bayi
sering dibanting ke tempat
tidur. Anaknya selalu minta
tolong tapi bukan
pertolongan yang diberikan
Yandri tapi malah pukulan.
Ternyata, perbuatan Yandri
ini merupakan hasil dari
didikan orangtuanya waktu
dia masih kecil. Ayahnya pun
tak pernah tanggung-
tanggung kalau memukul
Yandri. Ibunya yang sering
membela dia malah kena
pukul sampai biru lebam.
"Hanya secara tubuh saya
menganggap dia bapak saya,
tapi tidak secara jiwa sudah
tidak menganggap lagi. Dalam
hati saya berkata bahwa
suatu saat saya akan
mencelakai bapak saya."
Begitu kisah Yandri.
Sebagai pelampiasannya, dia
sering tawuran di terminal.
Dia lari di antara angkot-
angkot demi melarikan diri
dari pengejarnya, untungnya
dia sadar tidak menantang
preman terminal tersebut,
karena kalau tidak,
kemungkinan dia sudah
ditusuk-tusuk.
Tidak hanya itu, dia juga
berani berdagang video
porno. Dari SMA negeri
sampai SMA swasta dikenal
olehnya dan orang kenal
padanya. Itu ladangnya
untuk menjual video porno.
Bahkan pernah, dia menjual
video tersebut kepada gadis
SMP. Banyak kehidupan yang
dia rusak melalui video
porno ini.
Bukannya tobat, kehidupan
Yandri malah semakin
menjadi-jadi. Dia diajak
teman-temannya untuk
menonton 'blue film'
tersebut, yang ternyata di
sana juga sudah ada gadis
SMA yang ikut nonton.
Mereka nonton film tersebut
sambil mabuk-mabukan.
Dalam keadaan setengah
sadar itulah, Yandri
melakukan apa yang
seharusnya belum dilakukan.
Pada saat itu, Yandri merasa
enjoy saja, karena sifat
gadis itu pun sepertinya
sudah biasa melakukan hal
tersebut. Setelah itu, mereka
bersikap biasa. Itulah yang
dialami Yandri terus
menerus.
Namun, hatinya hancur
ketika dia dinyatakan tidak
lulus SMA. Dia kembali ke
rumah orangtuanya dan di
sana dia ditolak lagi oleh
orangtuanya. Dia diusir dan
disuruh ke kampung
halaman. Benci yang dia
rasakan terhadap ayahnya.
Akhirnya, dia ke kampung
halaman tempat kakek
neneknya berada. Di sana,
dia dianjurkan oleh
kakeknya untuk sekolah lagi.
Setelah lulus SMU, Yandri
kursus komputer sehingga
akhirnya dia mendapatkan
pekerjaan.
Dua tahun kemudian, Yandri
kembali hancur, lebih hancur
lagi daripada sebelumnya.
Mulai dari perzinahan sampai
perjudian dilakonkan oleh
Yandri. Walau sudah
menikmati kesenangan
duniawi, dia tidak merasakan
kebahagiaan. Akhirnya dia
sadar dan menikah,
berharap pernikahannya
dapat menyelamatkannya.
Pasangannya begitu
perhatian, kalau diajak
ngomong nyambung. Itulah
awal pernikahan Yandri.
Namun, pada akhirnya
Yandri berubah tingkah
lakunya. Dia mulai memukuli
istrinya. Hari-hari mereka
diisi pada pertengkaran demi
pertengkaran. Anaknya pun
dipukuli, seperti dulu Yandri
dipukul oleh ayahnya. Dia
tidak ingin seperti ayahnya,
tapi malah lebih parah dari
ayahnya.
Suatu hari, anaknya sakit
diare dan muntah-muntah
ketika dikasih air minum.
Yandri yang kesal karena
anaknya selalu muntah,
akhirnya membiarkan sang
anak sehingga mengalami
dehidrasi. Kelalaian Yandri
ini menyebabkan anaknya
terkapar koma.
Yandri mengingat kelakuan
buruknya pada anaknya. "Tuhan, hari ini saya mau
berubah. Tolong Tuhan,
bagaimana caranya agar
saya berubah? Saya mau
bertobat, saya sungguh-
sungguh mau berubah."
Ketika Yandri selesai
mengambil resep, dia melihat
semua yang menunggu
sedang menangis. Dia shock.
Dia menangis saat itu juga.
Dia membayangkan
perlakuannya yang begitu
kasar. Dan sedihnya, dia
tidak bisa lagi meminta maaf
kepada anaknya. Anaknya
sudah meninggal. Sang istri
pun memintanya untuk pergi
meninggalkannya.
"Saya sempat bertanya-
tanya kepada Tuhan, saya
kan ingin bertobat, kok
malah anak saya dipanggil?"
Di situ, Yandri ditegor oleh
Tuhan. Inilah akibat
perbuatan Yandri sendiri.
Yandri menangis dan
menangis. Akhirnya, dia
mengambil sebuah keputusan
besar dalam hidupnya.
"Tuhan, saya mau berubah..
100% saya mau berubah.
Apapun yang berbau rohani
saya mau ikut." Begitu tekad
Yandri. Dia mengikuti camp
yang diajak oleh temannya.
Di situ dia mengalami
kehancuran hati. Dia begitu
sedih…sepertinya semua
dosa masa lalunya di-rewind
dari awal sampai dia
kehilangan anaknya. Di
situlah dia mengakui semua
dosa yang dia perbuat, dan
dia diajarkan untuk
mengasihi dan mengampuni
ayahnya.


Blessing Family Centre Surabaya

0 komentar:

Posting Komentar