TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA

Selasa, 23 Februari 2010

Kesembuhan penyakit ginjal

Bertahan hidup dengan satu ginjal adalah hal yang biasa. Namun bagaimana jika ginjal yang tingal satu tersebut tidak dapat berfungsi lagi dan tindakan cuci darah pun hampir-hampir tidak sanggup lagi untuk menolongnya? Inilah kisah yang dialami oleh Billy Yuriko.

Sewaktu masih kecil, Billy sering mengalami mimisan dan demam. Suatu kali saat dibawa oleh orang tuanya ke dokter, ditemukan bahwa satu ginjal Billy sudah tidak berfungsi dan harus diangkat. Ini adalah satu-satunya kasus pengangkatan ginjal pada anak kecil di Indonesia.

Menginjak dewasa, Billy bergaul dengan teman-temannya yang membawanya mengenal narkoba dan kehidupan malam. Pergi ke karaoke, memakai narkoba, ekstasi, free sex, dan semakin lama semakin parah. Sampai suatu ketika, Billy mengalami sakit pada ginjalnya.

Mulai Agustus 2003, saya tidak bisa buang air kecil, sekujur badan saya jadi bengkak. Mulut saya juga sudah berbau pesing. Setiap nasehat dari teman dan keluarga saya coba ikuti. Saya jadi lumpuh total dan otak saya jadi blank. Saat itu saya hanya terbaring di kamar tanpa bisa melakukan apa-apa, hanya keluarga saja yang menjadi teman setia saya untuk merawat dan memberikan support. Saya itu saya sangat jarang dibawa ke dokter untuk diperiksa karena kondisi keuangan keluarga yang kurang mendukung. Semua kebiasaan hasil pekerjaan saya habis untuk kebiasaan dan kehidupan saya yang amburadul tanpa arah tujuan. Selama bulan Oktober 2003 saya susah tidur karena selalu terjaga dengan sesak nafas. Selama itu juga saya cuma makan satu sendok per hari dan selalu diakhiri dengan muntah. Mulai dari akupunktur, obat-obatan, segala cara saya tempuh supaya bisa sembuh.

Juwarni (mama Billy): Tiap pagi saya baca renungan dan mendoakan dia, karena matanya sudah mulai kabur. Kita juga membawa Billy ke gereja supaya didoakan, pendetanya bilang, "Saya yakin Billy pasti sembuh dan Tuhan akan gantikan ginjal yang baru."

Saya sempat mengakui semua dosa saya, dan setelah saya didoakan saya dibawa ke rumah sakit. Beberapa hari di rumah sakit saya masih belum bisa buang air kecil. Namun suatu malam saya mendengar suara orang membangunkan saya, saya pikir itu suara mama saya yang menyuruh saya untuk buang air kecil. Saya bangun dan ternyata saya bisa buang air kecil banyak sekali. Keesokan paginya sat saya bertanya pada mama, ternyata mama semalam tidak membangunkan saya, jadi saya pikir mungkin Tuhan Yesus yang membangunkan saya supaya saya bisa buang air kecil.

Namun perjuangan Billy untuk sembuh tidak selesai sampai di situ. Dia tetap harus menerima kenyataan harus cuci darah seumur hidup. Karena itu satu-satunya cara ialah saya harus cuci darah seumur hidup. Paling sedikit seminggu 2 kali untuk mencegah racun makin menjalar.

Juwarni (mama Billy): Setiap Billy cuci darah saya pasti menangis, saya tidak tahan melihat jarum yang besar sekali, seperti pipet sedotan yang ditusukkan ke tubuhnya. Tapi Billy diam saja, dia memang benar-benar mau sembuh. Bukan kita yang mendorong dia tapi dia memang benar-benar ada kemauan untuk sembuh.

Dokter memvonis bahwa ginjal saya sudah tidak berfungsi lagi. Menurut dokter pemasangan selang ini hanya mengeluarkan cairan urin saja sedangkan ginjalnya sendiri sudah membengkak dan kulitnya sudah menipis jadi mustahil untuk saya bisa normal kembali. Akhirnya operasi pun dilakukan. Setelah selang dipasang ke ginjal, maka cairan pun keluar dan tertampung di kantong (kapasitas 2 liter). Hari itu juga saya diperbolehkan pulang ke rumah. Selama 2 hari cairan yang bercampur darah segar keluar dari badan saya sebanyak 18 liter dan berat badan saya turun hingga 12 kg.

Saat Bily sedang menjalani proses cuci darah untuk yang kesekian kalinya, dia mengalami satu peristiwa yang mengubah hidupnya. Saya merasa benar-benar sesak, saya juga tidak bisa lagi mengontrol tangan saya yang gemetaran. Lidah juga tergigit dan tertarik-tarik terus, sampai saya hilang kesadaran. Saya seperti sedang berdiri di satu tempat yang terang sekali dan sepertinya tidak ada batas... Waktu itu perasaan saya menyesal dan takut, karena saya berpikir ini sudah akhir hidup saya. Tiba-tiba di depan saya seperti ada satu cahaya yang terang dan muncul satu perasaan bahwa itu Yesus. Saya langsung kejar Dia sekuat tenaga, sambil teriak "Yesus, Yesus!!" dengan sekuat-kuatnya, ternyata yang ada saya cuman berlari di tempat dan mulut saya cuma komat kamit dan tidak ada suara yang keluar. Saya menangis, saya bilang bahwa saya benar-benar menyesal, saya tidak pernah berbuat yang terbaik untukMu... Tiba-tiba waktu saya melihat ke bawah saya melihat saya sedang tidur di atas ranjang dan di sekeliling saya ada mama papa saya, mereka lagi menangis dan mendoakan saya, juga saudara-saudara saya berdoa dan menangis buat saya... Dan saya ikut menangis, saya bilang selama saya hidup saya tidak pernah beri yang terbaik buat mereka...

Dr. Bernard S. Tjandra, Sp.BU: Setelah saya periksa lebih lanjut ternyata Billy menderita penyempitan saluran ginjal yang namanya ureter, yang disebabkan karena TBC.

Dokter melakukan tindakan medis berikutnya dengan memasang saluran kateter untuk mengeluarkan cairan dari ginjal saya. Selama saya di rumah, dari tubuh saya keluar air bercampur darah sebanyak 18 liter, sampai berat badan saya turun 12 kg. Semua racun-racun yang ada dalam tubuh saya ikut keluar. Pada pemeriksaan selanjutnya dokter menyatakan saya harus menjalani operasi untuk membuka saluran ginjal saya yang tersumbat. Dan sekali lagi saya mengalami mukjizat Tuhan.

Keesokan harinya saya dibawa untuk bertemu dokter yang melakukan operasi dan menjalani pemeriksaan laboratorium. Setelah menanti seharian mujizat Tuhan terjadi lagi, ternyata hasil tes lab menunjukkan racun dalam darah saya berkurang secara drastis dan bentuk ginjal saya kembali dalam bentuk normal, tidak bengkak lagi dan lapisan kulit ginjalnya menebal kembali. Sungguh suatu hal yang di luar perhitungan medis. Saya ingat sekali satu kalimat yang diucapkan dokter, "Ini hadiah Natal dari Tuhan untuk Billy!" Saya ingat banget itulah malam Natal terbaik seumur hidup saya, hari Rabu, 24 Desember 2003.

Sejak itu di badan saya tetap harus terpasang selang dengan kantong, yang ke mana-mana harus saya bawa. Kalau kantong sudah penuh maka saya tinggal membuka klep pada kantong tersebut sehingga cairan urin bisa keluar. Waktu itu dokter memvonis kalau saya harus tetap memakai selang dengan kantongnya seumur hidup. 3 bulan kemudian, tepatnya April 2004, saya pun kembali ke rumah sakit untuk pergantian selang. Karena waktu itu dibius setengah, jadi pada saat di kamar operasi saya setengah sadar walaupun tidak seluruhnya karena obat bius. Ternyata dokter yang menangani saya tidak langsung mengganti selangnya tapi menganalisa penyebab salah satu saluran yang menyempit. Dan saat sudah berjalan 4 jam operasinya, kesadaran saya mulai kembali, dan saya melihat tepat di atas kepala saya dimana saya berbaring ada 2 televisi.

Di televisi itu terlihat jelas kalau salurannya tidak tertembus oleh selang mikro itu dan untuk yang kesekian kali dokter mencoba, detik itu juga dengan iman yang begitu kuat timbul di hati saya, saya bilang dengan sekuat tenaga, "Dalam Nama Yesus, aku perintahkan terbuka!" Detik saya selesai berkata itu juga dokter memasukkan selang mikro tersebut kembali dan mujizat Tuhan terjadi, saluran saya itu dapat tertembus dengan tiba-tiba. Semua mata yang berada di dalam ruangan operasi itu terkejut dan menghampiri televisi, melihat ternyata salurannya sudah tembus. Urin yang selama ini mengalir keluar melalui selang yang terpasang sudah mengalir normal. Dan selang yang terpasang itu pun akhirnya bisa dicabut. Selama 3 hari saya ngga diperbolehkan pulang oleh dokter karena hendak dianalisa. Akhirnya dokter tidak bisa memberikan analisa apa-apa atas mujizat yang terjadi, analisa terakhir sembuh total tanpa pengobatan karena sebelumnya tidak ditemukan jenis virusnya. Semua karena Tuhan Yesus sangat baik.

Juwarni (mama Billy): Saya percaya Tuhan itu ada dan Tuhan itu baik sekali, sampai apa yang saya doakan itu dikabulkan. Sampai hari ini Tuhan baik sama saya dan keluarga saya.

Setelah semua yang telah saya lewati, saya percaya Tuhan punya rencana yang sangat indah atas hidup saya. Sekarang ini saya sudah bisa buang air kecil dengan normal dan hidup dengan sangat normal pula. Sekarang saya sangat menghargai setiap kesempatan yang Tuhan kasih, setiap detik, setiap hembusan nafas, setiap suka maupun duka yang ada. Keberadaan saya yang sekarang ini adalah bukti dari kemurahan Tuhan, karena setiap proses dan mujizat yang Dia lakukan buat saya adalah suatu anugrah yang ngga bisa saya gambarkan dengan keterbatasan saya.

"Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!"(Yer 17:14)

0 komentar:

Poskan Komentar