TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kesaksian HAMRAN AMBRIE: My Books

Buku 1 : ALLAH TRI
TUNGGAL MAHA ESA
Peristiwa : Ceramah
Hamran Ambrie atas
undangan Majelis Ulama
Indonesia, yang diprakarsai
oleh Panitia Islam, pada
tanggal 22 Juli 1979 dengan
pokok pembahasan, Ke-
Ilahi-an Jesus Kristus dan
Allah Tri Tunggal Maha-Esa.
Pembahasan : Direncanakan
tiga tokoh utama, yaitu :
Prof.DR. Hamka,
Prof.DR. H.M. Rasyidi
Prof.Drs. Hasbullah Bakry H
Namun yang datang hadir
hanya Prof.DR. H.M.
Rasyidi, dengan tambahan
9 orang penyanggah.
Pokok Pembahasan :
Allah Tritunggal, bukanlah
dalam pengertian wujud
Allah itu tiga bersatu
sebagaimana lazimnya
difahami oleh penulis-
penulis Muslim, melainkan
bahwa Allah yang Esa itu
ada Tiga Qudrat Kuasanya
yang jelas diuraikan dalam
Kitab Kejadian 1:1-3, yaitu :
1. Allah itu mencipta.
Sebagai pencipta dalam
perjanjian baru disebut
"Bapa" (Matius 11:25, Lukas
10:21)
2. Kuasa Allah ke-dua
adalah berfirman, dalam
Perjanjian Baru disebut
"Anak". (Yohanes 1:1,14)
3. Kuasa Allah ke-tiga adalah
pemberi hidup, dalam
Perjanjian Baru disebut
"Rohulkudus" (Yohanes
14:16,26)
Disebut Bapa, Anak dan
Rohulkudus itu adalah Allah
Esa itu sendiri. Kaitannya
dengan Yesus Kristus,
adalah dua Kuasa Allah,
yaitu berfirman dan
memberi hidup itu ada di
dalam Jesus, dan itulah
sebabnya Jesus disapa
Anak Allah, atau firman
Allah yang hidup, dan
Pemberi Hidup. (Yohanes
1:14, 1 Yohanes 1:1,Yohanes
10:10b). Dari penjelasan ini,
Prof.DR.H.M Rasyidi
memberi tanggapan :"Jika
demikian ajaran Kristen,
sebenarnya tidak ada
masalah yang harus
dipertentangkan antara
Islam dan Kristen." (lihat
halaman 4 baris ke-4 enz).
Buku 2 : ALLAH sudah
pilihkan buat saya Hidup
Baru dalam Kristus
p1.jpg
Peristiwa : Buku kesaksian
Hamran Ambrie bagaimana
prosesnya sebagai seorang
Muslim yang baik, lantas
berubah dapat menerima
Jesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat Pribadinya.
Kesaksian adalah
merupakan suatu
keharusan bagi setiap
orang, sebagaimana
diamrkan dalam Injil
Yohanes dikatakan : "Jikalau
Penghibur yang akan Ku
utus dari Bapa datang, yaitu
Roh Kebenaran yang keluar
dari Bapa, Ia akan bersaksi
tentang Aku. Tetapi kamu
juga harus bersaksi, karena
kamu dari semula
bersama-sama dengan
Aku". (Yohanes 15:26-27).
Isi buku kesaksian :
1. Hamran Ambrie, hanya
menyaksikan peristiwa
pengalamannya sendiri,
bagaimana prosesnya
sampai ia menerima Jesus
itu tanpa menyinggung-
menilai-menyalahkan
kepercayaan orang lain.
2. Mula-mula ia
menemukannya dalam
Quran s.Almaidah ayat 68
yang mengatakan :
"Katakanlah! Hai Ahli kitab
Kamu tiada pada agama
yang sebenarnya, kecuali
apabila kamu turuti Taurat
dan Injil dan apa-apa yang
diturunkan kepadamu
daripada Tuhanmu" (hal.4)
3. Mula-mula dia ragu, yang
mana yang disebutkan
"Taurat dan Injil" itu, apakah
yang terdapat dalam Bijbel
ataukah memang Quran itu
sendiri. Untuk ketetapan
hatinya, dia berdoa (hal.5)
4. Kemudian dia
menemukan keyakinan
yang pasti karena hidayat
(petunjukkan) Tuhan, yang
dijelaskan satu persatu :
Jesus disebut Anak Allah,
ialah analogi Firman (hal.18)
Jesus disebut Tuhan ialah
Kuasa Allah ada di dalam
Dia (hal.20-25) Tauhid
Kristiani. Hal 25-30. Allah Tri
Tunggal yang Maha Esa
(hal.31-36) Kematian dan
Kebangkitan Jesus (hal
36-48) Kebenaran Alkitab
(hal.48-52)
5. Dalam penguraian
kesaksiannya sama sekali
tidak mendeskreditkan
Islam atau menyalah-
nyalahkan ajaran Islam.
Buku 3 : KE-ILAHI-AN JESUS
KRISTUS
Peristiwa : Tulisan Hamran
Ambrie ini adalah semata-
mata menjewab buku
tulisan beberapa tokoh
Muslim yang menyerang
keyakinan iman orang
Kristen terhadap Jesus
Kristus itu misalnya :
1. Tulisan Hasbullah Bakry
dalam bukunya "Nabi Isa
dalam Al-Quran dan Nabi
Muhammad dalam Bijbel".
2. Tulisan H.M. Arsyad
Thalib Lubis dalam bukunya
"Ke-Esa-an Tuhan menurut
ajaran Kristen dan Islam"
3. Tulisan H.M. Abu
Achmadi, Ustadz Dja'far
dalam bukunya
"Perbandingan Agama"
4. Tulisan Drs. Sidi Gazalba,
dalam bukunya
"Perbandingan Agama
Praktis Ketuhanan Nasrani-
Islam"
5. dll.
Kesimpulan isi buku ke-
Ilahi-an Jesus Kristus :
1. Menjelaskan makna Ke-
Ilahi-an Jesus Kristus itu,
ialah 2 kuasa Allah
(Berfirman dan
membimbing) ada di dalam
Jesus sebagaimana
dijelaskan dalam Yohanes
14:10. (hal 5-8)
2. Menceritakan kelahiran
dan masa kanak-kanak
Jesus menurut Alkitab
(hal.9-18)
3. Menjelaskan menurut
Alkitab, apakah Jesus itu
Allah ataukah manusia (hal
19-40)
4. Menjelaskan secara
Alkitabiyah, sebabnya Jesus
disebut Anak Allah (hal
41-53)
5. Menjelaskan menurut
Alkitab, sebab-sebabnya
Jesus disebut Tuhan (hal
54-67)
6. Menerangkan pelbagai
mukjizat yang ada di dalam
kuasa Jesus (hal 68-81)
7. Dalam penjelasan-
penjelasan ini dibantah
serangan-serangan dan
pengertian-pengertian yang
salah dari penulis-penulis
Muslim yang disebutkan di
atas.
Kesimpulannya :
Buku ini ditulis adalah
menjawab, memberi
penjelasan iman Kristiani
dari pengertian penulis-
penulis Muslim yang salah
Buku 4 : TIDAK ADA
NUBUAT KENABIAN
MUHAMMAD DALAM
ALKITAB
Peristiwa : Tulisan Hamran
Ambrie dalam judul
tersebut di atas ini pun
hanya semata-mata
memberi jawab penulis-
penulis Muslim yang
senantiasa memberikan
tafsiran seenaknya bahwa
Alkitab itu sendiri
menubuatkan kenabian
Muhammad. Hingga
dengan penafsiran mereka
itu sangat menyakiti hati
dan meresahkan iman
orang-orang Kristen, buku-
buku tulisan pihak Muslim
yang disanggah dalam
penulisan Hamran Ambrie,
antara lain :
1. Buku tulisan H. Mirza
Muhammad Idris H.A
dalam bukunya yang
berjudul "Dialog dengan
Advent".
2. Buku tulisan
Prof.Mahmud Yunus dalam
kitab Tafsir Qur'annya "Al-
Qur'anulkarim".
3. Buku tulisan Drs.
Hasbullah Bakry SH dalam
bukunya "Nabi Isa dalam
Al-Quran dan
NabiMuhammad dalam
Bijbel."
4. Tulisan Drs. Mahmoudin
Sudin, dalam bukunya
"Islam dengan Agama-
Agama lain".
Kesimpulan buku ini :
1. Penulis-penulis Muslim itu
menafsirkan ayat-ayat
Alkitab dengan seenaknya
secara salah, misalnya:
Ulangan 18:15-22, Injil
Yohanes 14:16,17,26,
Yohanes 15:25-27, Yohanes
16:7-15 dan lain-lain, yang
kemudian oleh Hamran
Ambrie dijawab dengan
dijelaskan permasalahannya
yang sebenarnya, sehingga
dapat disimpulkan bahwa
dalam Alkitab, sama sekali
tidak terdapat nubuat bagi
kenabian Muhammad itu.
2. Dalam penulisan buku ini,
Hamran Ambrie sama
sekali tidak menyerang
keyakinan orang Islam,
hanya menyanggah bahwa
ayat-ayat Alkitab yang
mereka salah tafsirkan itu
diletakkan kepada proporsi
yang sebenar-benarnya.
3. Bagi orang Islam percaya
bahwa Muhammad itu
nabi, adalah hak
kepercayaan mereka,
namun tidaklah benar
bahwa Alkitab sudah
menubuatkan akan
kenabiannya itu. Penafsiran
yang salah ini memang
seyogianya harus
disanggah, sebagai hak
azasi setiap pemilik
kepercayaan, dalam hal ini
Hamran Ambrie yang
mempercayai Alkitabnya
sebagai Firman Tuhan-nya
menjaga jangan sampai
salah gunakan dengan
maksud-maksud yang tidak
benar itu.
4. Hamran Ambrie lakukan
ini, adalah karena panggilan
imannya.
Buku 5 : Kebenaran IMAN
KRISTIANI tidak tersanggah
Peristiwa : Menjawab
tantangan iman Kristiani
yang disampaikan dengan
surat oleh Sdr.Abdul Qadir
Audah, Guru/ Mubaligh
Islam Cilacap, Jawa Tengah.
Isi buku : Dalam isi
keseluruhannya adalah
hanya semata-mata
menjelaskan iman Kristen
menurut Alkitab. Halaman 4
"Iman dan akal". Banyak
orang menyangka bahwa
Iman Kristen itu, sama
sekali tidak menggunakan
akal, yang ada hanya
percaya secara membabi
buta saja. Hal ini dijelaskan.
Begitu pun juga A.Qadir
Audah ini memperkirakan,
tepatnya menuduh bahwa
Alkitab itu bukanlah kitab
suci yang benar. Untuk ini
dijelaskan. Begitupun juga
penyebutan Jesus Anak
Allah, Tuhan dll. Hamran
Ambrie berusaha
menjelaskan tanpa
menghinakan kepercayaan
iman orang Islam. Memberi
jawab dengan menjelaskan,
setiap permasalahan yang
ditantang adalah hak dan
kewajiban setiap orang
yang beriman. Dengan
adanya penjelasan-
penjelasan ini
menyebabkan A.Qadir
Audah tidak mengadakan
tantangan lagi. Dengan
istilah lain bahwa
penjelasannya Hamran
Ambrie tidak tersanggah
kebenarannya.
Kesimpulannya : Setiap
orang beriman dalam
Kristus Jesus sudah
diamarkan untuk
melakukan tugas ke-nabi-an
yang memberi jawab dan
penjelasan sebagaimana
disebutkan dengan nyata
dalam I Petrus 3:15-16.
Buku 6 : PRIBADI JESUS
Peristiwa : Buku tulisan
Hamran Ambrie ini
memberikan jawaban atas
tulisan Hasbullah Bakry
dalam bukunya yang
berjudul "Nabi Isa dalam Al-
Quran dan Nabi
Muhammad dalam Bijbel".
Kesimpulan isi buku :
1. Isa Almasih atau Jesus
Kristus itu adalah oknum
yang dipercayai secara
iman oleh Islam dan Kristen
2. Untuk ini Hamran
Ambrie, membuktikan
kepercayaan yang sama itu
menurut Alkitab dan
Quran :
1.Jesus itu seorang anak
manusia (Alkitab dan Quran
hal 1)
2.Jesis itu adalah Hamba
Allah (Idem.hal 2)
3.Jesus itu lahir dari
Rohulkudus (seturut Alkitab
dan Quran hal 3)
4.Jesus itu penjelmaan
Kalam Allah (Alk. + Quran
hal 3)
5.Jesus itu seorang nabi
(Alk. + Quran hal 4)
6.Jesus itu utusan Allah
(Alk. + Quran hal 8)
7.Jesus itu adalah Mesias
(Alk. + Quran. hal 10)
8.Jesus itu Juruselamat (Alk.
+ Quran hal 12)
9.Jesus itu Anak Allah
(hanya Alkitab hal 16)
10.Jesus itu Tuhan (hanya
Alkitab hal 17)
11.Jesus itu banyak berbuat
Mukjizat (Alk. + Quran hal
18)
12.Jesus telah bangkit dari
antara orang mati (Alk. +
Quran hal 22)
13.Jesus akan datang
kembali (Alk. Dan Hadist hal
25)
3. Kutipan-kutipan Quran
dan Haist itu adalah sesuai
dengan terjemahan dari
buku-buku orang Islam
sendiri.
Kesimpulannya isinya,
hanya perbandingan secara
obyektif.
Buku 7 : KUASA
ROHULKUDUS
Peristiwa : Istilah
"Rohulkudus" antara Islam
dan Kristen dalam
pengertian yang berbeda.
Buku ini, oleh Hamran
Ambrie menjawab atas
tanggapan Redaktur Kiblat,
sdr.H.M. Joesoef Sou'yb,
yang hendak memaksakan
bahwa Rohulkudus itu
adalah malaikat Jibril, bukan
Allah.
Kesimpulan isi buku :
1. hamran Ambrie hanya
menjelaskan bahwa
Rohulkudus bagi iman
Kristen adalah Allah sendiri
(hal 1-11)
2. Rohulkudus memberi
Kuasa dan Keberanian
untuk bersaksi (hal 12-44)
3. Pekerjaan Rohulkudus
dalam gereja (hal 44-45)
4. Buah-buah Rohulkudus
(hal 45-46)
Kesimpulan :
Buku "KUASA
ROHULKUDUS" ini sama
sekali tidak menyinggung
keyakinan kepercayaan
agama orang lain, dalam
hal ini misalnya Islam.
Orang-orang Islam
seharusnya tidaklah perlu
memaksakan
pemahamannya bahwa
Rohulkudus itu adalah
Malaikat Jibril, harus juga
dipahami atau dianut
pengertiannya demikian itu
oleh orang-orang Kristen.
Perlu dicatat, bahwa iman
Kristen, sama sekali tidak
berorientasi kepada ajaran
Islam.
Buku 8 : ANUGERAH
KESELAMATAN dan
IBADAH KRISTIANI
Peristiwa : Tulisan Hamran
Ambrie ini adalah memberi
jawab atas tantangan,
cemoohan, dan hinaan-
hinaan yang disampaikan
oleh :
1.Studi Islam, media dari
Jemaah Ahmadiyah Jakarta,
mengenai masalah "Dosa
Warisan".
2.A.Hasan dari Persatuan
Islam Bangil, dan bukunya
"Benarkah Isa disalib?"
Ibadah Kristiani.
3.Drs. Hasbullah Bakry
dalam bukunya,"Nabi Isa
dalam Quran dan Nabi
Muhammad dalam Bijbel"-
idem.
4.M.Mohammad, dalam
bukunya "Dialog
Ahmadiyah dengan
Advent"- idem.
Ringkasan isi buku :
Tulisan hamran Ambrie
dalam buku "Anugerah
Keselamatan dan Ibadah
Kristiani" ini semata-mata
menjawab dan
menjelaskan prasangka dan
perkiraan yang slah,
disamping hinaan dan
cemoohan mereka.
1. Hamran Ambrie
menjelaskan, bahwa bagi
Iman Kristen, bahwa
keselamatan itu adalah
semata-mata anugerah
Allah, bukan hasil usaha
amal ibadah masing-
masing pribadi manusia.
2. Hamran Ambrie juga
menjelaskan tiga macam
ibadah orang-orang Kristen
yang rupanya tidak dikenal
oleh penulis-penulis Muslim
itu, yaitu : Sembahyang,
Puasa dan Zakat,
berdasarkan Alkitab
(halaman 25)
Orang mengira, bahwa
dalam agama Kristen itu
sama sekali tidak mengenal
arti sembahyang, yang
mereka tahu hanya doa,
yang diistilah mereka hanya
tahlilan. Juga tidak
mengenal puasa, perkiraan
mereka itu salah, dan ini
dijelaskan. Juga mengenai
Zakat bagi orang Kristen,
bukan sekali setahun, tetapi
setiap saat mendapat berkat
sebanyak 10%.
Penjelasan-penjelasan
adalah menjadi beban
kewajiban Hamran Ambrie
memberikan penjelasan,
agar mereka tidak terus-
menerus salah penilaiannya
terhadap iman Kristen yang
sebenarnya.
Buku 9 : "ALLAHU AKBAR"
Tulisan Hamran Ambrie ini
adalah untuk memberi
jawab atas buku tulisannya
sdr. Sidi Gazalba dalam
bukunya yang berjudul
"Perbandingan Agama
Praktis ke-Tuhanan Nasrani-
Islam" yang diterbitkan oleh
Dewan Da'wah Islamiayah
Indonesia, Jakarta, yang
hendak membedakan
Allahnya orang Islam dan
Kristen, yaitu :
Islam : Allah Maha Esa
Kristen : Allah Maha Tiga
(hal 10)
Kesimpulan isi buku :
1. Hamran Ambrie
mengemukakan bahwa
Allah yang dipercaya oleh
tiga agama serumpun,
yaitu : Yahudi, Kristen dan
Islam adalah sama :
Allah, Khalik langit dan bumi
(hal 2)
Allah, Esa adanya (hal 3)
Hanya Allah yang wajib
disembah (hal 4)
Allah itu tidak ada
persamaannya (hal 5)
Allah itu tidak nampak di
pandangan mata (hal 5)
Allah itu Rahmani dan
Rahimi (hal 6)
Allah itu kekal dan Maha
Kudus (hal 8)
2. Untuk membuktikan
persamaan-persamaan itu,
Hamran Ambrie buktikan
dengan nats-nats Alkitab
dan Al-Quran
3. Hamran Ambrie juga
membuktikan bahwa
menurut Al-Quran, Islam
dan Kristen itu adalah hidup
rukun dan berkasih saying
(hal 12-15)
4. Hamran Ambrie
memberikan koreksi atas
ayat-ayat Al-Quran yang
disalahgunakan untuk
mendiskreditkan Kristen (hal
15-30)
5. Hamran Ambrie juga
menulis pengertian syirik
menurut iman Kristen (hal
31)
Dalam seluruh isi buku,
sama sekali tidak
menyinggung menilai salah
bagi kepercayaan agama
Islam.
Penulis-penulis Islam
diperingatkan supaya tidak
menggunakan ayat-ayat Al-
Quran secara salah untuk
mendiskreditkan iman
Kristen.
Buku 10 : JESUS ataukah
PAULUS
Peristiwa : Sdr. M.A. Fadly,
Pembina masjid Agung
Cimahi berinisiatif
membuka dialog-
korespondensi menyerang
iman Kristen yang dianut
oleh Hamran Ambrie,
dengan mengemukakan
masalah, bahwa : Paulus itu
adalah nabi palsu. Masalah
Tritunggal yang
dianggapnya sangat tidak
masuk akal. Dan lain-lain.
Isi buku : Seluruh isi buku
Hamran Ambrie
memberikan fakta, bahwa
ajaran Paulus itu adalah
sejajar dengan ajaran Jesus
Kristus. Karena sangatlah
tidak beralasan kalau Paulus
dikatakan mengajarkan
ajaran palsu yang
bertentangan dengan ajaran
Jesus Kristus.
Begitupun tuduhan dan
tantangan Tritunggal yang
oleh M.A. Fadly dituduhnya
sebagai ajaran palsu diluar
alkitab, oleh Hamran
Ambrie diberikan jawaban
dan penjelasan Alkitabiyah.
Kesimpulannya, bahwa
penulisan buku ini, sangat
terbatas dengan
memberikan jawaban dan
penjelasan apa yang
dipertentangkan atau
dituduhkan oleh M.A Fadly
itu.
Menjelaskan iman Kristiani,
adalah merupakan hak dan
kewajiban setiap orang
Kristen, sebagaimana juga
berlaku bagi setiap orang
kepercayaan lain.
Buku 11 : Kata 'CHEMDAH'
Peristiwa : Sekelompok
pemuda-pemuda Islam di
FE UNAIR Surabaya yang
dibawakan oleh Ezif Fahmi,
mengadakan tantangan
iman Kristen, bahwa dalam
kitab Hagai bahasa Ibrani
ada terdapat istilah kata
"Chemdah" yang bermakna
"terpuji" menggambarkan
nubuat bagi kenabian
Muhammad. Orang Kristen
harus mempercayai, karena
jelas katanya terdapat
dalam kitab sucinya orang
Kristen itu sendiri (hal 3
point 8)
Isi buku : Dalam buku ini
jelas Hamran Ambrie
memberi jawab atas
tantangan ini, dengan
menjelaskan bahwa kata
chemdah itu sama sekali
tidak diartikan terpuji atau
Muhammad. Chemdah
dalam bahasa Ibrani tidak
sama artinya dengan
bahasa Arab, meskipun
sebutan sama. Bahasa
Ibrani berarti keinginan,
namun dalam kata yang
sama, bahasa Arab
bermakna alat pemadam.
(hal 26)
Kesimpulan dari isi tulisan
ini sama sekali tidak ada
menilai hina atau salah iman
Islam. Penulisan Hamran
Ambrie hanya memberi
jawab tantangan yang
dikemukakan oleh
kelompok pemuda Islam
FE. UNAIR Surabaya ini
dengan penuh kasih a.l.
misalnya hal 27 point 3,
penguraian lain-lain yang
ditantangkan kepadanya.
(hal 30-44).
Buku 12: "JAWABAN atas
buku B.Q.S"
Peristiwa : Prof. Dr.
H.M.Rasyidi
menterjemahkan buku
tulisan Dr. Maurice Bucaille
dengan judul "Bibel, Quran
dan Sains Modern" yang
isinya sangat menyinggung
perasaan setiap orang
Kristen yang beriman. Buku
ini bukan saja bebas terjual
di toko-toko buku, namun
juga dijadikan buku wajib
bagi mahasiswa di UI dan
Jayabaya dalam mata
pelajaran perbandingan
agama.
Isi buku : Jawaban atas
buku B.Q.S adalah semata-
mata penulisan Hamran
Ambrie untuk memberi
jawab point demi point dari
buku terjemahan H.Rasyidi
itu, yang sangat dirasakan
menyinggung perasaan
iman setiap orang Kristen
karena diuraikan secara
salah jauh dari kebenaran
yang wajar. Hamran
Ambrie berbeban untuk
memberi jawab dan
penjelasanimannya yang
selama ini dirasakan sangat
dirugikan oleh kehadiran
buku "Bibel, Quran dan
Sains modern", terjemahan
H. Rasyidi itu. Untuk jelas
bagi pembacanya,Hamran
Ambrie selalu mengutip
masalah/ kalimat
terjemahan H.Rasyidi itu,
lalu dijawab dan dijelaskan
kedudukan sebenarnya,
hingga setiap orang akan
disadarkan betapa kelirunya
penguraian buku
terjemahan H. Rasyidi itu
dipandang dari segi Alkitab
kepercayaan iman Kristen.
Kesimpulan :
Bahwa dalam buku tulisan
Hamran Ambrie ini, sama
sekali tidak menyinggung
kepercayaan iman orang-
orang Islam, melainkan
semata-mata menjelaskan
iman Kristen yang disalah
artikan oleh H.Rasyidi itu.
Kalau buku terjemahan H.
Rasyidi yang menyerang
iman Kristen itu bebas
secara terbuka diperjual
belikan, tidak ada alasan
untuk melarang beredarnya
buku tulisan Hamran
Ambrie yang sekedar berisi
jawaban dan penjelasan
atas iman Kristen yang
menjadi pokok serangan H.
Rasyidi itu.
Buku 13 : Membahas :
KEMATIAN DAN
KEBANGKITAN YESUS
KRISTUS
Peristiwa : Tulisan Hamran
Ambrie ini adalah
menjawab tantangan
penyangkalan Ahmadiyah
bahwa Yesus tidak mati
disalib, dia hanya pingsan
mati biasa di Srinagar
dalam usia 120 tahun.
Penyangkalan golongan
Ahmadiyah ini ditulis dalam
bukunya yang berjudul "At
Tajdidfil Islam" jilid ke III.
Ringkasan isi buku :
1. Hamran Ambrie
memberi jawab dan
penjelasan atas tantangan
penyangkalan golongan
Ahmadiyah ini dengan
menunjukkan kepada 8
pembuktian bahwa Yesus
itu memang mati dan
bangkit diantara orang mati
(hal 7-11)
2. Juga Hamran Ambrie
memberi jawab atas 10
macam alasan
penyangkalan mereka
dengan mengemukakan
pelbagai argumentasi yang
meyakinkan (hal 12-20)
3. Hamran Ambrie
meyakinkan kebenaran
adanya Kebangkitan itu
kepada kesaksian penulis-
penulis Injil, dengan
argumentasi yang
meyakinkan atas 11 macam
pembuktian (hal 21-31)
Kesimpulan :
Dalam penjelasan iman
Kristen tentang kematian
dan kebangkitan Yesus ini,
sama sekali tidak
mendiskreditkan iman
Islam. Sangat terbatas
kepada menjelaskan iman
kepercayaan orang Kristen
saja, namun cukup
meyakinkan dengan
argumentasi rasionil.
Buku 14 : "SURAT KEPADA
TOKOH MUSLIM"
Peristiwa :
1. Prof.DR. Hamka menulis
dalam Panji Masyarakat di
dalam ruang dari hati ke
hati berjudul "KERUKUNAN
HIDUP BERAGAMA",
dalamnya dituduhkan
bahwa penganut agama
Kristen itu adalah musyrik
tidak ber-Tuhan yang Maha
Esa (hal 9 point 5) dan lain-
lain.
2. Prof. Hasbullah Bakry
menulis dalam harian
Merdeka Jakarta dengan
judul "SUATU PENJELASAN
MENGENAI PENGERTIAN
ROHULLAH", juga
disinggung bahwa
Tritunggal ajaran Kristen itu
adalah salah.
Isi buku :
Hamran Ambrie menulis
memberi jawab atas
pandangan yang salah dari
kedua tokoh Muslim ini atas
ajaran Kristen. Naskah
sanggahan ini pada
mulanya dikirimkan kepada
Panji Masyarakat dan
Merdeka untuk dimuat
sebagai "hak jawab",
namun kedua mass media
ini tidak mempedulikannya.
Hamran Ambrie merasa
imannya dirugikan dengan
keterangan yang tidak
benar dan tidak wajar itu.
Untuk itulah Hamran
Ambrie memuat kembali
kedua surat naskah itu
dalam brosurnya di atas,
namun sama sekali tidak
menilai Islam. Hamran
Ambrie hanya berbeben
memberi jawaban
kebenaranimannya dalam
pengajaran Kristen yang
dianutnya.
Kesimpulan :
Bahwa tidak ada alasan
sama sekali kalau buku
brosur ini yang hanya
menjelaskan iman
Kristennya dilarang beredar,
yang sama sekali bukan
menyerang atau
menentang iman orang lain
(Islam).
Buku 15 : "RAHASIA SALIB"
Peristiwa :
A.Hasan Tou aktivis missi
Ahmadiyah menulis dalam
brosur "MENYINGKAP
MISTERI SALIB" yang
kemudian dikirim secara
khusus kepada Hamran
Ambrie untuk dijawab (hal
1)
Isi buku :
Hamran Ambrie dengan
bijaksana untuk menjaga
obyektifitas permasalahan
yang dibahas, senantiasa
mendahulukan menulis
tantangan pihak lawannya,
kemudian baru diberikan
jawaban dan penjelasan.
Hingga setiap permasalahan
orang dengan mudah
menilainya.
1. Wahyu 10:1-2 ditafsirkan
secara salh oleh A.Hasan
Tou; seakan-akan itulah
yang dimaksudkan
S.Alfatihah menurut Quran.
Hamran Ambrie,
memberikan jawab dan
penjelasan terbatas dalam
persoalan yang
ditantangkan itu saja (hal
6-9)
2. Makna Salib dan
Penebusan Dosa Warisan,
oleh A.Hasan Tou dianggap
suatu doktrin yang tidak
dikenal oleh umat Kristen
masa lampau. Hamran
Ambrie memberi jawab
dan penjelasan makna Salib
dan Penebusan dosa itu
berdasarkan Alkitab (hal
10-19)
3. Kematian dan
Kebangkitan Yesus oleh
A.Hasan Tou disangkal
dengan menggunakan
ayat-ayat Quran dan
akalnya sendiri. Sebagai
orang Kristen memang
wajar Hamran Ambrie
memberi jawab dan
penjelasan berdasarkan
Alkitab (hal 20-34)
4. Kebangkitan Yesus,
penyangkalan Ahmadiyah
ini dijawab pada halaman
34-42.
Buku 16 : "Benarkah ada
Nubuat Kenabian
Muhammad dalam
ALKITAB"
Peristiwa :
A.Hasan Tou sebagai aktivis
missi Ahmadiyah dlam
brosurnya yang ditangani
oleh suatu tim khusus
proyek mau-Izhatul
Hasanat Jemaat Ahmadiyah
Denpasar Bali menulis
dalam brosurnya yang
berjudul "JESUS DAN
MUHAMMAD DALAM
PERSPEKTIF HUBUATAN"
dikirimkan secara khusus
kepada Hamran Ambrie
untuk ditelaah dan dijawab,
antara lain mengenai
masalah : makna salib dan
penebusan dosa, Dogma
Trinitas, Siapakah Almasih
yang dijanjikan akan datang
itu.
Isi buku :
Dalam buku penulisan
Hamran Ambrie di atas
secara khusus memberikan
jawab bahwa di dalam
Alkitab sama sekali tidak
pernah da dinubuatkan
kehadiran Muhammad
sebagai nabi (hal 1-8)
1. Penyangkalan A.Hasan
Tou atas Injil sebagi wahyu
Allah, Hamran Ambrie
memberi jawab dengan
penjelasan apa yang
sebenarnya dikatakan Injil
itu, sebagi kitab kesaksian
atas sabda perilaku serta
kehidupan sebagai Firman
yang hidup (hal 8-17)
2. Mengenai nama Jesus
atau Isa Almasih itu tidak
hanya dipercayai dan
dibicarakan oleh Injil umat
Kristen, tetapi juga
dibicarakan dan dipercayai
oleh Quran dan umat
Islam.
Buku 17 : "OTORITAS
ALKITAB"
Peristiwa :
Sudah menjadi rahasia
umum, secara terbuka
hanya penulis-penulis Islam
senantiasa menulis Alkitab
itu adalh "kitab palsu, bukan
kitab yang berisikan wahyu
Allah" dan lain-lain.
Isi buku :
Penulisan buku OTORITAS
ALKITAB ini, Hamran
Ambrie memberikan
penjelasan dan koreksi atas
pendapat-pendapat penulis
muslim, antara lain :
Hasbullah Bakry, Drs.
Mahmoudin Sudin, Drs.
Abu Achmadi dan kawan-
kawan, Drs. Sidi Gazalba,
dan lain-lain dalam
pembahasan khusus :
1. Pembuktian bahwa
Alkitab itu wahyu Allah (hal
1-5)
2. Hasil penemuan Qadi
Qumran adalah sesuai
dengan naskah yang ada
saat ini (hal 6-8)
3. Prasangka masyarakat
Islam terhadap kebenaran
Alkitab, oleh Hamran
Ambrie dijelaskan
kebenarannya (hal 8-14)
4. Tentang penulisan
Alkitab, makna terilham,
bagimana perjanjian lama
dan baru ditulis, oleh
Hamran Ambrie dijelaskan
dalam halaman 14-18
5. Menjawab beberapa
pertanyaan tentang Alkitab,
mengenai silsilah Jesus
yang ditulis oleh Hasbullah
Bakry, masalah Tritunggal
oleh Mahmoudin Sudin dan
kawan-kawan oleh Hamran
Ambrie dijelaskan secara
Alkitabiyah (hal 18-48)
Kesimpulannya, seluruh isi
buku "OTORITAS
ALKITAB", melulu menjelas
dan membuktikan
kebenaran Alkitab itu
sebagai firman atau wahyu
Allah, sejak Perjanjian Lama
hingga Perjanjian Baru
yang diterima oleh setiap
orang Kristen dengan iman
sampai saat ini.
Buku 18 : "ALMASIH YANG
DIJANJIKAN"
Peristiwa :
A.Hasan Tou dari jemaat
Ahmadiyah, menulis dalam
brosurnya "Mau izhat el
Hasanat" No.2 mengutip
ayat-ayat Alkitab yang
ditafsirkannya sendiri sebagi
nubuat kenabian
Muhammad, dan
mengarahkan bahwa
Almasih yang dijanjikan
Alkitab itu adalah Mirza
Gulam Ahmad, nabinya
golongan Ahmadiyah.
Kehadiran tulisan A.Hasan
Tou itu adalah menyesatkan
iman orang-orang Kristen.
Isi buku :
Hamran Ambrie dengan
iman menjelaskan bahwa
ayat-ayat Alkitab yang
dikutip oleh A.Hasan Tou itu
sama sekali tidak
menunjukkan sebagai
nubuat kehadiran
Muhammad sebagi nabi
(hal 2-12)
1. Hamran Ambrie,
menyanggah tuduhan
A.Hasan Tou bahwa Alkitab
itu sudah dirobah-robah
(hal 12-15)
2. Hamran Ambrie
menjelaskan bahwa
Almasih yang dijanjikan
akan datang itu baik
menurut iman Kristen
maupun Islam, adalah Isa
anak Maryam, bukan Mirza
Ghulam Ahmad (hal 15-25)
Kesimpulannya : Bahwa
penulisan buku "Almasih
yang dijanjikan" semata-
mata memberi jawab atas
pemikiran yang salah dari
A.Hasan Tou atau golongan
Ahmadiyah yang hendak
mengarahkan pengertian itu
kepada Mirza Ghulam
Ahmad, adalah tidak sesuai
dengan Alkitab. Pengajaran
Ahmadiyah yang
menyesatkan iman Kristen
ini, seyogyanya yang harus
dilarang, bukan karangan
Hamran Ambrie yang
membela kebenaran Alkitab
itu.
Buku 19 : "NABI PALSU"
Matius 24:11
Peristiwa :
Lanjutan tantangan M.A.
Fadly atas iman Hamran
Ambrie, untuk meyakinkan
bahwa Paulus itu adalah
nabi palsu. Juga M.A.Fadly
ingin meyakinkan bahwa
kenabian Muhammad itu
sudah dinubuatkan dalam
Alkitab.
Isi buku :
Hamran Ambrie memberi
jawab dan penjelasan
makna nabi palsu yang
diungkapkan oleh Jesus
dalam Matius 24:11 yaitu
setiap ajaran yang tidak
sejajar dengan ajaran Jesus,
adalah merupakan nabi
palsu. Ajaran Paulus, adalah
sejajar dengan ajaran Jesus,
karena itu dia bukanlah nabi
palsu yang dikehendaki
M.A.Fadly. Juga diberikan
jawaban, bahwa seluruh isi
Alkitab tidak ada fakta yang
meyakinkan adanya nubuat
kenabian Muhammad.
Setiap nats yang
dikemukakan oleh
M.A.Fadly diberikan
jawaban dan penjelasan
Alkitabiyah.
Kesimpulan, bahwa dalam
buku ini sama sekali tidak
ada alasan melarang
beredarnya karena tidaklah
merupakan serangan atas
iman orang lain (Islam)
melainkan
mempertahankan imannya
Hamran Ambrie sendiri
(keKristenannya) dengan
wajar dan penuh kasih.

0 komentar:

Poskan Komentar